You Are So Gorgeous [Ch.4]


Title : You Are So Gorgeous

Casts : Choi Siwon, Choi Sooyoung, Choi Minho, Lee Sungmin, Jessica Jung, Cho Kyuhyun, Kim Jonghyun, Lee Donghae, Lee Eunja/Eunhyuk

Genre : AU, Drama, Romance 

Rating : PG-15

Summary : Menjadi keluarga yang kata orang memiliki segalanya bukan alasan bagi tiga bersaudara ini untuk bahagia menjalani hidup.

Warning : Kalo nggak suka jangan baca! Kalo baca karena cuma mau ngebash juga so thank you so much I’m sorry goodbye ya. Thanks.

—————-

Chapter 4  Of nightmare and reality”

—————-

Ada kenyataan yang membuatmu merasa bahagia ketika mengetahuinya. Ada kenyataan yang membuatmu merasa ingin menyembunyikannya. Ada kenyataan yang membuatmu ingin menghilang saja, Ada juga, kenyataan yang timbul dari kegelisahanmu sendiri. Apa yang akan kamu lakukan jika kamu menemukan kegelisahan terbesarmu tiba-tiba menjadi kenyataan?

Siwon tidak pernah membayangkan hal ini akan terulang. Tak pernah sekalipun dia membayangkan bahwa untuk kedua kalinya dia akan merasakan hatinya hancur berkeping-keping, tak pernah sekalipun, bahkan di mimpi-mimpi terburuknya.

Malam itu, Siwon dan Donghae memang berencana mengerjakan skripsi di rumah Donghae. Tapi siapa sangka Umma-nya Donghae tiba-tiba memaksa Donghae untuk menemaninya pergi ke rumah kerabat mereka, alhasil rencana kerja kelompok itu pun gagal total. Siwon mau tidak mau terpaksa pulang kerumah. Saat itu baru pukul delapan malam, Siwon yakin kedua adiknya pastilah masih terjaga, bahkan Sooyoung bisa jadi belum sampai di rumah. Karena itu Siwon memutuskan untuk mampir ke supermarket, membeli sedikit oleh-oleh untuk orang rumah.

Siwon melangkah memasuki supermarket dengan hati riang, jarang-jarang dia punya waktu untuk menghabiskan waktu bersama kedua adiknya itu, malam ini mungkin kami bisa berbagi banyak cerita, pikirnya semangat. Tapi yang menanti Siwon di supermarket itu justru sesuatu yang tidak pernah disangka olehnya.

Yoona, tentu saja bersama dengan laki-laki itu, Taekyeon. Taekyeon sedang merangkul pundak Yoona dengan mesra, di mata siapapun yang melihatnya, mereka benar-benar sebuah pasangan yang serasi dan bahagia. Tapi di mata Siwon, mereka seperti sepasang jarum yang begitu tajam, yang bahkan hanya dengan melihatnya saja membuatnya merasa tertusuk, sakit sekali.

Ya Tuhan, kenapa Kau begitu tega kepadaku? Bukankah selama ini aku telah menjadi anak yang patuh? Belum cukupkah ibadahku setiap hari? Belum cukup sopankah tingkahku selama ini? Jika ada yang membuatmu tidak puas denganku, tolong berikan tanda, jangan langsung menghukumku seperti ini…

Dan karena pemandangan yang dilihatnya itu, malam itu, Siwon pun berakhir di klub malam di kota. Dia terlalu depresi untuk ingat bahwa dia masih di bawah umur, umurnya belum 20 tahun, belum legal untuk meminum minuman keras, apalagi mabuk, tetapi dia tidak peduli. Yang dia inginkan hanyalah melupakan Yoona! Melupakan cintanya yang sia-sia kepada wanita itu, melupakan semuanya, kalau perlu dia ingin melupakan semua tentang dirinya.

Siwon terus minum tanpa menghiraukan waktu. Gelas demi gelas diteguknya botol demi botol habis diminumnya. Tanpa dia sadari sudah berkumpul begitu banyak orang di sekelilingnya, kebanyakan dari mereka wanita yang berusaha menggodanya. Tapi Siwon sudah kehilangan akal sehatnya untuk mempedulikan itu semua, masa bodoh dengan semua itu, asalkan dia bisa membunuh rasa sakit di hatinya…

—————-

“Siwon-hyung?”

Sooyoung menatap Minho kaget, tidak biasanya Minho bersuara di meja makan. “Siwon-oppa ada tugas kuliah, jadi dia menginap untuk mengerjakannya.” jawab Sooyoung, tersenyum pada adiknya itu. Tapi wajah Minho tetap datar, ekspresinya tidak berubah.

Minho sedikit kecewa mendengar hyung satu-satunya itu tidak akan ikut makan malam bersama mereka, padahal dia ingin menceritakan pengalamannya hari ini kepada Siwon. Lagipula dia merasa canggung kalau hanya berdua saja dengan noona-nya, mereka memang tidak akrab, Sooyoung sama saja seperti Umma mereka, terlalu sibuk dengan hidupnya sendiri.

“Bagaimana harimu tadi di sekolah, Minho-ya?” tanya Sooyoung tiba-tiba, dengan ceria memulai percakapan.

Berhentilah bersikap seakan-akan kita ini kakak-beradik yang harmonis! batin Minho dalam hati, rasanya ingin sekali dia meneriakkan itu kepada noona-nya ini, tapi dia cukup dewasa untuk tahu bagaimana caranya menahan diri. “Biasa saja.” jawabnya, dingin.

Dan setelah itu, tidak ada lagi percakapan yang berlangsung diantara mereka. Sooyoung juga cukup pintar untuk tahu Minho benar-benar tidak ingin mengobrol dengannya. Padahal dia sengaja memilih makan malam di rumah karena dia ingat Siwon berpesan dia tidak pulang malam itu, jadi dia tidak ingin Minho makan di rumah seorang diri. Tapi ternyata adiknya itu masih belum dewasa. “Apa yang bisa kulakukan agar semuanya kembali seperti dulu?” alangkah baiknya jika ada yang bisa menjawab pertanyaan Sooyoung tersebut.

—————-

Siwon terbangun dengan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Dia juga menyadari dia tidak sedang berada di kamarnya karena langit-langit kamarnya jelas tidak serendah ini. Tempat tidurnya juga tidak sekeras ini.

“Ah, syukurlah kamu sudah sadar…”

Siwon terperanjat. Dia memutar kepalanya dan mendapati seorang wanita, yang wajahnya menyiratkan kemurnian luar biasa, sedang tersenyum menatapnya. Bahkan senyumnya pun putih bersih, wanita ini seakan tidak pernah bertemu dengan hitam kehidupan, membuat Siwon tidak bisa mengalihkan pandangannya darinya.

“Hei, apakah tubuhmu terasa sakit?”

Siwon hanya terpaku menatapnya, juga terlalu pusing untuk mencerna kata-kata wanita itu.

“Hei, kamu baik-baik saja, kan? Maaf ya, aku tidak bisa menyelamatkan mobilmu… kamu marah, ya?”

Kali ini Siwon mengangkat alisnya, “Mobil?” tanyanya bingung. Wanita itu mengangguk lesu, ekspresi wajahnya berubah sedih, entah kenapa Siwon tidak senang melihatnya.

“Kamu pasti tidak ingat karena mabuk, tapi tadi malam mobilmu dicuri orang… kamu terlalu banyak minum sampai-sampai tidak sadar kalau kunci mobil dan dompetmu diambil… aku hanya bisa mengambil dompetmu saja, mianhae…”

Siwon mencoba mengingat kejadian semalam, samar-samar memang dia bisa merasakan apa yang dikatakan wanita itu benar-benar terjadi, tapi saat dia mencoba mengingat lebih jauh, kepalanya menjadi sakit sekali. “Arrgghh…” desahnya kesakitan.

“Ini, kubawakan makanan dan obat untukmu, kamu harus menghabiskannya ya. Kamu beristirahat saja setelah makan. Walaupun sederhana, kuharap kamu nyaman berada di rumahku.” Kata wanita itu, memberikan nampan yang di atasnya terdapat semangkuk bubur dan beberapa pil peredam rasa sakit. Sebelum wanita itu berdiri, Siwon meraih lengan pakaiannya, “Terima kasih, err…”

Wanita itu lagi-lagi tersenyum, dan entahlah, Siwon merasa senang melihat senyumnya. “Namaku Yeonhee. Lee Yeonhee. Kamu?”

Dan untuk pertama kalinya sejak dia merasakan patah hatinya yang pertama kali, Siwon tersenyum. Senyum yang benar-benar tulus keluar dari hatinya. “Namaku Siwon, Choi Siwon. Senang bertemu denganmu, Yeonhee-ssi.”

Yeonhee melemparkan senyum manisnya yang terakhir kepada Siwon sebelum pergi meninggalkan Siwon untuk beristirahat.Tetapi walaupun Yeonhee sudah tidak terlihat, senyum di bibir Siwon tetap terlihat. Kehilangan mobil sama sekali bukan masalah baginya, dia bisa membeli yang baru. Siwon yakin, hari-harinya mulai saat ini pasti akan jauh lebih menyenangkan.

—————-

Pagi itu, Sooyoung sarapan sendirian. Siwon belum pulang dan Minho berangkat untuk latihan lebih pagi dari biasanya. Hal itu tidak menjadi masalah baginya, toh sarapan juga sebenarnya tidak terlalu penting. Tapi yang menjadi masalah adalah mobilnya tiba-tiba mogok. Percuma saja dia membelinya dengan harga milyaran kalau mogok-mogok begini! Kalau kedua saudaranya tidak ada, siapa yang akan mengantarnya ke sekolah? Apalagi dia bangun lebih siang dari biasanya karena tadi malam dia keasyikan memasang puzzle.

“Kalau begini caranya, mau tidak mau aku harus naik bus…” serunya lemas. Dan setelah selesai sarapan, Sooyoung pun mengambil tasnya, lalu berjalan keluar rumah.

“Selamat jalan, nona. Hati-hati di jalan.” Sooyoung hanya tersenyum menanggapi semua pelayannya. Dia lalu membawa kakinya melangkah meninggalkan rumahnya, sambil berharap agar hari ini bukanlah hari sialnya. Tapi siapa yang tahu apa rencana Tuhan untuk kita, kan? Hari itu mungkin saja menjadi hari keberuntungannya, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan hari itu hari tersialnya sepanjang hidup.

—————-

To be continue to… chapter 5

—————-

How’s this chapter? hmm… gue mengapdet dengan agak terburu-buru, walaupun masih tetap lelet. Oh iya, yang butuh jasa reviewer bisa cek page Review Shop siatas ya. Thx buat yang udah ngikutin cerita ini, polling, bahkan sampe ngebuat gue masuk nominasi panasonic award-apacoba- hehehe pokoknya MANY MANY KAMSAH!

_Saeriminnie_

5 Komentar (+add yours?)

  1. kyusoowon
    Jul 06, 2011 @ 13:37:23

    ternyata siwon sakit hati banget sama yoona ya sampe mabuk2’an kasihan siwon mobil’a hilang….lanjut chingu jgn lama2…..

    Balas

  2. Nisha_Gaem407
    Jul 31, 2011 @ 22:26:57

    cepet dilanjutin ya :*

    Balas

  3. epynation
    Agu 06, 2011 @ 17:29:42

    I’ll wait terusanya…..bgus ceritanya….lurus g belok2…. Cepet di update ya saerimie sayank…

    Balas

  4. Nisha_Gaem407
    Sep 30, 2011 @ 18:09:46

    Lanjutannya kapan chingu? T.T Udah nggk sabar nunggu…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: