Dreamer [Kim Heechul Is A Dreamer]



Title : Dreamer

Cast : Super Junior The Great Kim Heechul

Genre : AU, Angst

Rating : PG

Summary : Because Kim Heechul is a dreamer…

Warning : Don’t like don’t read, just as simple as that. Thx.

————————

Heechul adalah seorang pemimpi. Dia selalu memimpikan tentang dirinya yang bukan dirinya. Di dalam mimpinya, dia bukanlah Heechul yang seorang anggota Super Junior. Dia bukanlah seseorang yang harus menyamar terlebih dahulu jika ingin pergi ke suatu tempat. Di dalam mimpinya, seorang Kim Heechul bebas pergi kemanapun yang dia mau, bebas melakukan apapun yang dia inginkan tanpa siapapun yang akan memarahinya karena telah merusak imejnya. Di dalam mimpinya, seorang Kim Heechul sangat bahagia.

Jangan salah, Heechul juga bahagia menjadi anggota Super Junior. Dia bahagia bertemu dengan Leeteuk, teman sebaya yang begitu perhatian, juga dongsaeng-dongsaeng yang sangat menarik. Semua hal itu adalah hal yang sangat disyukurinya, meskipun dia tidak pernah menyuarakannya secara terang-terangan, Heechul sebenarnya sangat menyayangi saudara-saudaranya itu. Tapi tetap saja, alangkah baiknya jika mereka semua, bertemu bukan sebagai anggota Super Junior.

Eeteuk lebih baik menjadi seorang penyiar radio yang tidak terlalu terkenal. Eunhyuk, Shindong, dan Donghae lebih baik menjadi koreografer saja. Sungmin lebih baik menjadi atlet beladiri saja. Kyuhyun lebih baik menjadi pelatih vokal. Yesung dan Ryeowook menjadi komposer, atau penyanyi yang tidak terlalu terkenal. Kangin lebih baik menjadi agen intel pemerintah, eh tidak tidak, bisa hancur Korea Selatan memiliki agen seember dia, dia lebih baik menjadi guru taman kanak-kanak. Kibum hmm… baiklah, dia boleh tetap menjadi aktor, tapi jangan yang terkenal! Dan Hankyung… Heechul selalu berharap Hankyung hanyalah orang Cina biasa, yang polos dan canggung saat berbicara dalam bahasa Korea.

Entah sejak kapan Heechul mulai bermimpi seperti itu. Dia mulai mengandai-andai di mimpinya. Dalam pengandaiannya itu dia selalu berpikir, mungkinkah jika kami semua orang biasa kami tak akan pernah terpisahkan? Mungkinkah kami semua akan lebih bahagia jika kami bukanlah kami yang sekarang? Mungkinkah hidupnya, juga saudara-saudaranya akan jauh lebih baik jika mereka adalah mereka yang ada di dalam mimpinya? Mungkinkah?

Heechul tidak pernah menganggap keluarnya Kibum dari grup akan membawa perubahan yang begitu besar pada mereka semua. Dia selalu meyakinkan pada dirinya sendiri kalau Kibum hanya sedang bermain ke tempat yang tidak begitu jauh dan akan kembali bahkan sebelum dia menyadari Kibum telah pergi.

Tetapi dua tahun adalah waktu yang tidak sebentar. Selama dua tahun, banyak hal yang terjadi meskipun tak seorang pun menginginkannya, termasuk Heechul. Selama dua tahun, Kangin dan Hankyung ternyata menyusul Kibum. Apa yang telah mereka lakukan sehingga harus merasakan semua luka ini?

Super Junior adalah beranggotakan tiga belas orang, bukan sepuluh. Jika Kibum, Kangin, dan Hankyung tidak ada, maka disebut apa grum kami ini?

Depresi, bahkan merasa ingin mati pernah dirasakan Heechul, apalagi semenjak Hankyung pergi. Dia mulai mempertanyakan mimpinya ketika kecil dulu. Apakah dia mempunyai mimpi yang benar dengan menjadi seorang idola? Apakah dia memilih jalan yang terbaik dengan bergabung dengan Super Junior? Apakah kehidupannya yang sekarang adalah benar-benar jalan hidup yang diinginkannya? Terlalu banyak ‘apakah’ jika Heechul menimbang-nimbang kenyataan yang dipijaknya, yah walau sekalipun seorang Kim Heechul tidak pernah mempertanyakan wajah cantiknya.

Entahlah, sejak Kibum memutuskan untuk break dari Super Junior, Heechul jadi semakin sering bermimpi. Heechul bahkan tidak bisa membedakan lagi mana mimpi, mana kenyataan. Jika di dalam mimpinya, mereka berada bertiga belas di atas panggung, lebih baik itulah kenyataan. Lebih baik dia membangun kenyataannya sendiri, meski hanya di dalam mimpi. Karena jika di dalam mimpinya setiap pagi ada Hankyung yang membuatkannya nasi goreng Beijing, ada Kangin yang selalu membuatnya naik darah hanya dengan hal kecil, ada Kibum yang baru akan bicara setelah diancam, lebih baik dia terus bermimpi. Karena semua mimpinyalah yang selama ini mengingatkannya untuk terus tersenyum. Mimpi-mimpinya itulah yang membuatnya bertahan sampai sekarang dengan harapan suatu hari nanti mereka semua akan menjadi kenyataan. Ya, lebih baik begitu.

“Hyung, sedang apa kamu disini? Sudah waktunya kita latihan koreografi untuk MV baru kita, ayo!” Heechul melihat Eunhyuk yang sedang tersenyum kepadanya.

“Heechul-ah, kalau kamu tidak cepat berdiri, gajimu akan kupotong!” Kali ini Eeteuk, sedang mendelik menatapnya.

“Bwahahaha! Memangnya hyung siapa bisa memotong gaji orang!” seru Donghae, menunjuk-nunjuk Eeteuk sambil tertawa terbahak-bahak. Di sebelahnya ada Shindong yang sedang asyik ngemil, ikut tertawa juga mendengar pembicaraan Eeteuk dan Donghae.

“Hyung, jangan pedulikan Teuki-hyung. Kamu sudah makan belum? Bangun tidur hyung pasti lapar kan, ini aku bawa nasi kepal, ayo kita makan bersama.” kali ini Heechul menatap Ryeowook yang sedang tersenyumlembut kepadanya, di tangannya ada sebuah kotak keranjang berisi puluhan nasi kepal.

“Ayo Ddangie, kita makan nasi kepal buatan Wookie!” seru Yesung yang entah muncul darimana, membawa kura-kuranya mendekati Ryeowook yang sedang diserbu oleh Shindong dan duo EunHae. Ralat, mereka menyerbu nasi kepal Ryeowook bukan Ryeowook.

“Hyung, jangan diam saja, ayo cepat kalau tidak mau kehabisan!” seru sebuah suara imut dari belakangnya, ketika dia menoleh, ada Sungmin sedang tersenyum menatapnya. Di sampingnya ada Kyuhyun sedang sibuk berkutat dengan PSP baru yang semalam dibelinya.

Melihat mereka semua tersenyum begitu bahagia kepadanya, tertawa, apakah sekarang dia sedang bermimpi? Mungkinkah ini adalah kenyataan yang tercipta dari mimpinya yang lain?

“Hyung, ayo!”

Kali ini sebuah suara yang sangat maskulin, dibarengi genggaman tangan yang begitu hangat, menariknya dari mimpinya, membangunkannya dari pengandaiannya. Ketika tersadar, Siwon sedang memeluk pundaknya, dan dia dikelilingi oleh sembilan orang yang begitu disayanginya dan begitu menyayanginya juga.

Heechul tersenyum tanpa dia sadari. Mungkin…. hanya mungkin ya, hidupnya yang sekarang sama baiknya dengan yang ada di dalam mimpinya. Mungkin, Kim Heechul, juga semua member Super Junior yang ada dalam kenyataan ini, sama bahagianya dengan yang ada dalam mimpinya. Mungkin begitu.

“Hyung, jangan hanya tersenyum seperti orang bodoh. Sementara kamu bengong begitu, kami tidak akan berhenti makan dan menyisakan nasi ini untukmu.”

Tapi mungkin lebih baik aku terus bermimpi! batin Heechul, mendelik pada Kyuhyun yang sedang menyeringai kepadanya. “Aaaaaah hentikan! Berhenti makan kalian semua! Shindong, sudah berapa nasi kepal yang kamu masukkan ke dalam mulutmu! Aku mau makan!” teriak Heechul sambil mendorong semua orang menjauhi nasi kepal.

Walaupun segala kemungkinan itu ada, dan mungkin nyata, tapi seorang Kim Heechul lebih memilih untuk tetap bermimpi. Karena di dalam mimpinya, saat-saat membahagiakan seperti ini tak akan pernah berakhir. Di dalam mimpinya, Kibum, Hankyung, dan Kangin hanyalah pergi ke supermarket di dekat asrama, mereka akan kembali sebentar lagi. Di dalam mimpinya, mereka semua tidak akan pernah pergi menjalani wajib militer, mereka semua akan selalu bersama. Selamanya bertiga belas, ah maksudnya lima belas, bersama Henry dan juga Zhoumi.

Selamanya Heechul akan tetap bermimpi, karena Heechul adalah seorang pemimpi. Kim Heechul is a dreamer.

————————

Entahlah… gue bener-bener nggak mikir apa-apa waktu nilis fanfic ini. Akhir-akhir ini gue sering mimpiin Heechul, mungkin itu sebabnya. Harusnya gue update You Are So Gorgeous, tapi malah update ini… ahhhh Heechullie Babo! Kalian yang baca juga babo! Apalagi yang ngomen! Hehehe no no no no ha! Kidding! Many many kamsah! 😀

_Saeriminnie_

8 Komentar (+add yours?)

  1. rawr
    Jul 06, 2011 @ 12:10:22

    aaaaaa TT,TT
    ff ini bikin kangen sama hankyung/kibum/kangin TT,TT
    hiks hiks~
    heechul-ah, kalau mimpi membuatmu bahagia, teruslah bermimpi! ^^

    Balas

  2. aini_CHUL
    Jul 10, 2011 @ 14:13:44

    Another side of my husband. SHE may look so cheerful outside but SHE misses HER soulmate T_T thanks for this baby love this ^^

    Balas

  3. Diyuntaechan
    Jul 17, 2011 @ 07:28:36

    ngga bisa komen.. bingung >o<
    ini fanfic keyeeen begete u,u daebak iyaaaa~ khukhukhu

    Balas

  4. epynation
    Jul 28, 2011 @ 13:39:26

    Yang nulis malah totally PABOO HAHAHA

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: