Heechurella and The Bunny Factory [Ch.1]


Title : Heechurella and The Bunny Factory

Casts : girl!Heechul, girl!Sungmin, Hangeng, Kyuhyun, SJ members, KhunToria, KPop Idols

Genre : AU, Fluff, Humour(?), Romance(?)

Rating : G (for now)

Warning : Jika kalian bukan penggemar cerita yang lebay, geje, dan tidak bermutu, jangan sekali-sekali mencoba membaca fanfic ini. Ingat saya sudah memperingatkan!

♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣     ♣

Pada zaman dahulu kala, di sebuah desa kecil di pinggir sungai, hiduplah seorang gadis yang wajahnya saaaangat cantik, meskipun hatinya tidak secantik wajahnya sih, (Heechul: HEH) yah intinya gadis itu sangatlah cantik, tidak ada seorangpun yang bisa menandingi kecantikannya di desa itu. Nama gadis itu adalah Heechurella, tapi kadang-kadang karena namanya kepanjangan dan rada norak, para penduduk sekitar lebih senang memanggilnya Heechul. Heechul tinggal di sebuah gubuk reyot bersama dengan paman dan bibinya yang seorang petani tauge, yang juga merangkap tukang satay, tapi kadang-kadang kalo PERSI*A lagi menang-menang terus mereka juga banting setir jadi penjual merchandise-nya. Nama paman dan bibinya ini adalah Nichkhun dan Victoria, atau kalo di google biasanya disingkat jadi KhunToria.

Pagi ini, adalah pagi-pagi yang membosankan seperti biasanya bagi Heecurella. Matahari sudah bersinar sejak lama dengan teriknya, tetapi gadis cantik ini masih dengan asoynya ngiler di atas kasurnya yang bermotif bunga-bunga.

“Heecurellaaaaaaaaaaaaaaaaaa~!”

Yak mulailah teriakan mesra bibinya Victoria, berkumandang di gubuk imut mereka.” Heecurellaaaaaaaaaaaaaa~! Yuhuuuu dear, cepat banguuuuuuuuun~!”

Heechul bergerak dalam tidurnya, wajahnya yang cantik menunjukkan kemurkaan yang amat sangat.

“Heecurellaaaaaaaaaaaaaaa~!”

Heechul tidak tahan lagi.

“Woy selow woy teriaknya nggak perlu ngebangunin orang sekampung gitu kali!” balas Heechul pada bibinya yang seksi itu. Heechul pun terpaksa mengakhiri tidurnya yang cantik, dia lalu mengusap kedua matanya yang berbulu mata lentik dengan jari-jarinya yang lentik. Huh Heechul memang picik. (Heechul: HEH APA HUBUNGANNYA?!)

Setelah membereskan tempat tidur, mandi dan sedikit bersolek, Heecurella kemudian turun ke lantai bawah menghampiri paman dan bibinya.

(gila kan gubuk aja bertingkat kalo di fanfic gw o___o) #abaikan

“Good morning aunty vic~ uncle khun” sapa Heechurella ketika sapai di ruang tamu dan melihat paman dan bibinya asik sarapan sambil menonton acara musik top di seantero desa, mailbox.

“Eh si cantik udah bangun, good morning. Gimana beauty sleep-mu semalam?” balas Nichkhun tersenyum kepada keponakannya tersebut. Keluarga ini memang keluarga bilingual, kadang mereka ngomong pake bahasa Indonesia, kadang pake bahasa Inggris, maklum Nichkhun biarpun petani dulu sempet jadi bangsawan bentar di Irlandia, tapi karena ternyata dia bukan anak kandung, Nichkhun pun harus menerima takdirnya diusir keluar dari istana ketika pangeran yang asli kembali. #abaikan

“Zǎoshang hǎo, Heechurella. Sini sarapan dulu, cantik.” kali ini bibinya. Bibinya yang seksi ini memang keturunan orang sipit, dia impor jauh-jauh dari negri Cina, bukan cisar lho a.k.a cina nyasar. Makanya kadang-kadang bibinya ini masih suka berkicau pake bahasa eyangnya alias bahasa sunda, eh bahasa cina ding. Lho jadi kalo gitu keluarga mereka bukan bilingual dong, tapi trilingual? Ahh udahlah bi aja, kebetulan author ini penggemarnya Rain~ #apasih #abaikan

Heechurella tersenyum kepada pasangan KhunToria, dia menatap haru kepada pasangan suami-istri yang sudah sudi merawatnya sejak kecil itu. Heechul pun kemudian berlari ke pangkuan paman dan bibinya dan menangis sejadi-jadinya. Aihh… author aja sampai bergelimang air mata menulis peristiwa yang mengharukan ini… (Hecchul : woy yang bener woy!!)

Oke, ralat.

Heechurella tersenyum kepada pasangan KhunToria, dia lalu mencium pipi paman dan bibinya lalu duduk di salah satu kursi yang kosong untuk menikmati sarapan paginya.

“Uncle Khun, tumben kamu masih di rumah jam segini? Biasanya kan udah di ladang sambil berdendang dan menari bersama kumbang-kumbang.” kata Heechurella sambil terkekeh.

Nichkhun dan Victoria tertawa mendengar kalimat keponakan mereka yang cantik itu.

“Kamu ini ada-ada saja. Kamu tidak lihat di luar sedang hujan lebat, nanti kalau uncle tetap ke ladang bisa-bisa uncle tergelincir dan tersambar petir, kan mendingan ngacir.” seru Nickhun menimpali Heechurella.

“Iya, nanti uncle-mu bisa sakit, kalo sakit nanti dia bisa jadi parasit, udah tahu kita ini muskin tidak berduit… masa nanti kita bayar tabib pake pangsit.” sambung Victoria.

(ini kenapa jadi permainan kata gini sih-___-)

“Oh iya ngomong-ngomong, ponakanku yang cantik.”

Heechurella berhenti makan, dia menatap pamannya yang mendadak berwajah serius. Entah kenapa suasana di dalam gubuk mereka yang reyot itu tiba-tiba menegang. “A-ada apa… uncle?” tanyanya gugup.

Nichkhun menatap Heechurella dengan tatapan yang tajam setajam nada bicaranya Veny Rose, lalu dia membuka suara, “Ada yang ingin uncle katakan, uncle ingin meminta tolong padamu… apakah kamu bersedia menerimanya?”

“Aku mau saja kok uncle, anggap saja ini sebagai rasa terima kasihku atas jasa kalian yang telah berbaik hati mengurusku selama ini.” jawab Heechul patuh.

Nichkhun dan Victoria saling lirik sebentar, lalu mereka menarik napas lega dan suasana tegang yang tadi terasa pun hilang sudah.

“Memangnya mau minta tolong apa sih, uncle? Kok tadi mintanya serius banget, kayak mau nyuruh aku pergi ke ujung dunia aja, hahaha.”

Pasangan KhunToria saling lirik lagi dengan gugup, lalu ikut-ikutan tertawa bersama ponakan mereka, berharap dapat menghilangkan rasa gugup dalam hati mereka. “Ha… haha.. hah.. ahaha…”

Heechurella, kamu tidak tahu saja kalau kamu sebentar lagi memang akan pergi ke ujung dunia.

♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣     ♣

“Udah ah aunty jangan nangis mulu, nggak biasanya kamu cengeng gini? Biasanya cuma mewek kalo lagi nonton sinetron Hodong Yang Tertukar doang, kok ini jadi jadi mendadak cengeng gini, sih? Aku kan cuma mau nganterin tauge ke kota sebelah doang… udah tenang ya aunty…”

“Hikss… hikss…” tapi Victoria terus menangis bombay dalam pelukan suaminya. Hari ini adalah hari keberangkatan Heechul, dia akan pergi melaksanakan permintaan Nichkhun.

“Udah kamu pergi aja, Heechul, biar aunty-mu uncle yang tenangkan. Dia emang lagi sensitif sejak semalem, maklum semalem si Hodong disiksa lagi sama pembantunya, jadi dia ikut-ikutan sedih kalo inget adegan di sinetron kesayangannya itu. Udah tenang aja, nanti juga dia baik sendiri. Ya?”

Heechurella yang memang pada dasarnya adalah anak yang sayang keluarga, walaupun bukan anak baik, dia memandang khawatir kepada bibinya, tetapi melihat senyuman menenangkan pamannya, dia pun akhirnya luluh dan menurut.

“Baiklah uncle, kalau begitu aku pergi dulu.” kata Heechurella kemudian sambil mencium tangan Nichkhun. Dia kemudian menghadap ke bibinya yang masih terisak, “Aunty, jaga diri baik-baik ya, tenang aja, aku akan cepat kembali kok.” serunya, mencium tangan Victoria, tetapi yang dicium malah tambah heboh nangisnya, sekaang malah sambil meraung-raung.

“Sudah jangan dipikirkan, biar uncle yang tangani, kamu pergi saja, nanti ketinggalan kereta Siwon, eh kereta kuda, lho.”

Heechurella pun mengangguk, setelah mengucapkan beberapa pesan perpisahan terakhir dia lalu mulai berjalan meninggalkan gubuk reyot bertingkat mereka, KhunToria menatapnya sambil melambaikan tangan mereka dari kejauhan.

“Udah honey, kamu jangan nangis terus…” Bisik Nichkhun pada istrinya yang masih juga bermewek-mewek ria.

Victoria menjawab dengan sura parau, “Tapi aku merasa bersalah darling, masa kita tega banget mengusir ponakan sendiri demi bulan madu kedua!”

“Yeee gimana sih, itu kan idemu sendiri! Kan kamu yang bilang nggak enak kalo Heechurella ditinggal sendirian di gubuk pas kita second honeymoon di Alaska?”

“Tapi tapi tapi tapi kan… aku kasian sama ponakan kita yang cantik… Huweeeeeeeeeeeeeeeee…”

Nichkhun lalu memeluk istrinya yang seksi itu, dan mengelus-elus rambutnya. “Sshh udah udah ah, percuma kamu nangis sekarang, mendingan kita ganti baju, kita tidak boleh telambat ke bandara.” katanya sambil mengajak Victoria masuk.

Akal bulus mereka terbongkar juga, kan? Dasar pasangan beda negara ini, tega sekali mereka melakukan hal sekeji itu demi dapet bulan madu kedua?! Lalu bagaimana dengan nasib ponakan mereka yang korban muslihat itu? Kita lihat saja…

♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣     ♣

Heechurella menatap peta yang dipengnya lekat-lekat, dilihat berapa kalipun dia tetap tidak mengerti apa yang dimaksud oleh tulisan-tulisan yang tertulis disana. Dia lalu meremas kertas peta itu dengan gak nyate.

“Dasar aunty babo!!!!! Kenapa bikin peta pake bahasa Cina, sih!!! Aku mana ngerti!!!!” teriaknya, membuatnya dipandang aneh oleh orang-orang sekitar.

Heechurella lalu duduk di sebuah bangku di taman dekat situ. Tatapan matanya menerawang. Dia sekarang berada di sebuah kota asing yang sama sekali tidak diketahuinya. Ini pertama kali sepanjang sejarah hidupnya yang gilang gemilang dia menginjakkan kakinya yang mulus ke kota, maklum selama ini dia kan cuma jadi kembang desa.

Dia lalu melihat-lihat isi tasnya. Selain sekantung uang pemberian uncle dan aunty-nya, beberapa pakaian dan pakaian dalam, bekal minum dan makanan, juga boneka, disana ada sebuh kotak kecil dan amplop.

Eung? Amplop…?

Heechurella buru-buru menarik amplop itu keluar dari tasnya, dan membukanya, dia menemukan sebuah surat di dalamnya. Dibukanya surat itu dan dibacanya perlahan-lahan.

Dear our one and only niece, pretty Heechurella

Mungkin saat kamu membaca surat ini, kami sudah sampai di Alaska.

We are sorry, Heechurella… bukannya kami tidak mencintaimu, tapi uncle dan aunty sudah lama sekali ingin merasakan bulan madu lagi untuk kedua kalinya…

Karena itu kami berbohong menyuruhmu mengantar tauge ke kota sebelah, padahal sebenarnya kami hanya ingin mengusirmu pergi dari gubuk. Kami sepakat kalau kamu pasti akan kesepian sendirian di rumah, jadi lebih baik kamu berpetualang saja disana! Ide kami cemerlang, kan? 😀

Begitulah Heechurella, jaga dirimu baik-baik, jangan lupa cari teman ya!

From your handsome uncle and sexy aunty, KhunToria.

Tangan Heechurella sudah bergetar hebat ketika dia selesai membaca surat biadab itu.

“Berani sekali mereka! Hah lebih baik aku pulang daripada berada disini!” umpat Heechurella. Tetapi dia lalu menangkap sebuah tulisan yang tertera di sudut bawah surat tersebut.

PS : Percuma kalau kamu mau pulang sekarang, kereta yang bisa mengantarmu kembali ke desa hanya ada dua minggu sekali, kamu lupa kalau desa kita desa terpencil? Hohoho jadi nikmati petualanganmu saja, ya! Adios~

-KhunToria-

Heechul mengacak-acak rambutnya frustasi. Pantas saja dia merasa aneh paman dan bibinya membekalinya pakaian dan uang begitu banyak, ternyata ini rencana mereka!

“Dua orang itu… tunggu saja pembalasanku!” teriak Heechurella sambil menunjuk ke langit.

♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣     ♣

TBC

♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣    ♣     ♣

Bagaimanakah nasib Heechurella di kota asing itu selanjutnya?

Haruskah saya melanjutkan fanfic geje ini?

Jika kalian penasaran, silahkan kalian tunggu lanjutan dari fanfic yang belum jelas akan dilanjut atau tidak ini, hohoho~

Salam, Saeriminnie. Author merangkap narator. Sekian.

8 Komentar (+add yours?)

  1. Yoon Sae-Ra
    Agu 23, 2011 @ 09:44:25

    Nyahahaha ternyata dirimu bisa buat yg gaje juga xD
    *cium saerim*
    jd tu khuntoria g ada tmpt bulan madu yg lbh oke apa =..=
    oh aku kecewa ama khuntoria #apadeh
    lanjut ya say…q penasaran mana ming jd cewek pula o.o

    Balas

  2. aini_chul
    Agu 24, 2011 @ 13:01:35

    Huahaha ahhh gara-gara ini gue jadi ga galau lagi akan kepergian hicul yang mau wamil :p makasih ya sis ^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: