Innocently Sinned [KyuMin Fic] Chapter 1


Title : Innocently Sinned

Casts : Cho Kyuhyun & Lee Sungmin, Lee Donghae & Lee Hyukjae (side pairing), SJ members

Genre : AU, Angst, Drama, Fiction-Fantasy, Romance, Thriller, Yaoi (boyXboy romance)

Rating : PG (for now)

Warning : Don’t bother to read if you aren’t into boy to boy relationship.

————————————————————–

Chapter 1 “That Particular Night”

————————————————————–

[Sungmin’s POV]

“HYUNG!!!”

Semuanya terjadi begitu cepat. Hawa panas yang menjalar memenuhi udara di sekitarnya dan menyulitkannya untuk bernapas. Suara teriakan, dan langkah kaki memenuhi telingaku. Aku berlari. Aku mencari. Aku mencari jalan keluar. Jalan yang menuntunku ke tempat keluargaku. Tapi sepanjang penglihatanku hanya ada api yang membara. Aku tidak kuat lagi. Dadaku sesak karena menghirup terlalu banyak asap. Tubuhku terasa begitu lemas. Kepalaku terasa berat, dan hal terakhir yang kulihat adalah wajah Hae dan suaranya yang berteriak memanggilku dalam kepanikan.

Aku membuka mataku. Seketika terduduk, dari posisi tidurku yang sebelumnya. Keringat bercucuran dari sekujur tubuhku yang gemetar.

Lagi-lagi aku memimpikan hal itu…

Nafasku memburu. Dan entah sejak kapan air mata membanjiri wajahku. Aku menangis sejadi-jadinya.

[End of Sungmin’s POV]

Donghae segera berlari menghampiri Sungmin begitu mendengar suara tangisan dari kamar Hyung-nya yang letaknya bersebelahan dengannya itu.

Dibukanya pintu kamar Sungmin yang berwarna merah muda itu dengan cepat, dan betapa kaget dia melihat Hyung-nya itu sedang tersungkur diatas tempat tidur. Menangis sejadi-jadinya, seakan hidupnya tergantung pada hal itu.

“Hyung kau kenapa?” tanya Donghae lembut. Dia buru-buru mengambil Sungmin ke dalam pelukannya, mengelus-elus punggung Hyung-nya itu, berharap dapat membuatnya tenang.

Sungmin terus menangis sampai beberapa menit kemudian. Dan Donghae terus berusaha menenangkannya. Membisikkan kata-kata penghiburan ke telinganya, dan terus memeluk Hyungnya itu erat.

“Hae….”

“Ya?”

Sungmin mendongak menatap dongsaengnya itu, dengan matanya yang memerah akibat terlalu banyak menangis. Bekas-bekas airmata masih terlihat jelas di pipi putihnya.

Donghae balas menatapnya dengan ekspresi yang tidak terbaca. Dia ingin menangis juga melihat keadaan Hyungnya yang seperti ini. Hatinya sakit, karena dia tidak bisa berbuat banyak kepada satu-satunya keluarganya tersebut.

“Aku takut, Hae…. aku…. rumah kita-“

Sungmin kembali menangis, bahkan sebelum dia menyelesaikan kalimatnya. Donghae pun ikut menitikkan air mata. Dia tahu, Sungmin pastilah memimpikan kejadian 4 bulan lalu.

4 bulan lalu.

Malam yang tak akan pernah dilupakan oleh Sungmin dan Donghae. Mereka baru tahu, bahwa hanya dengan satu malam, semua kebahagiaan yang telah dimiliki oleh keluarga mereka selama seumur hidup bisa hancur.

Malam itu, Sungmin dan Donghae kehilangan orang tua mereka. Juga namdongsaeng mereka. Kehilangan tempat tinggal yang mereka sebut rumah. Kehilangan segalanya. Keluarga, kebahagiaan, tujuan hidup, segalanya.

Kebakaran yang terjadi malam itu menghancurkan segalanya. Kebakaran malam itu, membuat mereka hanya memiliki satu sama lain. Sejak 4 bulan yang lalu, hanya Sungminlah yang membuat Donghae tetap bertahan, begitu pula sebaliknya.

“Kau tidak perlu takut, Hyung… aku akan selalu bersamamu… kita akan selalu bersama, aku tidak akan meninggalkanmu, Hyung…” bisik Donghae pelan, cukup Sungmin dan dirinya saja yang mendengarnya.

Sungmin mengalungkan lengannya ke leher dongsaengnya itu erat. “Jangan pernah meninggalkanku, Hae…” serunya dengan suara seraknya di tengah tangisan. Donghae mengangguk dan terus mengumamkan kata “Iya Hyung, kita akan bersama selamanya.”

♣  ♣  ♣  ♣  ♣  ♣

“Hyung, bangunlah! Hyung! Hyung……”

Sungmin terbangun oleh guncangan kecil pada tubuhnya. “Hae… kaukah itu…?” serunya parau.

Donghae, orang yang membangunkannya, duduk di atas kasur Sungmin sambil menepuk dahi Hyungnya itu lembut. “Iyalah ini aku, memangnya siapa lagi yang ada di rumah kita ini selain kau dan aku, Hyung?” serunya sambil terkikik.

Sungmin mengucek matanya sebentar sebelum benar-benar melek, membuat Donghae tertawa melihat tingkah imut Hyungnya itu.

“Hyung, aku pergi ke sekolah dulu ya! Ada sarapan untukmu di atas meja, kau harus memakannya karena aku membuatnya dengan susah payah! Baiklah aku pergi dulu Hyung!” seru Donghae penuh semangat, lalu pergi keluar dari kamar Sungmin, tapi tentu saja tidak sebelum mengecup kening Hyungnya itu.

“Hati-hati di jalan, Hae…” teriak Sungmin, dan dia bisa mendengar Donghae berteriak membalasnya dari bawah.

Sungmin tersenyum. Dongsaengnya itu memang orang yang selalu bersemangat, terlalu bersemangat malah. Dia terkikik sendiri mengingat tingkah Donghae.

Setelah merapikan kamarnya, mencuci muka, dan mengganti piyamanya, Sungmin bergegas turun. Perutnya lapar, dan dia ingat Donghae telah menyiapkan sarapan untuknya.

Sungmin tersenyum ketika melihat sepiring nasi omelet dan sekotak susu coklat di atas meja makan. Donghae memang paling tahu caranya membuat Sungmin menjadi gendut. Dia pun mmulai menyantap sarapannya, “Hmm~ enak~”

Sambil sarapan, pikiran Sungmin melayang-layang memikirkan pekerjaan part-time-nya siang ini, juga membayar sewa kontrakan tempat tinggalnya untuk bulan ini yang belum mereka lunasi. Dia menghela napas dengan berat. “Aku harus bekerja lebih keras….” desahnya tak bersemangat.

♣  ♣  ♣  ♣  ♣  ♣

Sementara Donghae….

Dia terus tersenyum selama perjalanan menuju ke sekolahnya. Dia bersyukur Sungmin baik-baik saja pagi itu. Dia lega, karena sesedih apapun Sungmin setiap malam datang, keesokan harinya Hyungnya itu akan beraktivitas seperti biasa seakan-akan dia tidak mengingat peristiwa tadi malam.

“Semoga hari ini menjadi hari yang baik untukku juga Min-Hyung!” serunya kepada langit.

♣  ♣  ♣  ♣  ♣  ♣

Sungmin tidak tahu. Donghae tidak tahu. Tak satupun dari mereka tahu. Kalau lagi-lagi api akan menemukan mereka. Lagi-lagi akan ada satu malam yang menghancurkan kebersamaan mereka. Menghancurkan perjuangan mereka untuk tetap bertahan.

Ada kegelapan dalam diri setiap manusia. Tetapi segelap apapun seorang manusia, ada mahkluk yang paling gelap hidup di antara mereka. Mahkluk yang hidup menikmati tangisan dan penderitaan.

“Akhirnya saatnya tiba juga, Sungmin-ah…. akhirnya kau benar-benar akan menjadi milikku.” bisik suara gelap tersebut. Darah membasahi sekujur tubuhnya.

————————————————————–

TBC to Chapter 2….

————————————————————–

9 Komentar (+add yours?)

  1. Yoon Sae-Ra
    Jan 30, 2012 @ 09:05:47

    jadi disini kyu jadi hantu ya?
    atau zombie?
    o.O
    #plakk
    cepat dilanjut ><'

    Balas

  2. DevitaMinMingMinniemi
    Jan 30, 2012 @ 09:17:36

    Dengan ini saya katakan chapter ini terlalu pendek /plak
    aaaaa betapa so sweetnya haemin, tpi aku pengen kyumin hueee
    aku kira kalimat ini “Ada mahkluk yang paling gelap hidup diantara mereka. Mahkluk yang hidup menikmati tangisan dan penderitaan” ini sangat2 menggambarkan dirimu Onn wkwkwk
    Lanjut >.<
    Sebelumnya thankyumin gomawookie kamsahae telah sudi menerima rikuesanku #peyukOnnie xD

    Balas

  3. Mrs.AidenPark
    Feb 02, 2012 @ 10:15:07

    Pendek. .__.
    Baru menikmati, udah abis.

    Kyaaaa haeming tuh so sweet yah? Ayo bikin HaeHyuk! LOL salah tempat yah? *udah tau judulnya kyumin*

    Balas

  4. ury
    Feb 28, 2012 @ 05:59:54

    salam kenal authooooorrrrr…. 🙂
    boleh ks comment ya,,, LANJUTKAN!!! *comment macam apa ini??*
    jgn bikin saya penasaran, buruan di lanjut yaaaaaaa…..

    Balas

  5. Kania Minnielf Kyuminshipper
    Apr 17, 2012 @ 12:29:59

    Wah, mian baru komen..
    Ffnya keren!

    Balas

  6. HildamarElf
    Agu 22, 2013 @ 02:49:17

    Itu kyu serem banget jadi makhluk kegelapan -,-

    Balas

  7. Lee Min Chan
    Agu 29, 2013 @ 06:52:19

    omooo~
    yg jdi makhluk itu siapa?? Kyu kah??
    ch 2 nya mna thor ??
    udh stahun ini …

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: