Tomorrow’s Way [Ch.3]


Pairing : Donghae & Sunye (SUNHAE)

Genre : AU, Angst, Romance

Rating : G (for now)

Length : Chaptered

Disclaimer : I own the plot, sunhae own each other. This beautiful poster goes to  ~ ♥♥[Glitters & Me, Graphics & You]♥♥   thanx to you, I love the poster so  much!!! :D

Summary : Even if I don’t know what will tomorrow brings, I still think I will fall for you…

Warning : Don’t like don’t read, just as simple as that.

—————————

Chapter 3 “Welcome Love”

—————————

Sunye memang sudah meyakinkan dirinya kalau dia tidak akan jatuh cinta pada siapapun, termasuk Donghae. Tapi dia jadi ragu apakah dia bisa mempertahankan keyakinannya tersebut jika setiap hari Donghae melakukan hal-hal yang membuatnya serasa di atas awan.

“Err… Donghae-ssi?”

“Ya?”

Sunye tersenyum lemah menatap Donghae yang duduk dengan manisnya di hadapannya.

“Donghae-ssi, kenapa kamu ada disini?” tanya Sunye. Senyum di wajah Donghae semakin lebar mendengar pertanyaan dari Sunye tersebut. “Tentu saja aku kesini ingin makan, ini cafe kan~ pertanyaanmu sangat lucu, Sunye-ssi.” jawab Donghae, masih dengan cengiran lebar di wajahnya.

Sunye menghela napasnya dengan berat. Saat ini dia sedang berada di cafe tempatnya bekerja. Kalian ingat dia pernah bercerita tentang dia bkerja sambilan menyanyi di cafe Sapphire Blue? Hari ini adalah jadwal menyanyinya. Dan entah bagaimana Donghae ada disini juga bersamanya sekarang.

Sebenarnya tidak aneh jika Donghae berada disini, toh cafe ini kan memang terbuka untuk umum. Tapi yang aneh adalah Donghae yang sepertinya selalu ada di semua tempat yang Sunye datangi. Tadi pagi mereka bertemu di RJEnt, Donghae mengantar Amber, siangnya mereka bertemu di Supermarket, sorenya mereka bertemu lagi di toko buku ketika Sunye membeli buku not baru, dan malam ini, Donghae ada di cafe tempatnya bekerja. Jujur saja semua hal itu sedikit membuat Sunye merinding karena hal ini terus berlangsung selama empat hari, dimulai sejak hari pertama pertemuan mereka lima hari yang lalu.

“Err… baiklah kalau begitu silahkan kamu menikmati makananmu, ya.”

Donghae mengangguk pada Sunye. “Ternyata kamu bekerja disini, kebetulan sekali kita bertemu disini, kita memang berjodoh, ya. Hahahaha.” katanya imut-imut tanpa dosa.

Sunye ikut tertawa dengan paksa, dia lalu berjalan meninggalkan Donghae dan menuju ke arah panggung kecil di dalam cafe.

“Siapa dia, Sun?” tanya seorang laki-laki ketika melihat Sunye datang menghampiri panggung.

Sunye mendongakkan kepalanya, “Ah Oppa… siapa maksudmu?”

Laki-laki yang dipanggil Oppa itu lalu melemparkan pandangannya ke arah Donghae, yang sedang menatap tajam ke arah mereka berdua. Sunye menghela napas dengan berat melihatnya.

“Sudah biarkan saja, Oppa. Dia hanya laki-laki yang kurang kerjaan.” jawab Sunye lemas.

“Apa dia menyusahkanmu?” tanya laki-laki itu lagi.

Sunye menggeleng pelan, “Tidak kok, sudahlah Teuki-oppa kamu kembalilah bekerja, tidak perlu mengkhawatirkanku. Lagipula biarpun kurang kerjaan, Donghae itu baik, tidak menyusahkanku, hehe.”

“Donghae?” tanya Leeteuk.

Sunye mengangguk. “Iya, nama laki-laki yang disana itu Donghae.”

Leeteuk melihat Donghae sebentar, lalu tersenyum dan mengacak-acak rambut Sunye lembut. “Baiklah kalau begitu. Tapi ingat, kalau kamu perlu bantuan, aku dan yang lain siap membantumu, oke?” katanya pada Sunye.

Sunye mengangguk, balas tersenyum kepada bosnya itu. Leeteuk adalah pemilik cafe tempatnya bekerja ini. Ada perasaan hangat dalam dirinya mengetahui dia begitu disayangi.

“Neh, Oppa, gomawoyo.”

Leeteuk tersenyum sekali lagi lalu melangkah meninggalkan Sunye. Sunye pun berjalan ke arah teman-temannya di panggung kecil cafe, bersiap-siap untuk menyanyi. Dia tidak tahu kalau sedari tadi ada seseorang yang menatap tajam ke arahnya.

—————————

“Kekasih?” tanya Amber.

Donghae mengangguk kepada adik perempuannya itu.

Amber tampak menimbang-nimbang sejenak, menatap Donghae, lalu menimbang kembali, lalu menatap Donghae lagi, lalu menimbang lagi, lalu-

“Hey!” Seru Donghae tidak sabar pada adik perempuannya yang tampaknya sedang mempermainkannya itu. Amber terkekeh saja melihat kelakuan Oppanya yang seperti anak kecil.

“Kamu ini, jangan menertawakan Oppamu begitu!” seru Donghae setengah kesal, karena dia tidak akan pernah bisa benar-benar kesal pada dongsaengnya.

Amber masih terus terkekeh sebentar, lalu menjawab, “Setahuku Sun-Unnie tidak punya pacak kok!” serunya yakin.

Donghae menatapnya penuh selidik. “Benarkah?” tanyanya, meyakinkan. Amber mengangguk, masih seyakin sebelumnya.

“Lalu siapa laki-laki yang kulihat di cafe waktu itu? Dia terlihat sangat dekat dengan wanitaku.”

“Laki-laki yang mana? Cafe apa? Wanitamu siapa?” tanya Amber beruntun.

Donghae mengacak-acak rambutnya bingung, dia sendiri juga tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan Amber barusan. “Sudahlah, Oppa pergi dulu ya.”

—————————

“Sunye… Sunye… Sunye…”

Donghae terus berjalan menyusuri sungai Han sambil terus menerus mendendangkan nama itu. Donghae lalu mendekati salah satu bangku di tepi sungai dan mendudukkan dirinya di situ. Dia lalu menghela napas panjang.

Donghae mengedarkan pandangannya ke sekitar, tapi dia langsung menyesal melakukannya. Banyak pasangan kekasih yang sedang menikmati waktu mesra mereka, sedangkan dia malah sedang duduk sendirian meratapi nasib PDKT-nya yang tidak juga berkembang. Dia menghela napas lagi untuk kedua kalinya, lalu memejamkan matanya. Membiarkan angin menyapu wajahnya yang letih, menerbangkan rambutnya. Membiarkan dirinya merasa sedikit rileks karena akhirnya bereuni dengan angin sepoi-sepoi sore, sudah lama juga dia tidak pergi bersantai ke sungai ini. Seulas senyum pahit muncul di wajah Donghae, dia ingat terakhir kali dia pergi ke sungai ini adalah bersama ‘dia’.

“Sekarang aku sudah bisa pergi ke tempat ini tanpa menitikkan air mata, Noona…” seru Donghae, matanya menerawang jauh ke langit seakan mencari seseorang di antara awan-awan disana. Donghae mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, seperti hendak meraih langit. Gerakannya itu membuat lengan kemeja di tangannya merosot, memperlihatkan sebuah gelang perak yang bercahaya terkena sinar matahari. Ada dua bandul tergantung di gelang perak itu, dua inisial huruf.

Donghae menurunkan lagi tangan kanannya, tangan kirinya meraih gelang perak itu, menyentuh dua bandul yang tergantung disitu. Inisial huruf ‘D’ dan ‘H’.

“Noona… ada seorang perempuan yang menarik perhatianku akhir-akhir ini… dia sangat cantik sepertimu… boleh kan kalau aku menyukainya?”  seru Donghae lagi, berbisik kepada angin.

—————————

“TIDAK!”

Sunye terduduk dari posisi tidurnya. Napasnya memburu, wajahnya penuh keringat. Dia seakan baru saja berlari bermil-mil. Tetapi tidak, Sunye baru saja bermimpi buruk. Mimpi mengenai seseorang yang seharusnya sudah dia lupakan.

Kenapa tiba-tiba aku memimpikannya? Batin Sunye, dia merasa cemas.

Sunye memegang dadanya, dia merasakan jantungnya yang berdetak begitu cepat. Oh Tuhan…. semoga saja ini bukan pertanda buruk… batinnya, masih dengan perasaan cemas.

Sunye masih terus mengutuki mimpi buruknya ketika tiba-tiba wajah seseorang muncul di benaknya. Matanya yang sejak tadi terpejam mendadak terbuka menyadari dia tiba-tiba membayangkan seorang Lee Donghae. Ya, entah bagaimana tiba-tiba dia teringat pada laki-laki itu.

Sunye tidak mengerti jalan pikirannya sendiri. Dia terpaku. Kenapa tiba-tiba bayangan Donghae muncul di otaknya? Wajahnya yang sedang tersenyum, tertawa, gaya bicaranya…

Mungkinkah…

Mata Sunye membulat lebar.

“Mungkinkah aku mulai menyukai Donghae-ssi?” bisiknya pada dirinya sendiri.

—————————

To Be Continue to Chapter 4.

—————————

Yak…. akhirnya saya update lagi setelah sekian lama… maaf ya kalo lagi-lagi chapter ini pun tidak memuaskan… maklum kemampuan saya makin lama makin menghilang… oke deh saya ngaku saya memang tidak punya kemampuan… pokoknya enjoy reading aja deh, buat yang sudi nyampah many many kamsah! ><

_Saeriminnie_

7 Komentar (+add yours?)

  1. Mrs.AidenPark
    Jan 19, 2012 @ 18:10:21

    Yaaaaah…. Bersambungnya ga enak! -,-

    Ah, aku tadinya lupa ceritanya. Pas liat nama ‘amber’ ah, aku inget. Hohoho

    Ayo hana, lanjut cepet! 😛

    Balas

  2. Soheetwinsister
    Jan 21, 2012 @ 14:32:00

    Waaah sun udh mulai suka nih.
    udh jgn2 ama sis buruan update LOL xD

    Balas

  3. cuzhuma
    Jan 24, 2012 @ 21:52:18

    gaya amber jwab prtnyaan donghae lucu malah ngerjain donghae..sunye akhrx jatuh cinta ma donghae..wah makin seru…

    Balas

  4. Shintatata
    Feb 08, 2012 @ 15:08:33

    Yeay akhirnya update lagi.
    SunHae selalu bikin gemes ya.
    Bikin ff SunHae yang banyak ya unnie.hhe *bow

    Balas

  5. dyyyy
    Mar 10, 2012 @ 14:12:39

    yaaaa…..lg serius bacany….
    eeee tnyata TBC….
    jgn lama2 thor lanjutanny

    Balas

  6. sunniza
    Jun 13, 2012 @ 09:34:30

    hallo, aku new reader dsini, wah senengnya nemu ff sunhae lagi, bgus2 ceritanya, bikin yg byak dong eon, aku lg mau baca2 nichh!!!oya itu kok ada yg d protect, boleh minta passwordnya gak? 🙂

    Balas

  7. Wanodya Eka Prahesti
    Jul 27, 2012 @ 09:17:28

    ff-nya lanjutin yahh… sudah lma bgt nunggu!! msh penasaran… kkk~~ SUNHAE HWAITING!!! ❤ 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: