Tears [SoheeChul Fic]


Title : Tears

Pairing : SoheeChul [Heechul & Sohee]

Genre : Drama, Romance

Rating : PG-15

Disclaimer : This beautiful poster goes to Glitters&Me! I’ll never get tired thanking you, Mell! ♥

Warning : Kalo nggak suka pasangan satu ini jangan baca. Stop bashing if you’re smart people! Thx.

A/N : Akan lebih nyambung dan dimengerti jika kalian nonton dulu Family Outing Season 2 yag ada Soheechul sebelum baca FF ini, tapi ya terserah sih. Okay enjoy people! 😀

————————

Menangis bukan berarti kita merasa sedih, tidak menangis juga bukan berarti kita tidak merasa sedih. Itulah yang selalu ada dalam pikiran seorang Ahn Sohee, seorang superstar yang merupakan salah satu member dari sebuah girl group internasional, Wonder Girls. Ahn Sohee tidak pernah menangis. Bahkan ketika mereka mendapatkan penghargaan penyanyi terbaik, bahkan ketika Hyuna pergi meninggalkan Wonder Girls, bahkan ketika dia mengalami kecelakaan motor, bahkan ketika dia harus pergi meninggalkan keluarganya di Korea untuk pergi ke Amerika, bahkan ketika Mimi harus pergi meninggalkan Wonder Girls, Sohee tidak pernah menangis. Tak pernah sekalipun.

Seorang Ahn Sohee, bukanlah seorang idola yang senang mengumbar air matanya. Hal itu membuatnya dikenal sebagai idola yang kuat, banyak juga yang mengatakan style-nya sangat cool, orang mengenalnya sebagai idola yang sangat tegar dan tidak cengeng. Tetapi, tidak sedikit juga komentar negatif yang muncul karena sifatnya yang satu itu. Banyak orang mengatakan Ahn Sohee hanyalah seorang idola yang angkuh dan arogan. Dia tidak pernah menangis, tandanya dia tidak punya hati. Sohee itu seperti boneka, menarik tapi tidak punya emosi, dia tidak pernah peduli pada apapun yang terjadi di sekitarnya.

Sohee bukannya menutup telinga pada semua perkataan buruk tentangnya itu. Meskipun dia tidak mengatakan apapun, diam-diam dia terluka. Meskipun dia selalu mengatakan kalau dia baik-baik saja, sebenarnya dia sama sekali tidak baik-baik saja. Tetapi Sohee sudah berhenti untuk peduli. Dia sudah berhenti membiarkan hatinya merasa sakit. Dia sudah lelah dengan semua itu.

Sohee sudah berhenti peduli. Untuk apa dia tetap peduli jika semua orang tidak pernah melihat usaha kerasnya?

Suaranya bukanlah yang terbaik dalam grup, mungkin dia berada di peringkat terendah jika menyangkut kualitas suara. Semua orang tahu mengenai hal itu. Tetapi yang tidak semua orang tahu adalah, Sohee berusaha keras. Meskipun bakat adalah sesuatu yang tidak bisa dikejar walau dengan usaha sekeras apapun, Sohee selalu berusaha untuk membuat suaranya menjadi lebih baik, lebih bagus. Dia selalu berlatih, dia terus mencoba dan mencoba untuk lebih banyak menyanyi. Tetapi sekali lagi, bakat adalah sesuatu yang tidak bisa dikejar meskipun dengan usaha sekeras apapun. Hal itu membuat orang-orang itu, yang tidak pernah menyaksikan usaha kerasnya, terus menerus mencerca suaranya, mempermasalahkan semua kekurangannya, bahkan mempermasalahkan kelebihannya. Tak pernah sedikitpun mereka melihat usaha kerasnya, mereka menutup mata pada semua itu. Karena itulah, Sohee sudah berhenti untuk peduli.

————————

Hari ini adalah hari pertama mereka pulang ke Korea setelah sekian lama berusaha di Amerika. Seharusnya mereka berhak mendapatkan libur setelah sibuk selama setahun penuh di negeri orang, kan? Seharusnya memang begitu, tapi nyatanya hari ini mereka diharuskan untuk bekerja langsung setelah mendarat di Korea. Family Outing 2, itulah nama show yang harus mereka lakukan, Jane bilang mereka bahkan sudah siap untuk menyambut di bandara.

“Apa yang harus kami lakukan di acara itu, nanti?” tanya Yenny malas kepada manager mereka, Jane.

“Kalian akan bermain dan berbicara agar lebih dekat satu sama lain.” jelas Jane pada anak buahnya itu, Yenny mendengus. Jujur saja, dia kesal mereka diharuskan bekerja. Paling tidak berilah mereka istirahat selama satu hari, atau beberapa jam. Mereka bukan robot, mereka juga manusia!

“Sudahlah Yeeunnie, bear with this, okay?” seru Sun, tersenyum lemah pada membernya tersebut. Mau bagaimana lagi, walaupun dia sebenarnya juga lelah, ini adalah jala yang mereka pilih sendiri, sebuah kewajiban yang harus mereka kerjakan.

Sohee diam saja, percuma bicara toh tidak akan merubah apapun. Lagipula dia terlalu lelah untuk berargumen. Tetapi dia langsung bereaksi ketika salah satu Unnie-nya menyebut nama seseorang.

“Heechul-ssi? Dia juga salah satu pengisi acara?” seru Yeeun, yang langsung membuat mata Sohee terbuka.

Dia lalu mendengar Sunye menjawab, “Iya, Kwon-ah mengirimiku pesan barusan, akan ada Yoona juga.”

Orang itu… akan ada disana? batin Sohee, tanpa sadar di bibirnya terulas sebuah senyum tipis. Rupanya hari ini tidak buruk juga.

————————

Seharian syuting Family Outing 2 membuat semua member Wonder Girls lelah bukan main. Tetapi mereka bahagia. Mereka yang pada awalnya terpaksa syuting hari itu berubah menjadi berseri (bahasa apa coba ini-___-) ketika mendapat kejutan dari para kru. Ibu Yeeun datang! Ibu Yeeun adalah Ibu mereka semua, apalagi Sunye yang memang sudah kehilangan Ibunya sejak kecil.

Dan Sohee juga banyak tersenyum hari itu. Tentu saja, jika ada orang itu. Orang itu, satu-satunya laki-laki yang bisa membuatnya nyaman, satu-satunya laki-laki yang bisa membuatnya benar-benar menjadi dirinya. Laki-laki yang bernama Kim Heechul.

Ketika ditanya oleh media, apa arti seorang Kim Heechul bagi Ahn Sohee, Sohee selalu menjawab kalau “Dia adalah orang yang sangat kuhormati, dia mengajariku banyak hal. Aku tidak terlalu pandai berinteraksi dengan orang lain, dan dia membantuku membuatku merasa lebih nyaman.” Dengan kemampuan aktingnya, dia membuat media mempercayai semua kata-katanya. Mereka tidak pernah tahu, kalau arti seorang Kim Heechul bagi Ahn Sohee adalah lebih dari itu, selalu lebih dari itu.

“Soso, aku dan yang lain akan mengunjungi rumah Yeeunnie, apakah kamu mau ikut?”

Sohee menatap Sunye yang barusan bicara, mereka baru saja selesai mengganti pakaian, selesai dari shooting Family Outing Season 2, mereka sedang berada di ruang ganti.

“Aku menyusul saja, Unnie.” jawab Sohee kalem, tersenyum tipis kepaa keempat rekannya. Sunye dan yang lain tersenyum padanya sebelum mengucapkan sampai nanti dan keluar dari ruang ganti.

Sohee sedang merapikan barang-barangnya di dalam tas ketika dia mendengar suara-suara itu lagi.

“Ahn Sohee itu, sampai kapan dia akan mempertahankan sikap angkuhnya? Dia kira dia putri? Hah!”

“Aku benar-benar muak melihat tingkahnya tadi! Ekspresi wajahnya membuatku ingin muntah! Tidak bisa menari saja sok menari! Menyebalkan sekali dia.”

Terkadang, disaat seperti ini, Sohee tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Haruskah dia menangis? Pada akhirnya dia hanya akan memeluk tubuhnya yang gemetar, merasakan kedinginan dan penolakan yang amat sangat menyakitkan. Tapi sampai kapan? Sampai kapan orang-orang itu tahu kalau dia sebenarnya sama sekali bukanlah orang seperti itu? Sampai kapan mereka akan terus menerus salah paham tentang dirinya? Sampai kapan… dia akan bisa bertahan dari semua ini?…

Kamu ini memang keras kepala.”

Sohee menengadahkan kepalanya. Di hadapannya, berdirilah Kim Heechul yang sedang tersenyum ke arahnya. Entahlah karena matanya yang sedikit berkaca-kaca atau memang Heechul sebenarnya setampan ini, tetapi Heechul yang dilihatnya sekarang benar-benar berbeda dengan yang biasanya dia lihat.

Heechul lalu mengambil kursi dan duduk di sebelahnya, dan tanpa dia sangka-sangka, Heechul lalu memeluknya, erat. “…Oppa?” tanyanya mempertanyakan sikap Heechul  ini, walaupun dia sama sekali tidak keberatan.
“Dengarkan aku,” kata Heechul, Sohee pun menutup mulutnya, menunggu Heechul berbicara. “Tears are God’s gift to us.  Our holy water.  They heal us as they flow.(Rita Schiano, Sweet Bitter Love, 1997)” lanjut Heechul. Mereka berdua terdiam sejenak, sebelum akhirnya Sohee nyeletuk, “Kalimat yang bagus Oppa, tapi apakah kamu tahu artinya?”
Heechul lalu melepaskan pelukannya, menatap Sohee sambil cemberut. “Aish baiklah aku mengaku aku hanya mengutip kalimat itu dari buku saja! Ahh kamu ini bisanya merusak suasana!” serunya, membuat Sohee terkikik geli.
Orang ini memang benar-benar… hanya dia yang bisa membuatku seperti ini… batin Sohee.
“Sohee-ah, menangis bukan berarti kamu lemah. Biarkan air matamu jatuh, lalu kesedihanmu akan jatuh bersamanya. Kamu boleh menangis, jadi menangislah sesukamu…”
Sohee menatap Heechul dengan tatapan kosong. Benarkah?
“Kamu sudah berusaha selama ini, Sohee-ah…”
Kamu sudah berusaha…
Kamu sudah berusaha…
Heechul lalu memeluk Sohee lagi, kali ini lebih erat dari sebelumnya. “Tidak apa jika orang-orang itu salah paham tentangmu, cukup kamu dan orang-orang yang mencintaimu seperti apa dirimu sebenarnya. Tidak apa jika kamu belum puas terhadap dirimu yang sekarang, jalanmu masih panjang, kamu masih bisa berusaha lagi. Tidak apa-apa, ada aku yang terus melihatmu, kamu sudah banyak berusaha, Sohee-ah…”
Jika tidak berada dalam pelukan Heechul, Sohee mungkin sudah jatuh ke lantai, tubuhnya gemetar hebat. Dia bersyukur Heechul membawanya ke dalam pelukannya, karena dia yakin make up-nya pastilah sudah hancur karena air matanya. Kata-kata itu… selama ini tidak ada seorangpun yang pernah mengucapkan kata-kata itu kepadanya…
Kamu sudah berusaha…
Mendengar kata-kata itu diucapkan kepadanya, ada suatu perasaan yang bergejolak dalam hatinya. Perasaan senang, puas, sedih, semua bercampur jadi satu. Air mata yang selama ini tertahan keluar tanpa kendali. Hari itu, Sohee menangis sejadi-jadinya. Untuk pertama kalinya, Ahn Sohee memperlihatkan sisi lemahnya, dan itu kepada Kim Heechul.
“Sampai kapan kamu akan terus menangis, bajuku sudah basah Sohee-ah…”
“Babo! Kamu juga bisanya merusak suasana, Oppa!”
Mereka berdua lalu tertawa, mungkinkah ini tanda akan lahirnya pasangan yang bisanya merusak suasana?
“Oppa, lihat kesini.” panggil Sohee, pada Heechul yang sedang sibuk merapikan kemejanya yang lecek karena air mata Sohee. Begitu Heechul menoleh, sesuatu yang lembut dan basah mendarat di bibirnya.Matanya lalu melebar, dilihatnya Sohee tersenyum ke arahnya. “Lips that taste of tears, they say, are the best for kissing. Ternyata benar ya, Oppa.” seru Sohee. Heechul hanya menatapnya dengan wajah memerah, sementara Sohee terus tersenyum, dia bersyukur menyukai orang yang tepat. Ciuman tadi adalah tanda terima kasihnya pada Heechul.
“Kamu ini, seharusnya aku yang maju duluan, aku kan laki-laki!”
“Habis Oppa terlalu lamban, terpaksa aku yang harus maju duluan~”
“Hey!”
“Hahahaha.”
_FIN_
Yak. Finally FF ini rampung juga… FF ini adalah request dari Aini_Chul. Heyyyy bagaimana FF ini? Mianhae sis kalau tidak sesuai dengan bayangan lau, gw memang author payah… T^T… Buat yang baca, makasih ya udah sudi mampir, apalagi yang ngomen… Many many kamsah! 😀
_Saeriminnie_

9 Komentar (+add yours?)

  1. aini_chul
    Agu 20, 2011 @ 13:07:19

    aaaaahhhh suka suka suka. Thanks for working so hard sis!!
    baguuuus. love thiiiiis 😀
    Love yaaa mwah :*

    Balas

  2. AhnPUT
    Agu 21, 2011 @ 06:09:57

    Nice ff. Smw ff cast.y sohee-heechul, sohee-gdragon pasti bgus ^~^

    Balas

  3. Shella
    Agu 21, 2011 @ 15:48:39

    Huaaa~ tumben nih bukan ff ngocol2an lg. Kekekeke.. Hyaaaa~ aku sukkkkaa ceritanya, jeongmal choahae. Uri mandu hwaiting! Bagi abang Heechul suara kamu bagus kok.

    Balas

  4. Heekath
    Agu 27, 2011 @ 14:23:22

    Terimakasih ceritanya baguus! ♥ Buaaaat lagi yaa author cerita FF’s Soheechul, pasti aku baca!! Hehehehe terimakasiiih ♥

    Balas

  5. iyukara
    Agu 28, 2011 @ 14:51:30

    fanficnya kereeen… admin ditunggu fanfic berikutnya 😀
    yaampun,, pasti bakal rindu heechul oppa 😦

    Balas

  6. Aerie epynation
    Sep 03, 2011 @ 00:15:38

    Trimakaseh….sarimie FF ki mewakili perasaanq,semuanya tentang mandoo,Aq juga mkir gtu,…..bener2 great….
    Soheechullnya lagi dunk,….;-)
    Faighting

    Balas

  7. cha_gyumin
    Okt 30, 2011 @ 06:56:45

    kyaaa ff nya daebak. berharap soheechul is real. 🙂

    Balas

  8. sunhae
    Nov 29, 2011 @ 15:06:27

    sukaaaa banget sama soheechul ^^

    Balas

  9. Slumbering Jewel (@JKFanning)
    Apr 07, 2014 @ 02:21:05

    aaaaa suka banget …. seandainya ini beneran ❤

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: