When Destiny Talks…? [SoHeeChul Fic]


Title : When Destiny Talks [SoHeeChul Fic]

Author : Song Saerim

Casts : Kim Heechul, Ahn Sohee, Park Sanghyun/Cheondung kpop idols

Genre : AU, Fluff, Romance

Rating : PG-13

Length : Oneshot

Disclaimer : I own the plot and the whole story, soheechul own each other.

Summary : “Bukan takdir yang menentukan kamu cocok denganku atau tidak, tapi aku! AKU!”

Warning : Don’t like don’t read, thx!^^


————————-

Kim Heechul adalah seseorang yang amat sangat sibuk. Kenapa? Karena ini…

“Oppa, belikan aku dress yang tadi diiklankan di TV!”

“Oppa, aku ingin tea set yang kemarin dirilis di Inggris itu… kumohon belikan untukku ya?”

“Hyung, PSP-ku rusak, cepat belikan aku yang baru!”

“Heechul-ah, mobil Hyung dicuri orang, tolong gantikan dengan yang baru. Okeeee?”

Oke, yang terakhir itu memang kelewatan. Hechul meremas rambutnya frustasi. Kenapa keluarganya selalu seperti ini sih, senang sekali memanfaatkannya. Heechul lalu menatap saudara-saudaranya itu satu persatu.

Pertama, Sulli si magnae. “Sulli-ah, kamu bisa membelinya dengan uangmu sendiri, kan?”

“Tapi, Oppa…”

“Tidak ada tapi-tapian.” Sulli pun pergi mendengarnya.

Kedua, yeodongsaengnya yang tertua, Yoona. “Yoona-ya, aku baru membelikanmu tea set kemarin, dan itu pun belum kamu gunakan. Jangan terlalu boros.”

Yoona memonyongkan bibirnya dengan tidak puas mendengarnya lalu pergi.

Ketiga, magnae kedua, Taemin. “Taemin-ah, PSP-mu tidak rusak, tetapi habis baterainya, cepat kamu charge sana.”

“Ahh Hyung tidak asyik!”

“Mencari uang itu tida asyik!”

Taemin manyun lalu pergi.

Terakhir, Hyungnya yang babo, Eeteuk. “Teuki, bagaimana mungkin setiap hari mobilmu dicuri orang dan kamu pulang membawa banyak belanjaan, hah?”

Eeteuk nyengir. “Ngg… pencurinya merasa bersalah sehingga membelikanku baju?”

Heechul menghela napas, keluarga apa sih yang dia miliki. “Maksudmu kamu merasa bersalah sehingga membelikanku baju?” tukas Heechul lirih, dan lagi-lagi Eeteuk hanya nyengir. “Kamu pakai taksi saja kalau mau pergi, atau pinjam mobil Yoona.”

“Tidak boleh!” Yoona tiba-tiba berteriak entah darimana, membuat Eeteuk cemberut, dan Heechul semakin dongkol. “Ahh terserahlah! Aku pergi!” katanya sembari berjalan menuju bagasi mobil rumah mereka.

“Heechul-ah, kamu mau kemana? Bagaimana mobilku?” teriak Eeteuk.

“Aku mau minggat!” Heechul mengacuhkan teriakan Eeteuk yang menurutnya percuma saja bila didengarkan. Heechul lalu menyalakan mesin mobilnya dan melesat pergi. Ada banyak pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan di kantornya.

Kim Heechul, sekarang usianya 28 tahun, adalah seorang desainer a.k.a perancang busana terkenal. Hanya orang pilihan yang dapat mengenakan pakaian rancangannya. Heechul hanya mau membuatkan pakaian untuk orang yang cantik dan tampan luar biasa, karena itulah banyak orang mengiranya sombong. Padahal ya dia memang sombong. /plakk

Kekayaannya sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Dia bahkan bisa membeli alam semesta… bo’ong ding. Bukannya Heechul tidak suka menjadi seorang milyarder, dia sendiri seorang fashionista, tetapi dia tidak suka karena saudara-saudara jadi terlalu menggantungkan diri mereka kepadanya. Hei, Heechul bukannya pelit, hanya saja saudara-saudaranya itu sudah terlampau boros! Orang kaya sepertinya pun bisa jatuh miskin karena mereka!

“Haaaaaaaaahh…”

“Heenim, kamu kenapa? Ada masalah lagi ya di rumah?”

Heechul mengangguk pada Yeeun, asisten sekaligus sahabat baiknya. Yeeun tersenyum simpati kepadanya, Yeeun tahu betul masalah Heechul, dan dia juga meminta maaf karena tidak bisa membantu.

“Sudahlah, aku tidak ingin membawa masalah pribadi ke dalam pekerjaan.” seru Heechul lemas. Yeeun pun tersenyum dan mengangguk padanya.

“Oppa, hari ini Mandu akan fitting pakaian yang dipesannya waktu itu.”

“Hari ini?!”

Yeeun mengangguk, dan lagi-lagi menatap Heechul simpati. Mau bagaimana lagi, model bernama Ahn Sohee itu adalah masalah Heechul yang lain. Heechul meremas rambutnya frustasi, lalu melihat jam di dinding. “Jam berapa setan cilik itu akan tiba?” tanyanya lemas. Dan dia semakin lemas ketika mendengar Yeeun menjawab, “30 menit lagi Heenim, jadi lebih baik kamu bersiap-siap sekarang.”

Heechul pun mulai bekerja dengan langkah gontai. Ada pepatah mengatakan “waktu berlalu secepat kentut ketika kamu sedang lemas”, dan itulah yang Heechul rasakan. Tahu-tahu 30 menit sudah berlalu, bahkan sebelum Heechul kentut.

“Oppa, lama tak bertemu. Mana ciuman selamat datangnya?”

Heechul memutar bola matanya mendengar suara sok itu mengudara. Bahkan tanpa melihatnya saja Heechul tahu Sohee sedang menyeringai kepadanya. Mau tidak mau Heechul pun mengecup pipi Sohee, itu hal biasa dalam dunia bisnis, dia harus memperlakukan konsumen bagaikan ratu dari negeri dongeng.

“Oppa, wangimu berbeda. Kamu ganti parfum ya?” tanya Sohee, mengendus-endus Heechul bagaikan Helly. Heechul lagi-lagi mengangkat alisnya. “Iya ganti. Kamu sendiri ganti hidung ya, penciumanmu semakin tajam seperti mahkluk yang gemar menggong-gong.” seru Heechul menimpali, sambil menyeringai kepada Sohee, berharap Sohee kapok mendekatinya. Tetapi reaksi dari Sohee justru kebalikannya.

“Oppa kamu perhatian sekali! Minggu kemarin aku memang melakukan operasi membeningkan hidung! Hidungku jadi lebih cemerlang, kan?” Sohee menimpali bersemangat, membuat Heechul menyesali kata-katanya tadi setengah mati.

Ahn Sohee, adalah seorang model yang sedang naik daun, naik pohon malah. Mengawali karirnya sebagai model anak-anak, tetapi keberuntungan dan bakatnya membawa namanya semakin melambung. Wajahnya muncul di berbagai cover majalah, mulai dari majalah trubus sampai majalah paras dia sabet. Berbagai macam iklan telah dia bintangi. Dia juga menjadi pemeran utama di beberapa drama, seperti Sketsa dan Awas Ada Sule. Dia juga menjadi MC di beberapa acara, juga presenter beritawa. Benar-benar seorang bintang muda yang berbakat.

Awalnya Heechul sangat mengaguminya, Heechul bahkan bergabung di fanbase Sohee yang bernama Mandufuls secara diam-diam dengan nick Heedictator. Karena itu Heechul jijingkrakan waktu tahu Sohee ingin agar Heechul menjadi desainer untuk pictorial book yang akan dirilisnya. Tapi semuanya berubah ketika pertemuan pertama mereka datang.

Heechul dengan riang dan super semangat menunjukkan hasil rancangannya kepada Sohee, tetapi anehnya Sohee sama sekali tidak menanggapinya. Sohee bahkan belum mengatakan sepatah katapun sejak dia melihat Heechul tadi. Heechul jadi khawatir, jangan-jangan Sohee muak melihat wajahnya yang terlalu cantik? batinnya resah dan gelisah.

Tapi semua kegundahannya bertambah ketika tiba-tiba Sohee menciumnya. Yak, cium saudara-saudara. CIUM. C-I-U-M. C to the I to the U to the M. Cium. Dan bukan cium pipi biasa, tapi Sohee mencium bibirnya selama sekitar 10 detik. Belum lagi dia melakukannya di studio, di depan semua kru. Dan yang dikatakannya setelah melakukan hal nista itu hanyalah, “Hmm not bad, bibirmu lumayan juga, Oppa. Aku suka kamu.” Kalimatnya itu sukses bikin Heechul mematung selama beberapa menit kemudian pingsan di tempat.

Sejak hari itu, nama Sohee tabu di sebut di depan Heechul. Karena itu semua orang menyebut Sohee dengan Mandu jika membicarakan Sohee dengan Heechul, dengan harapan memudarkan sedikit pengalaman wonderful di pertemuan pertama mereka. Tapi rupanya keberuntungan tidak berpihak kepada Heechul karena Sohee secara personal memilih Heechul sebagai desainer tetapnya. Awalnya Heechul berniat menolak saja, karena pekerjaan ini terlalu beresiko, bisa menimbulkan muntah-muntah dan rasa pusing yang luar biasa. Tapi sebagai seorang profesional, dan pecinta uang sejati, tentu saja kesempatan ini tidak boleh dilewatkan. Alhasil, Heechul pun setuju. Dimulailah balada cinta mereka.

“Oppa, berhentilah melamun ketika objek dari fantasimu sedang berdiri di depanmu.”

Heechul langsung batuk mendengar kata-kata Sohee barusan. Anak ini percaya dirinya benar-benar kelewatan. “Aku mengantuk, bukan melamun. Aku lemas melihatmu.”

Seringai di wajah Sohee semakin lebar, matanya yang sudah sipit semakin menyipit sampai terlihat seperti garis lurus, “Kamu mengantuk dan lemas ketika melihatku? Perlukah aku mengantarmu ke kamarmu dan menemanimu disana? Kita bisa bermain sesuatu, Oppa!” seru Sohee. Jantung Heechul berdetak kencang sejenak mendengarnya, dia yakin kalimat barusan bermakna ganda.

“Jangan ngawur kamu anak kecil.”

Sohee cemberut. “Aku bukan anak kecil. Aku bahkan sudah legal untuk minum alkohol.”

“Tetap saja bagiku kamu itu bocah, kekanakan.”

Sohee diam, membuat Heechul heran karena tidak biasanya Sohee mengalah dalam adu bacot.

“Oppa yang kekanakan. Aku sudah cukup dewasa untuk tahu bahwa perasaanku padamu ini sungguhan, Oppa. Kamu sungguh babo.”

Kali ini giliran Heechul yang diam. Kata-kata Sohee barusan serasa memukulnya dengan keras. Dia lalu melanjutkan pekerjaannya, tanpa melakukan kontak mata dengan Sohee.

————————-

Ini adalah hari yang cerah di rumah Heechul, paling tidak sampai Taemin datang dan berteriak-teriak memanggilnya seperti anak kucing kelaparan.

“Hyung!”

“Hmm…”

“Hyung! Hyung!”

“Apa Taeminnie?”

“Benarkah kamu pacaran dengan Ahn Sohee?”

Mata Heechul langsung melebar mendengar pertanyaan Taemin barusan. Dia lalu mengguncang-guncang bahu Taemin dengan brutal. “Apa maksudmu, hah?!”

Taemin merinding, menyesali pertanyaannya tadi. “Err… Ahn Sohee… mengatakannya di TV, Hyung…” jawabnya takut-takut.

Heechul tidak membuang-buang waktu lagi dan langsung menghubungi si setan cilik itu. “Aku ingin bicara denganmu.” katanya, lalu menutup teleponnya.

“Apa maksudmu, sih?! Bilang pada media kalau kita pacaran! Aku suka denganmu saja tidak!”

Sohee hanya meminum milkshake strawberry yang dipesannya dengan santai, menyeringai memandang Heechul yang panik di hadapannya. “Oppa aku hanya membantumu membereskan perasaanmu.”

Heechul mengangkat alisnya, “Apa maksudmu membereskan, kamu malah memperusuh perasaanku, bocah! Asal kamu tahu, karena pernyataan bodohmu itu orang-orang memanggilku maniak karena menyukai anak di bawah umur!”

“Jangan panggil aku, bocah! Dan aku ini sudah cukup umur! Aku sudah legal untuk minum alkohol! Oppa babo!”

“Kamu tetap bocah karena bertindak semaumu sendiri! Orang dewasa akan memikirkan orang lain setiap berkata-keta, tetapi kamu hanyalah seorang putri cilik yang egois! Kamu bahkan seusia dengan adikku, sadarlah!”

“Apa hubungannya semua ini dengan adikmu?!”

“Tidak ada hubungannya!”

“Aku tidak mau jadi adikmu! Aku tidak mirip denganmu, Oppa!”

“Semua adikku juga tidak ada yang mirip denganku kecuali Taemin!”

“Tetap saja kalian semua memiliki kesamaan yang membuktikan bahwa kalian kakak beradik!”

“Sudikah memberitahu aku apa kesamaan itu, hah?!”

“Kenapa kamu jadi marah sih, Oppa?!”

“Sejak awal aku memang marah, kenapa baru sadar sih, babo?!”

“Aaaaaaaah hentikan! Aku lelah berteriak-teriak! Tenggorokanku rasanya perih!” pekik Sohee, memegangi tenggorokannya.

Heechul menghela napas. Untuk apa juga dia meladeni setan cilik ini sampai tenggorokannya jadi panas begini. “Baiklah, ayo kita bicara dengan nada biasa.”

“Maksudmu do sama dengan c?”

“Iya, do sama dengan c- ahh! Cukup! Jangan mempermainkanku lagi!”

Sohee terkikik geli melihat Heechul. Salah satu yang disukainya dari Heechul adalah sifatnya yang sangat senang bicara dan kekreatifannya menjawab pertanyaan-pertanyaan orang lain bahkan sebelum otaknya selesai mencerna, mulutnya yang bergerak lebih dulu.

“Oppa, kamu lucu sekali. Aku sangat menyukaimu, Oppa.” kata Sohee, tersenyum kepada Heechul. Bukan senyum menantang dan seringai yang menjadi ciri khasnya, tetapi senyum yang tulus yang menggambarkan perasaannya kepada Heechul, semoga Heechul bisa melihat kesungguhannya.

“Hentikan. Hentikan semua permainan ini, Sohee-ssi. Aku dan kamu tidak ditakdirkan bersatu. Lagipula bukankah kamu akan memulai program We Got Married bersama dengan artis bernama Cheondung itu? Kalian sebaya, benar-benar serasi. Takdir memilihmu bersamanya. Kamu lebih pantas bersama dengannya, bukan aku.” dan dengan itu, Heechul pergi meninggalkan Sohee. Begitu Heechul pergi, Sohee mengenakan kacamata hitamnya, lalu berjalan keluar dari cafe tempat pertemuan mereka itu dengan cepat. Seorang Ahn Sohee adalah gadis yang tegar, tak seorangpun boleh melihat sisi lemahnya. Tak seorangpun boleh melihat air matanya, sesakit apapun dia, seperih apapun luka di hatinya, dia harus tetap menjadi Ahn Sohee yang tegar.

————————-

Dua minggu ini telah menjadi dua minggu yang sibuk bagi Heechul. Media masih sering mengulik informasi kebenaran hubungannya dengan Sohee dan mengganggunya bekerja, tapi Heecul sudah mulai terbiasa sekarang. Selama dua minggu ini juga, dia tidak bertemu dengan Sohee. Kalian jangan salah sangka, Heechul bukannya kangen padanya. Hanya saja rasanya aneh Sohee tidak menghubunginya sama sekali. Heechul hanya khawatir. Ya, hanya itu.

“Haaahh…”

“Oppa, kamu kenapa?” tanya Sulli, Yoona di sebelahnya juga memandangi Heechul penasaran. Heechul menatap kedua adiknya itu dengan lemas.

“Aku dalam masalah besar…” jawab Heechul pada mereka. Mata Sulli dan Yoona melebar, Sulli langsung memekik.

“AKU TIDAK INGIN JATUH MISKIN!”

Heechul menutup kupingnya lalu menendang Sulli, “Siapa yang jatuh miskin, babo?!”

Sulli memonyongkan bibirnya, “Habis… tadi Oppa bilang dalam masalah besar… jatuh miskin itu masalah besar Oppa…” jelas Sulli, langsung diangguki Yoona. “Iya Oppa, pokoknya jangan sampai kamu jatuh miskin!” sambung Yoona.

Rasanya ingin sekali Heechul membuang dua adiknya itu ke laut agar mereka disantap ikan hiu, tetapi sayang wajah cantik mereka kalau berakhir menjadi makanan ikan.

“Hei… Oppa ingin tanya sesuatu…”

Sulli dan Yoona mengangguk tanda mendengarkan, Heechul pun melanjutkan. “Apa pendapat kalian tentang pasangan kekasih yang usianya terpaut jauh?” tanya Heechul, berusaha keras terdengar biasa.

Sulli dan Yoona saling pandang sejenak, lalu mengangguk. “Kami senang saja asal kamu bahagia dengan Sohee, Oppa.” keta Yoona tiba-tiba, membuat Heechul tersedak ludahnya sendiri.

“Apa maksudmu? Ini bukan tentang aku dan setan cilik itu! I-ini tentang orang lain, temanku, ya… temanku sedang menyukai seorang perempuan yang jauh lebih muda darinya… jadi aku ingin minta pendapat kalian, begitu…”

Sulli dan Yoona menganggu-angguk lagi. “Tenang saja, Oppa dan Sohee Unnie pasangan serasi kok. Sifat kalian cocok, kalian pasti bisa menguasai dunia jika menggabungkan kekuatan.” kali ini Sullie yang nyeletuk, lalu dia cekikikan berdua Yoona. Heechul hanya geleng-geleng menyesali takdirnya yang kejam dikelilingi adik-adik perempuan edan.

Tapi dengan pembicaraan barusan Heechul tahu kalai keluarganya merestui hubungannya dengan Sohee. Tunggu, hubungan apa coba? Dia dan Sohee tidak punya hubungan apa-apa, oke? Hanya sebatas rekan bisnis, tidak kurang tidak lebih, apalagi kembali, karena kamu bayar pake uang pas. #abaikan

————————-

Heechul tidak mengerti bagaimana dia bisa bertahan dengan semua dilema ini selama satu tahun. Entah bagaimana dia bisa bertahan selama satu tahun melihat Sohee membangun rumah tangga dengan Cheondung, bahkan sampai mereka berciuman dan menikah kemarin, yang tentu saja menjadi berita heboh.

Heechul sadar dia sudah terperangkap oleh jebakan manis dari Sohee. Seringai di wajahnya, matanya yang seperti kucing, cara bicaranya yang sok, keangkuhannya, semua tentang Sohee membuatnya pusing, dan terlena. Entah sejak kapan dia merasa seperti ini. Sial, karena Sohee pun cara bicaranya mendadak puitis, Dia jadi sering membaca kumpulan puisi Kahlil Gibran, menyanyikan lagu cinta tahun 70an, dan hal-hal absurd lainnya. Ini semua karena dilema yang ditimbulkan Sohee, setan cilik itu.

Mungkinkah Heechul menyukainya?

Heechul menggeleng, menjawab pertanyaannya sendiri. Kalian salah, itu sudah bukan mungkin lagi karena Kim Heechul MEMANG sudah menyukai Ahn Sohee. Haruskah dia bersyukur karena telah membereskan perasaannya? Atau sedih, karena sepertinya Sohee jauh lebih menyukai Cheondung sekarang. Mereka telah menjadi pasangan resmi di mata masyarakat.

“Apa yang harus kulakukan sekarang?” serunya lirih.

“Cukup nyatakan cintamu padaku saja, Oppa.”

Suara ini…

“Sohee!”

Sohee berjalan mendekati Heechul yang masih terpaku di kursinya. “Kebiasaan mengkhayal sambil berpikirmu ternyata belum sembuh juga ya, Oppa selama setahun ini.” serunya, menyentuh dagu Heechul, tentu saja seringai di bibirnya tidak hilang. Hari ini dia memang ada fitting dengan Heechul, tetapi sepertinya Heechul lupa. Melihat pintu ruang kantor Heechul sedikit terbuka, dia pun menyelinap masuk. Tetapi dia tidak menyangka akan mendapat kabar yang begitu membahagiakan sampai membuatnya ingin menangis. Tapi tentu saja, seorang Ahn Sohee tidak akan menangis.

Wajah Heechul terasa panas. Ini pertama kalinya wajahnya sedekat ini dengan Sohee setelah sekian lama. “Apa maksudmu? Kamu terlalu percaya diri jika menganggapku menyukaimu…” kata Heechul, mencoba menyelamatkan harga dirinya.

“Oppa, sampai kapan kamu akan membohongi hatimu yang sedang berdebar-debar karena berada di dekatku itu, hah?”

“Hatiku tidak sedang berdebar-debar, lagipula berapa kali harus kukatakan kalau kita tidak cocok, tidak ditakdirkan bersama-“

“Cukup! Bukan takdir yang menentukan kamu cocok denganku atau tidak, tapi aku! AKU!”

Heechul terpaku mendengar teriakan Sohee barusan. “Walaupun begitu aku tetap tidak akan menyukaimu…”

Sohee tertawa, “Masih dalam penolakan, hah? Kuberi tahu ya, Cheondung itu berpacaran dengan Krystal. Aku tidak akan menyukai orang lain selain kamu, Oppa.”

Tanpa sadar Heechul tersenyum mendengarnya. “Lalu apa yang akan kamu lakukan jika aku mengaku menyukaimu?” tanyanya, tersenyum. Seringai di wajah Sohee semakin lebar. “Aku akan melakukan ini.”

Ciuman kedua yang Heechul rasakan tidak lagi membuatnya mematung karena shock dan pingsan di tempat. Tetapi membuatnya tersenyum lebar seakan baru mendapatkan durian runtuh.

“Oppa, kamu maniak.”

“Diam kamu, kamu yang membuatku menjadi maniak!”

“Hehe.”

Terkadang memang ada saja cerita yang berjalan tidak sesuai dengan apa yang telah dituliskan takdir. Yah, paling tidak… cerita ini berakhir dengan Happy Ending, kan? πŸ˜€

_FIN_

————————-

Ini adalah request dari my tall sister Aini_CHUL. Apakah ini pantas disebut fanfic Romance? Entahlah, semoga sesuati dengan harapan lo sis. Buat yang baca, apalagi ngomen, gue nggak akan capek-capek mengucapkan MANY MANY KAMSAH!!!! I LOVE YOU GUYS!!!! ARE YOU READY TO ROCK??!!!! #abaikan

_Saeriminnie_

11 Komentar (+add yours?)

  1. rawr
    Jul 13, 2011 @ 02:04:59

    Wakakak, apaan itu mulai dr majalah trubus, awas ada sule, huahaha.
    Soheenya nakal deh, cium2 heechul. Kepribadiannya kebalik nih kayaknya, hehehe xD

    Balas

  2. Aku
    Jul 13, 2011 @ 03:29:54

    kocak kocak…
    kayaknya sifatnya ketuker tuh.
    suka SOHEECHUL!!!

    Balas

  3. Shella
    Jul 15, 2011 @ 13:40:55

    Authornya ada2 aja dah. Masa sohee jd cover majalah yg isinya tumbuhan sm hewan semua? Hahahaha. Sekalian aja jd cover buku yasin gt? #PLAAAAAK! *ditaboksohee* awas ada sule udah mendunia rupanya. Smp2 di korea ada juga. Wkwkwkwkwk. Lanjut! FFnya seru. Ah iya, author buat oneshot ttg KyuMi jg dong? aku terobsesi bgt nih sm KyuMi. Kyuhyun-Sunmi. Sayangnya mereka ga pernah d pasangin sih d wonderjunior. Hehehehe. Cuma usul kok, eh salah request. Ga diterima juga tak apa.

    Balas

  4. Diyuntaechan
    Jul 17, 2011 @ 07:15:15

    owh manis banget ini cerita khukhukhu.. part heechul dicium sohee yg pertama bikin ngakak. Masa dicium pingsan sih akakakak kalo saya sih dah langsung mati ditempat *loh?* *abaikan*
    hahah itu juga adek2nya ngga pengertian begete.. oppa sendiri diperes abis2an hadeh -,-
    hahah bagus bagus banget malah ekekeke

    oiya, saya reader baru, bahasa kerennya new reader *abaikan* salam kenal yowh yowh yowh *ngerap* πŸ˜€

    Balas

  5. sunhae
    Nov 29, 2011 @ 15:27:01

    klo aja sohhe aslinya begini pasti soheechul jdi kenyataan LOL

    Balas

  6. Heechan
    Des 27, 2011 @ 07:28:04

    tiap ada yg castnya heechul penasaran saya πŸ™‚

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: