Run… but not Away [KyuMin Fic]


Title : Run… but not Away

Pairing  : Kyuhyun & Sungmin (girl!Min/genderswitch), slight!HaeHyuk (girl!Hyuk), slight!SiMin

Genre : AU, Angst, Crack, Romance, Thriller

Rating  : M (mature, for language, nearly rated scenes, and etc.)

Disclaimer : I own the plot, KyuMin belongs to each other~

Summary : “Kita tidak membutuhkan yang lain. Hanya kamulah yang kuinginkan. Aku akan melakukan apapun untukmu, kamu tahu, apapun… Kamu tidak butuh orang lain selain diriku, Min.”

Warning  : Don’t like don’t read, stop bashing if you’re smart people. Okay? 🙂

 

 ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦

 

“Uhuk,, uhuk,,”

Eunhyuk mengangkat kepalanya dan mengedarkan pandangannya ke sudut ruangan, tempat sahabatnya sedang duduk sambil terbatuk-batuk. Dia segera bangkit dari kursinya menghampiri sahabatnya itu.

“Min, kamu baik-baik saja?” Tanya Eunhyuk cemas, kekhawatiran begitu jelas terdengar dari suaranya.

Sungmin menengadah dan tersenyum lemah pada Eunhyuk, senang dengan perhatian yang ditunjukkan oleh sahabatnya itu. “Aku baik-baik saja, Hyukkie. Hanya sedikit lelah, itu saja.” Jawab Sungmin pelan.

Tapi Eunhyuk menggeleng mendengarnya. Dia tahu betul sifat keras kepala Sungmin, yang selalu memaksakan diri demi menyelesaikan pekerjaan.

“Min, berapa kali kubilang kamu tidak boleh lembur! Tubuhmu itu lemah, tahu! Kamu juga pasti lupa makan kan kalau sedang lembur? Sudah, sudah, pokoknya aku tidak mau tahu kamu harus pulang sekarang.” Seru Eunhyuk, sembari membereskan barang-barang Sungmin di atas meja, dan memasukkannya ke dalam tas.

“Tapi-“

“Tidak ada tapi-tapian, Minnie! Sana pulang, beristirahatlah. Jangan selalu membuatku khawatir. Ya? Biar nanti aku yang minta ijin pada Kangin Oppa. Sana pergi.” Paksa Eunhyuk, menarik Sungmin berdiri dari kursinya dan mendorongnya ke arah pintu.

Sungmin pun akhirnya melangkah keluar meninggalkan kantornya, walau dengan berat hati. Dia berjalan menuju halte bis yang letaknya tidak jauh dari kantornya. Sambil menunggu bis, dia melihat kea rah jam tangannya, baru pukul 7, masih terlalu sore untuk pulang… batinnya. Tapi sebenarnya dia memang butuh istirahat, sudah hampir seminggu ini dia selalu lembur. Jadi tidak ada salahnya sekali-sekali pulang sore, dia juga mengingatkan dirinya untuk tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Eunhyuk besok.

Setelah menunggu sekitar 5 menit, akhirnya bis yang ditunggu datang juga. Sungmin dan beberapa penumpang yang telah menunggu di halte tersebut pun buru-buru menaiki bis tersebut.

Perjalanan menuju ke rumahnya tidak begitu lama, karena tanpa terasa Sungmin telah sampai di halte tempatnya turun. Dia pun berjalan sendirian menuju ke apartemennya dalam gelap. Daerah rumahnya ini memang sepi sejak dulu, karena kebanyakan yang tinggal disitu adalah karyawan kantoran seperti dirinya yang sering lembur demi pekerjaan. Karena itu tidak heran jika pukul setengah 8 malam seperti ini jalanan ini sunyi dan gelap.

Untungnya Sungmin bukanlah wanita yang penakut, dia cuek saja berjalan sendirian, bahkan masih sempat menggumamkan lagu Bruno Mars, penyanyi favoritnya sambil berjalan. Dan tidak berapa lama kemudian, dia akhirnya tiba di depan apartemennya. Setelah membuka pintu, Sungmin pun masuk ke dalam apartemennya. Tanpa tahu kalau sejak dia keluar dari kantor tadi, ada sepasang mata yang terus mengawasi gerak-geriknya.

 ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦

“Hari ini aku pulang lebih cepat, Min.”

Sungmin berhenti menatap layar komputernya dan ganti memandang Eunhyuk yang terlihat sedang mengemasi barang-barangnya. “Ada apa? Terjadi sesuatu?” Tanya Sungmin penasaran, melihat Eunhyuk terburu-buru, pemandangan yang tidak biasa baginya.

“Orangtua Hae ingin bertemu denganku, aku benar-benar cemas! Bagaimana kalau mereka tidak menyukaiku?!” jawab Eunhyuk, jelas-jelas sedang panik.

Sungmin tertawa melihat sahabatnya begitu gelisah, benar-benar pemandangan yang tidak biasa.

“Kamu malah menertawaiku! Aku benar-benar panik sekarang! Jahat sekali!” sahut Eunhyuk lagi, sambil memanyunkan bibirnya.

“Tenang saja, apapun yang terjadi kamu tidak perlu khawatir, karena ada Donghae di sampingmu. Ya? Lagipula aku yakin orangtuanya akan menyukaimu, tidak ada seorangpun yang akan membencimu Hyukkie, berhentilah khawatir.”

Eunhyuk tersenyum pada Sungmin, lalu menghampirinya dan memeluknya. “Terima kasih, Minnie. Aku sayang kamu.”

Sungmin membalas pelukannya dan menimpali, “Aku juga sangat menyayangimu Hyukkie, ingat itu ya. Hwaiting!”

Dan Eunhyuk pun pergi meninggalkan Sungmin sendirian berkutat dengan tumpukan berkas-berkas dan map-map yang harus diselesaikan. Baru sekitar pukul 11 dini hari Sungmin memutuskan kalau sudah saatnya dia pulang dan beristirahat. Setelah merapikan berkas-berkas diatas meja kantornya, dan merasa siap untuk pulang, Sungmin pun melangkah keluar meninggalkan kantor dan berjalan menuju halte bis. Hanya ada 3 orang disana, termasuk dirinya. Tidak heran mengingat ini sudah hampir tengah malam.

Sungmin pun menunggu bis dalam diam, begitu juga 2 orang lainnya. 5 menit berlalu. 10 menit. 15 menit. Tetapi bis yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Sungmin mulai merasa kesal. Aneh, tidak biasanya bis datang begitu terlambat dari jadwal. Tetapi tiba-tiba sorot lampu mengagetkannya, diikuti suara klakson mobil.

Sebuah Sedan hitam berhenti tepat di depan Sungmin. Bukan sedan hitam biasa, tetapi mobil ini adalah mobil yang benar-benar dikenalnya.

“Minnie?”

Sungmin membatu. Suara itu. Suara dalam yang dulu sering memanggil namanya. Suara yang begitu dirindukannya. Suara yang begitu memabukkan, membuat namanya terdengar begitu indah disebut olehnya.

“Kyuhyun…”

Kyuhyun lalu keluar dari mobilnya, menghampiri Sungmin. “Kamu menunggu bis? Atau menunggu seseorang?” Tanya Kyuhyun pada Sungmin, yang masih belum bisa sepenuhnya mengendalikan perasaan terkejutnya karena melihat mantan kekasihnya lagi setelah sekian lama.

“Minnie?”

“Ah- ya?”

Kyuhyun tertawa kecil. “Kamu tidak berubah, masih sering melamun. Pasti kamu tidak mendengarkan kata-kataku tadi. Iya kan?”

Sungmin menunduk malu mendengar kalimat Kyuhyun barusan. Dia bersyukur ini malam hari karena kalau ini siang hari, Kyuhyun akan menyaksikan wajahnya yang sudah berwarna merah seperti udang rebus.

Sungmin juga senang, entah kapan terakhir kali dia mendengar Kyuhyun tertawa. Entah kapan terakhir kali dia melihat Kyuhyun sedekat ini dengannya. Melihat laki-laki yang pernah sangat dicintainya ini berada di hadapannya sekarang, dia baru menyadari betapa dia begitu merindukannya. Dan karena terlalu sibuk dengan perasaan senangnya itulah, dia tidak ingat kapan dia menyetujui tawaran Kyuhyun untuk mengantarnya pulang. Dia juga tidak ingat kapan tepatnya dia masuk ke dalam sedan hitam Kyuhyun dan duduk di kursi penumpang. Begitu sadar dia dan Kyuhyun sedang makan malam di sebuah Restoran, mengobrol dengan asyiknya seperti dua sahabat lama yang sedang reuni.

“Tunggu sebentar disini, Minnie. Aku akan mengambil sesuatu yang pasti membuatmu senang.”

Sungmin menatap punggung Kyuhyun yang perlahan menjauhinya, tersenyum. Kyuhyun sudah berubah. Kyuhyun sudah berubah menjadi Kyuhyun yang pertama kali dikenalnya dulu. Kyuhyun yang perhatian, dan menyenangkan.

Sungmin jadi teringat penyebab putusnya hubungan mereka. Kyuhyun terlalu posesif. Dia terlalu mengekang Sungmin, hingga lama kelamaan Sungmin jadi tidak tahan dan memutuskan untuk berpisah dengan Kyuhyun. Menurutnya yang Kyuhyun rasakan itu bukan lagi cinta, tapi obsesi. Dan Kyuhyun yang seperti itu membuatnya takut.

Tapi Kyuhyun yang dia lihat hari ini… adalah Kyuhyun yang dikenalnya dulu. Kyuhyun yang dicintainya. Kyuhyun yang begitu dirindukan olehnya. Kyuhyun yang baik, yang membuat Sungmin ingin kembali ke dalam pelukannya.

“Minnie?”

Sungmin tersadar dari lamunannya. Kyuhyun tertawa melihat ekspresi wajah terkejutnya.

“Lagi-lagi kamu melamun. Ini, aku membawa wine untuk kita berdua. No.127, kesukaanmu ‘kan?” seru Kyuhyun tersenyum lembut kepada Sungmin.

Sungmin tersenyum kepada Kyuhyun. Dia terlalu tenggelam dalam semua perhatian Kyuhyun. Entah sudah berapa kali dia meneguk wine kesukaannya itu. Entah sudah berapa lama mereka berada disana, Sungmin tidak ingat lagi. Dia bahkan tidak menyadari kalau sejak tadi Kyuhyun hanya melihatnya meneguk sebotol penuh wine tanpa meneguk wine di gelasnya sedikitpun. Dia juga tidak menangkap seringai di wajah Kyuhyun. Sungmin tidak tahu, kalau malam itu adalah kali terakhirnya melihat dunia luar, sebelum dia terkurung dalam cinta Kyuhyun untuk kedua kalinya. Sebelum dia hidup dalam obsesi Kyuhyun.

“Akhirnya kamu akan pulang, Minnie… ke ‘rumah’ kita, dimana hanya ada aku dan kamu…”

 ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦

Sungmin terbangun dengan kepalanya yang terasa begitu berat. Seluruh badannya terasa ngilu, pegal, rasa sakit yang tidak dapat dijelaskan.

“Ngghh… mmph…? Ngghh…”

Aneh. Kenapa suaranya tidak keluar seperti yang dia inginkan?

Sungmin lalu mencoba menggerakkan kedua tangannya, tetapi aneh, tangannya juga tidak bergerak. Begitu pula kakinya. Butuh beberapa saat bagi Sungmin untuk menyadari bahwa dia terikat. Tangan dan kakinya terikat dengan tali dan rantai yang terhubung ke ranjang tempatnya berbaring. Pantas saja sekujur tubuhnya terasa ngilu. Dan di mulutnya, ada semacam lakban yang melarangnya mengeluarkan suara selain rintihan-rintihan.

Ada apa ini?! Orang gila macam apa yang telah melakukan semua ini kepadanya?!

Kepalanya pusing ketika dia memaksa mengingat kejadian semalam. Hangover memang selalu menyakitkan.

Sungmin lalu melihat ke sekeliling ruangan tempatnya berada. Hitam. Semuanya hitam. Ruangan ini hitam. Sejauh mata memandang, yang ada hanya kegelapan. Sungmin tidak tahu apakah sekarang ini pagi atau siang hari, sama sekali tidak ada cahaya di ruangan ini. Suara yang terdengar pun hanyalah suara nafasnya saja.

Sungmin tidak tahu berapa lama sudah dia berada di ruangan itu. Tangan dan kakinya yang terikat sudah mati rasa. Dia merasa buta dan tuli, karena tak bisa melihat dan mendengar apapun. Sampai akhirnya, telinganya menangkap sesuatu. Suara langkah kaki mendekat. Jantungnya berdegup kencang. Perasaannya berkecamuk antara senang bercampur takut. Senang karena akhirnya dia mendengar sesuatu, takut karena dia tidak tahu apa gerangan sesuatu itu.

Tiba-tiba Sungmin mendengar suara pintu dibanting terbuka. Ada seseorang yang masuk. Cahaya lampu dari luar ruangan yang sekilas memberikan cahaya belum sempat menerangi wajah seseorang itu, dan pintu telah kembali menutup. Mengembalikan kegelapan ke dalamnya.

Langkah kaki itu semakin mendekat. Sungmin tahu, meskipun tidak bisa melihatnya, dia bisa merasakannya. Ujung tempat tidur bergerak, itu berarti orang itu naik ke atas kasur, mendekatinya.

Hidungnya menangkap harum yang familiar. Wangi parfum yang sepertinya dikenalnya, tetapi dia tidak ingat siapa pemilik harum ini.

Sungmin lalu merasakan sebuah tangan dingin menyentuh pipinya. Jari jemari pemilik tangan itu menari menyusuri wajahnya.

Jantung Sungmin berdetak semakin bersemangat. Ada perasaan takut yang begitu besar dalam dirinya, tetapi dia juga merasa lega. Lega karena akhirnya ada orang lain di dalam kegelapan ini. Lega karena dia mendengar suara nafas lain selain miliknya.

“Minnie… kulitmu tidak berubah, tetap lembut…”

Sungmin tersentak. Suara ini… Kyuhyun…!

“Ngggh! Mmmph… nggh!”

Sungmin mendengar suara tawa Kyuhyun. “Sssst… sekarang belum waktunya memohon, Minnie… aku masih ingin memperpanjang sesi tanya jawab denganmu, ya?” seru Kyuhyun, jari jemari tangannya masih menari di atas wajah Sungmin.

Sungmin berusaha memberontak dari cengkeraman Kyuhyun, tetapi tubuhnya sudah terlampau lelah, dia sama sekali bukan tandingan lelaki gila ini.

“Selama kita terpisah, adakah orang lain yang menyentuhmu seperti ini? Kamu tidak boleh membiarkannya! Hanya aku yang boleh menyentuhmu seperti ini, karena kamu milikku, Minnie. Milikku seorang, selamanya aku tidak akan pernah membagimu dengan siapapun.”

Kyuhyun mendaratkan sebuah ciuman di kening wanita yang dicintainya itu. Lalu di hidungnya, di kedua pipinya, dan terakhir di bibinya. Ciuman-ciuman yang sesaat itu begitu lembut, membuat Sungmin melupakan sejenak fakta bahwa dia telah diculik. Bukan hanya diculik, tetapi diisolasi, dikurung dari dunia luar, oleh mantan kekasihnya sendiri.

“Tidurlah Minnie, aku tahu kamu lelah…”

Kyuhyun lalu menyanyikannya lagu pengantar tidur. Pernahkah Sungmin mengatakan betapa dia mengagumi suara Kyuhyun? Suaranya begitu memikat. Dalam dan menenggelamkan siapapun yang mendengarnya. Sungmin mencintai suara Kyuhyun. Tidak berapa lama kemudian, Sungmin pun tertidur pulas dalam pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun bergerak perlahan melepaskan rantai yang mengikat pergelangan kaki dan tangan Sungmin. Dia melakukannya dengan hati-hati agar Sungmin tidak terbangun. Setelah semua rantainya terlepas, dia menciumi pergelangan tangan dan kaki Sungmin yang lebam satu persatu.

“Maafkan aku, Min… Aku tidak ingin melukaimu seperti ini, tetapi kalau tidak begini, kamu tidak akan pernah pulang…” bisiknya lirih, sambil terus mendaratkan kecupan kecupan lembut di seluruh wajah Sungmin.

“Kita tidak membutuhkan yang lain. Hanya kamulah yang kuinginkan. Aku akan melakukan apapun untukmu, kamu tahu, apapun… Kamu tidak butuh orang lain selain diriku, Min. Aku janji, aku akan memberikan cintaku, semuanya yang kamu mau, semua yang kumiliki… Kita hanya membutuhkan satu sama lain. Benar begitu bukan, my love?”

Dan dengan itu, Kyuhyun menyusul Sungmin, menutup matanya dan terlelap. Lengannya menarik Sungmin ke dalam pelukannya, memeluknya dengan posesif seakan-akan menunjukkan pada kegelapan kalau Sungmin hanyalah miliknya seorang.

 ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦

Sungmin terbangun keesokan harinya dengan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya, rasa sakit yang tidak terkatakan. Rantai yang mengekang tangan dan kakinya memang sudah terlepas, tetapi ada rasa sakit lain, rasa sakit yang timbul dari luka yang tidak terlihat. Luka yang meskipun tidak tampak oleh matanya, tetapi terasa begitu perih. Luka itu semakin membesar setiap kali Sungmin melihat Kyuhyun.

Kyuhyun yang memperlakukannya dengan lembut, menanyakan apa yang dia inginkan, tersenyum dan menyanyi kepadanya, menciumnya, memeluknya, memberinya kehangatan. Kyuhyun, yang merampasnya dari kehidupannya, dan mengurungnya di dunia yang penuh dengan kegelapan dan kesunyian ini. Dunia yang dia sebut cinta, dunia dimana hanya ada Kyuhyun dan Sungmin. Dunia Kyuhyun, yang dingin, gelap, dan menakutkan.

“Minnie, kamu harus makan… Aku sudah membawakan sup labu kesukaanmu, ayo dimakan…”

Sungmin menutup mulutnya. Tatapan matanya kosong. Lebih baik dia mati kelaparan daripada harus hidup selamanya dalam kegelapan ini.

“Minnie, ayo buka mulutmu…”

Sungmin membuang mukanya ke arah yang berlawanan dengan tiba-tiba sehingga membuat sendok penuh sup yang dipegang oleh Kyuhyun terbanting ke lantai.

“Minnie…”

Sungmin gemetar. Dia hapal betul nada suara Kyuhyun yang ini. Nada suara yang pelan tetapi menusuk, menandakan Kyuhyun sedang marah.

“Kenapa kamu tidak mau makan, hah?! Apa susahnya menerima suapanku?! Bukankah ini makanan favoritmu!! Makan ini! Makan!!” Teriak Kyuhyun brutal. Dia menumpahkan semangkuk sup itu ke sekujur tubuh Sungmin. Ke wajahnya, lehernya, seluruhnya. Diacuhkannya erangan dan tangisan kesakitan dari Sungmin akibat terkena siraman sup panas tersebut.

Sungmin mencintai suara Kyuhyun, tetapi bukan suara yang ini. Sungmin tidak suka saat Kyuhyun berteriak kepadanya, dia takut. Sungmin takut dengan Kyuhyun yang seperti ini.

“Minnie, maafkan aku! Maafkan aku! Aku tidak bermaksud melukaimu, aku mencintaimu kamu tahu itu, kan? Maaf!”

Selalu begini. Kyuhyun akan meminta maaf setiap kali dia selesai menyakitinya. Dia akan terus meminta maaf sambil mengucapkan betapa dia sangat mencintai Sungmin. Sebenarnya cinta itu apa?

Sungmin merintih sedikit-sedikit ketika air dingin membasahi tubuhnya. Bekas siraman sup panas tadi terasa perih terkena guyuran air dingin ini.

“Sakit ya? Maafkan aku… Aku mencintaimu, Min… Kamu pasti mengerti aku tidak bermaksud menyakitimu, kan?”

Kyuhyun terus mengusap lebam-lebam berwarna merah di tubuh Sungmin yang diakibatkan oleh siraman air sup panasnya tadi. Dia menciumi lebam-lebam tersebut satu persatu, sambil terus mengucapkan kata maaf dan ‘aku mencintaimu’.

Sungmin menangis. Entahlah, dia bahkan sudah terlalu mati rasa untuk tahu apakah dia benar-benar menangis atau tidak.

“Aku membencimu, Kyu… Aku benci kamu! Kembalikan kehidupanku!” Pekik Sungmin. Dia sudah mengeluarkan seluruh tenaganya untuk meneriaki Kyuhyun tetapi hasilnya yang keluar dari mulutnya hanyalah jeritan yang begitu lemah.

Kyuhyun berhenti mengecup lengannya, dia menatap Sungmin sebentar, lalu memeluk tubuh Sungmin erat. Begitu erat, sampai Sungmin merasa begitu sesak.

“Tidak! Tidak! Kamu hanya kebingungan, Min! Kamu mencintaiku! Aku mencintaimu! Kita saling mencintai! Kamu sudah tiba di rumah sekarang, Min! Kamu seharusnya tidak bingung lagi…”

Kyuhyun lalu menciumnya dengan penuh paksaan, seperti hendak menelan wajahnya. Sungmin terlalu lemah untuk melawan. Sungmin menangis, Kyuhyun pun menangis. Jika dinding bisa menangis, mungkin dia sudah ikut menangis menyaksikan betapa cinta menghancurkan kehidupan dua orang manusia di hadapannya itu.

Kyuhyun mencium air mata Sungmin, berusaha membuatnya berhenti terjatuh, sedangkan air matanya sendiri tidak kunjung berhenti mengalir. Cinta ini menyakiti mereka berdua. Menghancurkan mereka berdua. Tetapi tidak apa-apa, selama mereka tetap berdua, sesakit dan sehancur apapun tidak apa-apa, asalkan mereka ada untuk satu sama lain…

 

 ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦

Sudah berapa lama berlalu..?

Sungmin tidak tahu.

Ruangan ini tetap dipenuhi dengan kegelapan. Sungmin mulai menganggap kalau kegelapan adalah ‘rumah’ baru baginya.

Dia buta dan tuli, tapi tidak apa-apa, dia tidak sendiri. Kyuhyun sudah membelikannya sebuah boneka kelinci untuk menemaninya ketika dia pergi bekerja.

Tetapi walaupun begitu, fakta bahwa dia tidak mendengar apapun, dan tidak dapat melihat apapun selain kegelapan ini, membuatnya takut. Terkadang dia merasa kalau dinding di sekitarnya semakin menyempit dan itu membuatnya sulit bernapas. Terkadang dia merasa dialah satu-satunya yang hidup yang tersisa, dia merasa semua meninggalkannya di sebuah ruang hampa, tanpa apapun, sendirian. Pikiran-pikiran itu membuatnya hampir gila. Hampir, karena ada sesuatu yang membuatnya tetap hidup. Sesuatu itu… ironisnya, adalah Kyuhyun. Kyuhyun yang membunuhnya perlahan-lahan, entah sejak kapan telah menjadi penyelamat baginya. Menjadi sumber kehidupannya.

Setiap kali Kyuhyun datang membawakannya makanan, menyuapinya, dan setiap kali Kyuhyun menyanyikan lagu pengantar tidur untuknya sambil memainkan rambutnya, lalu mengecupnya dengan lembut. Semua rasa takut dan pikiran-pikiran negatifnya tadi hilang entah kemana asalkan Kyuhyun berada di dekatnya.

Ketergantungannya kepada Kyuhyun ini membuatnya jijik. Sungmin merasa dirinya begitu rendah. Entah sejak kapan dia mulai mencintai penderitannya. Entah sejak kapan Sungmin mulai menikmati semua ini, menikmati obsesi Kyuhyun terhadapnya. Mungkin selama ini, bukan Kyuhyun yang sakit jiwa, melainkan dirinya.

“Minnie, katakan padaku kalau kamu mencintaiku…” seru Kyuhyun sambil mengalungkan lengannya di pinggang Sungmin dan mencium leher wanita yang dicintainya itu.

Sungmin bergidik merasakan sentuhan Kyuhyun, merasakan nafas Kyuhyun yang memburu di lehernya. Dia lalu meletakkan tangannya di atas tangan Kyuhyun dan membuka mulutnya untuk menjawab. “Aku mencintaimu, Kyu… sangat.”

How sly of her.

Paling tidak, yang mengingatkannya bahwa dia masih hidup adalah Kyuhyun. Ada Kyuhyun yang menemaninya di ‘rumah’ mereka. Ada Kyuhyun yang mencintainya. Ada Kyuhyun. Dia tidak sendirian dalam kegelapan ini, dia bersama dengan Kyuhyun. Laki-laki yang dicintainya, dan mencintainya.

“Aku juga mencintaimu, Minnie… lebih dari yang kamu tahu…”

 ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦

“…kkie…”

“Hyukkie!”

Eunhyuk tersadar dari lamunannya. Di depannya ada Donghae yang sedang menatapnya dengan khawatir.

“Aku… melamun lagi ya, Hae?” Tanya Eunhyuk, sambil tersenyum pahit, menanyakan pertanyaan yang sia-sia karena sebenarnya dia sendiripun sudah tahu jawaban dari pertanyaan itu.

Donghae tidak mengatakan apapun, hanya mengusap pipi kekasihnya itu dengan lembut. Akhir-akhir ini Eunhyuk sering sekali melamun, tidak fokus. Semua ini bermula sejak Sungmin menghilang secara tiba-tiba. Melamun adalah kebiasaan buruk Sungmin, entah sejak kapan ini menjadi kebiasaan buruk Eunhyuk juga.

“Apakah ada kabar terbaru dari Siwon, Hae?” Tanya Eunhyuk kepada Donghae dengan nada yang jelas-jelas mengharapkan kabar baik. Tapi melihat wajah Donghae semakin murung, Eunhyuk jadi semakin lemas, dia tahu jawabannya.

Sudah 7 bulan. 7 bulan berlalu sejak Sungmin menghilang. Eunhyuk benar-benar khawatir dengan sahabatnya itu. Dia sudah menanyakan kepada seluruh kerabat Sungmin mengenai keberadaannya, tetapi tak seorangpun dari mereka tahu dimana sahabatnya itu berada.

Donghae pernah mengatakan kemungkinan kalau Sungmin sedang berlibur. Tapi Eunhyuk langsung menyanggah kemungkinan tersebut. Sungmin bukan tipe orang yang senang berfoya-foya. Dia seorang workaholic sejati yang tidak mungkin lebih memilih liburan ketimbang lembur bekerja. Jadi sudah pasti Sungmin tidak sedang pergi berlibur.

Kemungkinan terakhir selain mengunjungi kerabat dan berlibur berarti adalah… Sungmin diculik.

Eunhyuk benar-benar panik begitu sampai pada kesimpulan itu. Beberapa minggu pertama dia bahkan terus menunggu di depan apartemen Sungmin, berharap akan melihat sahabatnya itu pulang, selamat dan lengkap. Tetapi hal itu tidak pernah terjadi.

“Minnie… kemana kamu? Semoga kamu baik-baik saja…” bisiknya lirih.

 ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦

“Cho Kyuhyun?”

Eunhyuk mengangguk. “Iya, dia mantan kekasih Sungmin. Mereka berhubungan sejak SMA tetapi hubungan mereka berakhir karena Sungmin tidak tahan dengan sikap posesif Kyuhyun.” Jawabnya, menatap Siwon cemas.

Siwon adalah kepala penyelidik di kepolisian yang menangani kasus hilangnya Sungmin. Dia juga teman dekat Donghae ketika kuliah dulu.

“Ada apa dengan Kyuhyun, Siwon?” Tanya Eunhyuk tidak sabar. “Apakah dia tahu dimana Sungmin berada?”

Siwon dan Kibum, rekan kerjanya di bagian penyelidik, saling pandang sejenak lalu mengangguk, mereka merasa Eunhyuk memang perlu tahu.

“Kami menemukan kemungkinan kalau Cho Kyuhyunssi adalah pelaku dibalik hilangnya Sungminssi. Siang ini kami akan menggeledah kediaman Cho Kyuhyunssi, semoga saja kami mendapatkan hasil yang baik.” Jelas Kibum, diangguki Siwon di sampingnya.

Eunhyuk tersentak. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Dia kenal Kyuhyun. Dia tahu Kyuhyun begitu mencintai Sungmin, tetapi ada sedikit rasa tidak percaya dalam dirinya kalau Kyuhyun bisa berbuat hal segila itu pada Sungmin. Entah kenapa dia tidak ingin mempercayainya.

 ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦  ♦ ♦  ♦  ♦  ♦

“Keluar! Cho Kyuhyunssi tolong keluar! Kami tahu kamu ada di dalam!”

Sungmin terbangun dari tidurnya, entah kapan terakhir kali telinganya mendengar begitu banyak suara seperti ini.

“Kyu… ap-“

Kyuhyun mengangkat Sungmin dari ranjang, dan menutup mata juga mulutnya. Rantai kembali mengekang tangan dan kaki Sungmin.

“Ngggh! Mmppphh…! Huuuhuuu…!”

Kyuhyun mendaratkan kecupan-kecupan lembut di seluruh bagian wajah Sungmin satu persatu. “Ssstt… tenanglah, Min… ini hanya sementara, aku terpaksa melakukan ini. Aku janji aku akan kembali padamu, nanti tak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita. Bersabarlah sebentar, my love.”

Dan dengan itu, Kyuhyun meletakkan Sungmin ke dalam peti besar di gudang rumahnya. Menutupnya rapat-rapat, lalu menindihnya dengan banyak peti-peti lain agar tersamarkan.

“Aku mencintaimu, Min… orang-orang itu tidak akan bisa memisahkan kamu dan aku…” bisiknya lirih, menatap timbunan peti itu untuk terakhir kalinya sebelum menutup dan mengunci pintu gudang rumahnya.

“Geledah semua isi rumah ini!” perintah Siwon kepada seluruh staff-nya. Timnya akhirnya mendobrak pintu rumah Kyuhyun karena tuan rumahnya tak kunjung menunjukkan diri.

“Apa yang kalian lakukan di rumahku?! Lancang sekali kalian!!”

Siwon mendengar Kyuhyun berteriak kepada staff-staffnya, tetapi tak satupun dari mereka peduli. Dia sendiri pun tak ambil peduli sedikitpun pada Kyuhyun, dia sangat yakin Kyuhyunlah penyebab dari hilangnya Sungmin. Dia yakin sekali Sungmin ada di salah satu tempat di rumah ini.

Langkah kakinya membawanya menuju gudang. Ada perasaan yang begitu kuat, yang tidak bisa dia jelaskan, keyakinan yang tidak terlihat mengatakan kalau dia semakin dekat dengan Sungmin.

Matanya lalu menangkap sebuah pintu kecil yang lusuh. Terkunci. Pintu itu lalu terbuka setelah dia mencoba mendobraknya beberapa kali. Ruangan itu gelap gulita. Matanya menerawang di sekitar ruangan itu, sampai akhirnya senternya menerangi tumpukan peti yang terlihat janggal.

Dan lagi-lagi, ada perasaan yang begitu kuat memenuhi dirinya. Sungmin ada disitu!

Siwon berlari mendekati tumpukan peti-peti itu tanpa ragu. “Sungminssi! Sungminssi! Kamu dengar aku?!” teriaknya panik, penuh harap.

Jantung Siwon berdegup kencang ketika dia mendengar rintihan-rintihan parau yang tenggelam dari arah peti-peti di hadapannya itu. Dia lalu meminta beberapa staff-nya untuk datang ke gudang, membantunya memindahkan peti-peti itu secepat mungkin.

Beberapa saat kemudian, semua peti terangkat. Siwon pun membuka tutup peti terakhir dengan cemas, gelisah, takut, juga berharap. Dan ketika terbuka, disana terdapat pemandangan yang begitu menyakitkan. Sungmin. Sungmin yang sangat berbeda dengan yang didengarnya dari Eunhyuk, Donghae, yang ceria dan penuh semangat. Sungmin yang ada di hadapannya saat ini adalah Sungmin yang benar-benar membuatnya ingin menangis. Tak seorangpun pantas mendapatkan perlakuan seperti yang Sungmin dapatkan, bahkan binatang pun tak pantas menerima perlakuan seperti ini.

“Kyu…?” terdengar suara parau Sungmin.

Siwon lalu mengangkat tubuh Sungmin dari dalam peti. Pakaiannya terkoyak-koyak, seluruh tubuhnya terikat dengan rantai. Benar-benar pemandangan yang mengenaskan.

“Kyu, maafkan aku! Aku janji aku akan menurutimu! Aku janji akan menjadi anak baik! Aku janji, karena itu jangan kurung aku disana lagi, Kyu! Aku mencintaimu! Aku sangat mencintaimu! Kumohon Kyu, jangan kurung aku disana lagi…!”

Sungmin mencium lelaki yang mengangkatnya dengan seluruh tenaga yang tersisa dalam tubuhnya sambil terus meneriakkan kata-kata maaf, dan ‘aku mencintaimu’, air mata tidak berhenti mengalir dari matanya yang tertutup. Siwon sempat memundurkan kepalanya, menghindari ciuman Sungmin, tetapi Sungmin terus mengejarnya, seakan-akan dia akan mati jika saat itu juga bibir mereka tidak bertemu.

Dada Siwon sakit melihat wanita di hadapannya ini. Begitu rapuh. Begitu hancur. Seandainya saja dia bisa menyelamatkannya lebih cepat, tentu saja semuanya tidak akan berakhir begini.

“Sungminssi, namaku Choi Siwon. Mulai sekarang kamu akan baik-baik saja. Kamu selamat Sungminssi.”

Sungmin berhenti bergerak. “Choi Si-? Kyu- … Kyuhyun! KYU! KYUHYUN KAMU DIMANA?!!!”

Siwon dan beberapa staff kepolisian terkejut mendengar Sungmin mulai berteriak-teriak dan memberontak. Dari luar ruangan itu lalu terdengar beberapa suara tembakan. Lalu datanglah suara itu. Suara yang membuat ketakutan Sungmin hilang ketika mendengarnya.

“Min! Minnie! Aku disini, Min! Jangan takut, kita akan kembali lagi ke rumah kita bersama-sama! Jangan takut, Min!”

Terdengan lagi beberapa suara tembakan.

“Kyuhyun!”

Lagi. Dan kali ini dibarengi dengan jatuhnya tubuh Kyuhyun ke lantai. Darah segar mengucur dari seluruh tubuhnya. Entah berapa banyak peluru mendekam di tubuhnya.

“Aku mencintaimu, Min… Selamanya kita akan selalu bersama, aku akan menjemputmu, tunggu a-ku…”

Sungmin menikmati kegelapan ini. Asalkan dia bisa mendengar suara Kyuhyun, asalkan dia tahu kalau Kyuhyun berada di dekatnya, tidak apa-apa.

“Kyu?”

Kemana suara itu? Kenapa menghilang?

“Kyu….? Kyuhyun! KYUHYUN! KYUHYUN!!!!”

Siwon, Kibum, juga staff kepolisian yang berada disitu benar-benar merasa kalau pemandangan yang sedang mereka saksikan sekarang begitu miris. Betapa cinta dapat membunuh dan menghancurkan dua orang manusia. Melihat jasad Kyuhyun terkapar di lantai, berlumuran darah. Melihat Sungmin yang tergopoh-gopoh mencarinya dalam kegelapan, memanggil nama kekasihnya yang telah tiada. Kyuhyun dan Sungmin, dua orang yang saling mencintai, tetapi kisah mereka tidak sebaik dan seberuntung orang-orang lain.

“Kamu bilang kamu mencintaiku?! Kamu bilang kamu akan menjemputku, Kyu…! KYUHYUN!”

Suara parau Sungmin menghiasi penutupan kasus siang itu. Kyuhyun dan Sungmin. Kisah cinta mereka begitu tragis. Berakhir dengan kematian. Kyuhyun meninggal dengan 8 peluru memenuhi tubuhnya. Sedangkan Sungmin, jiwanya telah lama mati. Sekarang, tanpa Kyuhyun yang menjadi penghilang rasa takutnya, dia juga telah mati. Kyuhyun dan Sungmin. Semoga di kehidupan berikutnya, cinta mereka berakhir dengan bahagia. Semoga…

Apa yang kalian perlu ingat adalah, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, dan tidak akan pernah berakhir baik. Begitu juga cinta yang berlebihan. Mencintai seseorang boleh, tetapi jangan terlalu berlebihan. Karena cinta yang berlebihan itu, akan merugikan dirimu sendiri, juga orang di sekitarmu. Take the note, readers! 🙂

 

_FIN_

 

Fanfic ini membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk gw tulis… Fanfic thriller pertama gw, jadi maklum ya kalau hawa mencekamnya nggak terasa… amatir, jadi ya mohon kritiknya… Jujur ya, nulis Fanfic ini bener-bener sebuah penderitaan buat gw… karena gw harus menyiksa my precious baby Ming…! *sobs hard* Kalo kalian mau marahin gw karena gw kejam, tega, it’s okay, gw ngerti gw emang mahkluk keji hik hik… T^T Gw emang pantes dibuang ke lautan trus dimakan ikan sapu-sapu karena udah tega-teganya membuat Minnie begitu menderita… Tapi gw juga menderita! Gw sedih harus membuat KyuMin terpisah! Gw juga agak sedih bunuh Kyuhyun di Fanfic ini! Hik hik… aduh kok jadi kepanjangan sih nih cuap-cuap. Yaudalah segitu ajah hik hik, sampe ketemu lagi di Fanfic saya yang lain ya!

_Saeriminnie_

36 Komentar (+add yours?)

  1. Yoon Sae-Ra
    Sep 22, 2011 @ 08:06:58

    aih aih saerim tega nian dikau apa yang kau lakukan pada suamiku
    -__-
    huh kasian kyumin…kyu sih udah kayak psikopat aja jadi atut ._.
    udah umin biarin aja si kyu itu mati #plakk cari yang lain gih tapi jgn sama siwon
    -_-

    Balas

    • Yoon Sae-Ra
      Sep 22, 2011 @ 08:08:13

      oh ia aku suka background nya….kyumin kyumin kyumin
      >////<

      Balas

      • saeriminnie
        Sep 22, 2011 @ 08:23:27

        LOL my twin kamu sensi ya sama simin? kalo haemin gimana? /plakkk

        aihhhh makaciiiiih aku juga suka bekgronku sendiri wkwkwk XD ♥

      • Yoon Sae-Ra
        Sep 22, 2011 @ 08:34:21

        aku g suka umin ama yang laen, cuma boleh ama Kyu doang…!!
        haemin jg g cocok…mereka kan sama2 unyu *lah trus?? -__-* #apadehgw
        ia aku suka kyumin..aihh kyumin…bikin kyumin lagi dong my twin >o<

      • saeriminnie
        Sep 22, 2011 @ 08:44:44

        LOL kalo aku suka kyumin, simin, haemin, hyukmin, mimin, henmin, yemin, … *list berlanjut* tapi aku gasuka kyu dipasangin ama orang selain min!!!! #gila
        tapi cuma sekedar suka, yang aku ship cuma kyumin ama haehyuk LOL XD

        bikin lagi? hmm setelah ini ming yg kubunuh ya? .___.

      • Yoon Sae-Ra
        Sep 22, 2011 @ 09:01:58

        kyu juga g boleh sama siapun..terutama SIWON..GAK BOLEHHH -___-
        oh God I hate Wonkyu =_____=
        mwo?? tega nian drmu T___T
        *jambak saerim*
        buat yg fluff aja napa sih ><

      • saeriminnie
        Sep 22, 2011 @ 09:05:36

        wkwkwk iya kyumin forever!
        kalo aku yg paling kubenci itu qmi! =.=’ aku suka zhoumi tapi aku benci qmi!!!!!! uugrh

        yang fluff ya? tapi mingnya jadi cewek nakal(?) ya? /plakkk

  2. parkyoonha
    Sep 22, 2011 @ 11:11:09

    hoah… rasanya pengen mati aja baca ini FF… gosh… ya tuhan…
    kenapa ujung2nya mati sih? huhu…
    kyu… aku tahu kamu emang mencintai Minnie… & aku bisa mengerti juga kenapa kamu melakukan hal itu. dengan membaca ff ini bertambahlah sudah rasa benciku pada seorang Siwon… aku benci namja itu!
    thor bikin squelnya dong… jebbal…

    Balas

  3. Yoon Sae-Ra
    Sep 22, 2011 @ 11:36:54

    sama aja dah..wonkyu..qmi..aku gak akan baca ff ttg mereka =..=
    heh apa jadinya umin ku yang innocent jd nakal..g cocok my twin..batalkan niat nista(?)mu itu :p

    Balas

    • saeriminnie
      Sep 24, 2011 @ 05:13:52

      my twin… hapeku error…rusak total jadi mian aku nggak bisa bales smsmu… ;A;
      oh iya kamu mau request FF yang sadistic masochist gitu kan? casts-nya siapa? kyumin??? ^^ bales disini aja yooo 🙂

      Balas

      • Yoon Sae-Ra
        Sep 24, 2011 @ 08:39:34

        omo kasian..apa hp mu uda uzur ya #plakk XD
        eh jgn kyumin gak tega aku ;A:
        aih sapa aja boleh..tapi jgn kyumin .___. #heh
        pokoknya sapa aja yg menurutmu cocok ama ntu ff dah ~(‘o’)~

      • saeriminnie
        Sep 25, 2011 @ 06:48:33

        iya hapeku emang udah uzur… ;A;
        ahh menurutku yang cocok jadi psikopat tuh cuma kyuhyun… jadi kyumin aja yah my twin? please…? >,< *puppy eyes* kali ini aku akan membuat mereka bersatu deh tapinya… okeoke? *ditabok*

  4. ainiSOSO
    Sep 22, 2011 @ 13:48:57

    ohmygawddd ini sangat keren bb!!! Memacu adrenalin kkk beneran ini memberikan kesan berbeda wooow mau lg yg kayak gini seruuuuu :*

    Balas

  5. ananda
    Sep 22, 2011 @ 14:36:47

    hampir aja w kira ff ini yaoi, tp pas w baca identitas ffnya, w baru tw klo itu switch gender. wkwkwk…
    ff yang bagus banget sis, tp lebih mengenaskan lg klo sungmin langsung bunuh diri pas tau kyuhyun meninggal.

    Balas

  6. sulliefckyeaHAE
    Sep 23, 2011 @ 23:21:57

    Nyooo… Maap nimbrung baca! Sully imnida.. ^^

    Aish, sedih & nyesek rasanya KyuMin harus terpisah dengan cara seperti itu. Meskipun nggak dipungkiri seneng juga dibalik posesifnya Kyu, Kyu & Min saling mencintai. Saling membutuhkan. Please buat sekuelnya. Haha, mungkin lly reader yg sangat egois ya. Tapi lly beneran ngga ikhlas deh kalo KyuMin dipisah gini. Huhuhuhu~~~ *peyuk jasad abangKYU sama MIN noona*

    Hmm, thriller pertama ya? lly ngga suka sebenernya sama genre ini. Tadi juga ngga merhatiin ada warning apa nggak di atas, makanya lly berani baca. Tapi nyampe pertengahan, akhirnya banyak yg di skip juga. Hehehe…. Bagus kok fic-nya. Berasa juga sih feel-nya. Pokoknya lly request sequelnya ya… Kekekekeke…………

    Balas

    • saeriminnie
      Sep 24, 2011 @ 05:18:59

      sequelnya ya…?
      hmm sebenernya aku nih author yang nggak terlalu suka sama sequel, soalnya aku takut sequel yang aku buat malah merusak ending cerita yang sudah ada… o___o
      tapi kalo pada minta sequelnya, hmm aku cob deh, tapi SiMin ya? hehe kyunya kan udah meninggal? *dibunuh kyumin shippers*

      Balas

  7. Mrs.Pumpkins
    Sep 27, 2011 @ 07:47:43

    ONNIEEE #bawakampak
    tega nian dirimu menyiksa my KyuMin
    Kyuhyun jahat banget sich ngurung umin kaya gitu T^T
    kenapa Kyuhyun harus mati hiks.. hiks..
    tpi jujur Onnie ceritanya keren banget ^^, tpi penyiksaanya masih kurang tuch 😛

    Balas

    • saeriminnie
      Sep 27, 2011 @ 15:01:17

      Makasih sayaaaang~~~ >///<
      kkk kalo penyiksaannya ditingkatkan genre-nya nggak cuma Thriller dong, tapi jadi SM jugak?! wkwkwk
      aihhh ntar deh bikin KyuMin yang SM~ *dibantai KyuMin shipper*

      Balas

  8. risydahambaallah
    Okt 15, 2011 @ 14:40:58

    aku minta sequel, tp tetep kyumin, jd gini sungminkan udh ky mayat hidup pas kyuhyun mati, gmn kalau datangin kyuhyun lagi dgn marga choi jd adiknya siwon terus muka mirip kyuhyun terus sifatnya kyuhyun yg asli, yg kaya cuek gt, terus namanya qui xian

    Balas

  9. cha_gyumin
    Okt 21, 2011 @ 16:12:23

    kyu nya terlalu terobsesi sama minnie. jarang baca ff kyumin GS thriller seringnya romance comedy #gaadayangtanya.
    ff nya bagus kok, thor. ^^

    Balas

  10. KyuLoveMin
    Jun 15, 2012 @ 05:55:42

    ah… kyuhyun meningal….. ah.. cinta yg menyesekn hati…. kyumin.. sy suka pair kyumin..

    Balas

  11. hye won
    Jun 25, 2012 @ 16:18:53

    hikss….gak terima ni ff sad ending…
    sekuel…
    sekuel…*demo*
    hehehe…
    tapi,feelnya dapet banget!!! daebak!!!^^
    like..like…like…

    Balas

  12. mikyungmii
    Sep 15, 2012 @ 17:19:33

    Aigooooo.. Kyuhyun-ah ㅜㅜ

    Balas

  13. 은수박
    Okt 12, 2012 @ 06:54:27

    Sereeeeemmm.. Kyu keliatan baik diawal tapi pas kesana2 nyeremin. Cinta kyu ke ming berlebihan banget. nyekam nya kerasa!!!

    Balas

  14. Suci Rahmaaa
    Feb 28, 2013 @ 05:47:11

    keren~!!!!!
    bkn merinding deh~ keposesifan kyu yang bgtu malah buat ming jd ketergantungan.. aduh itu d peti mati? gilaaa psikopat ya! tapi bener feel ngena bgt,endingnya malah bkn aku nangis malahan.. T___T

    Balas

  15. ImSFS
    Mar 26, 2013 @ 08:58:16

    Main pairnya meninggal. Kya kya kya..
    Sedih banget bacanya..
    Tapi gak papa, asal kyumin selalu bersatu dan tak terpisahkan..

    Balas

  16. Lee Min Chan
    Agu 29, 2013 @ 06:38:57

    huaaaa~
    authornya tega !! ini bneran sad ending u.u

    Kyu nya mati , Mingnya stress .. u.u

    Balas

  17. Putri407
    Sep 18, 2013 @ 15:40:00

    Huaaa T.T
    sad ending
    #tebar tisu

    Balas

  18. MayaSiwonestELF
    Sep 22, 2013 @ 08:31:35

    keren nih
    like it 🙂
    tp rada gk tega buat KyuMin bgni 😦

    Balas

  19. hatake andrion junior
    Okt 16, 2013 @ 09:34:03

    nyeri.nyeri..yak ampun,knp brkhr bgni >.<

    Balas

  20. sunshine24
    Des 04, 2013 @ 12:35:00

    Aduh thor serem bgt feelnya kerasa bgt ^^ terus berkarya thor ^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: