This BeautyFool [HyukMi Fic] Ch.3/END


Title : This BeautyFool [Chapter 3/END]

Pairing : Lee Hyukjae/Eunhyuk (SJ) & Lee Sunmi (WG)

Genre : Comedy, Fluff, Romance

Summary : Orang bilang jatuh cinta membuat anak perempuan jadi cantik, tapi kenapa saat jatuh cinta aku justru jadi tambah bodoh?!

A/N :  Kalian pasti bahagia karena akhirnya fanfic ini akan musnah dari peredaran alias tamat, kan? Tsk tsk gue tahu kok, tapi gue bakalan kangen sama duo monkey ini… TT-TT

Warning : Kalo nggak suka pasangan satu ini jangan baca karena gue nggak suka ada yang ngebash disini! thanks.

———————-

Lee Hyukjae adalah seorang senior kelas akhir yang amat sangat beken di sekolahnya. Dari mulai anak kelas satu sampe anaknya tukang kebun sekolah, nggak ada yang nggak kenal cowok keren satu ini. Berdua dengan sohibnya yang bernama Donghae, mereka mengklaim diri mereka sendiri sebagai duo terkeren dan tertampan yang pernah ada di sekolah.

Tapi, ternyata cowok beken juga punya masalah. Hyukjae, atau  biasanya akrab disapa Eunhyuk ini punya sebuah rahasia besar.

“Soso, tungguin doooong!”

Jantung Eunhyuk berdetak kencang begitu suara imut itu mengudara. Astaga tung, jangan lebay dong, tenang! batin Eunhyuk panik. Matanya tak lepas dari sesosok anak perempuan imut yang baru saja lewat di depannya bersama seorang temannya.

“Lagi-lagi merhatiin anak kelas satu itu, Hyuk?”

Eunhyuk langsung kelimpungan mendengar celetukan sohibnya barusan. “Hae, ngomongnya bisik-bisik tetangga dong! Nanti kalo kedengeran dia, gimana?!” sahutnya kesal sambil mematuki Donghae. Tapi yang dipatuki cuma cengengesan, nggak keliatan nyesel sama sekali, bikin Eunhyuk manyun melihatnya.

“Lagian naksir tapi dari kejauhan, deketin sana, nanti nyesel sendiri kalo dia diambil cowok lain duluan.” kata Donghae, memanas-manasi Eunhyuk yang pipinya sudah bersemu merah tidak keruan.

Benar sekali saudara-saudara… rahasia terbesar Eunhyuk adalah… dia naksir sama adik kelasnya. Adik kelasnya yang super duper imut, berkulit mulus, berkaki jenjang, bersuara merdu, berparas indah, pokoknya perfect. Bagi Eunhyuk, dia benar-benar seorang putri yang terlalu sempurna sampai-sampai Eunhyuk selalu bertanya-tanya apakah cewek itu benar-benar hidup di dunia nyata ataukah keluar dari negeri dongeng seperti oki dan nirmala.

Oh iya, sampai lupa, nama cewek sial yang kejatuhan cintanya itu Lee Sunmi. Such a cute name for a cutie, batin Eunhyuk cengar-cengir gaje, bikin Donghae di sebelahnya jadi serem sendiri. “Heh Hyuk, jangan cengar-cengir sendirian gitu ah, jelek tahu!”

Tapi Eunhyuk tidak peduli, hanya ada satu yang dia pedulikan di dunia ini, yaitu dirinya dan Sunmi. Apa? Itu berarti dua? Hohoho no no no, kalian salah, aku dan Sunmi itu dihitung satu, karena kami tak terpisahkan. Kekeke~

Donghae akhirnya pergi meninggalkan sahabatnya yang sedeng itu menikmati kegilaannya sendirian. Apa orang yang sedang jatuh cinta selalu seperti itu? Hiiiy… lebih baik aku tidak pernah jatuh cinta, deh! Batin Donghae ngeri, sambil bangkit untuk menuju ke kantin.

Sementara itu, Eunhyuk tetap sibuk dengan pikirannya yang sedang dimabuk asmara (aih bahasa gue). Dia ketawa-ketiwi sendiri kalo inget pertemuan pertamanya sama Sunmi, benar-benar  menakjubkan dan tak terlupakan!

flashback…

Di tengah-tengah terik matahari di hari yang kelewat cerah, seorang pemuda sedang berjalan dengan nggak santai dan misuh-misuh.

“Siakek si Donghae, kesempatan bener dia nyuruh-nyuruh orang mentang-mentang menang suit! Pake acara minta dibeliin acar buah di supermarket lagi panas-panas begini! Huft!” ketus pemuda yang bernama Eunhyuk tersebut.

Eunhyuk dan Donghae sedang bermain game pc siang itu. Hari sabtu itu Donghae memutuskan untuk menginap dan bermain seharian di rumah Eunhyuk, yang tentu saja disambut dengan penuh sukacita oleh empunya rumah, toh saling nginep-nginepan memang sudah menjadi budaya dua sohib akrab ini sejak belum lahir.

Nah, gimana ceritanya si Eunhyuk bisa misuh-misuh siang bolong begini? Itu ada ceritanya. Jadi gini, Donghae dan Eunhyuk sepakat untuk mengawali sleepover hari itu dengan main game naruto, pokoknya yang berhasil jadi Hokage duluan boleh minta dibeliin apa aja sama yang kalah. Hasilnya adalah, Eunhyuk pemenangnya. Eunhyuk pun dengan sedengnya minta dibeliin Emma Watson. Karena itu, Donghae jadi murka dan nantangin adu suit, yang kalah harus beliin apapun permintaan yang menang. Dan eng ing eng, Eunhyuk pun kalah. Yak, balik lagi ke tengah jalan.

Setelah menempuh perjalanan yang nggak lama-lama amat, Eunhyuk pun tiba di supermarket tujuan. Eunhyuk segera melesat ke rak yang kemungkinan besar ada acar buahnya. Untunglah, di rak pertama dia belok matanya langsung liat tuh acar buah, Eunhyuk pun mengambil acar buah tersebut tiga buah tanpa ragu. Satu untuk Donghae, dua untuk dia, hohoho jenius Hyuk! pikirnya, bangga sendiri.

Eunhyuk sedang berjalan menuju kasir ketika peristiwa yang ditakdirkan itu terjadi. Seorang bidadari dari khayangan lewat di depannya. Membuat waktu seakan berhenti seketika. Anak perempuan itu begitu imut, seperti keluar dari gang kelinci(?). Dia bahkan sampai lupa kenyataan bahwa dia jatuh terduduk karena tertarak troli anak perempuan itu, juga bahwa perutnya lumayan ngilu akibat tabrakan barusan.

“Maaf…”

Ohmygatt. Suara merdu laksana seruling bambu barusan itu apakah suaranya?

“Maaf ya aku nggak sengaja! Tapi aku lagi buru-buru nih, jadi sampai nanti!”

Eunhyuk pasrah saja jadi tontonan selama beberapa menit karena dia kelewat enjoy duduk di lantai supermarket. Tapi kemudian dia sadar kalo cewek itu sudah lama pergi. Lho? Kemana dewiku pergi? Putriku, bidadari kecilku, kemana kamu? Aaaaah sial! Semua ini pasti gara-gara Donghae! #jangantanyakenapa

Cewek itu pun dalam sekejap berhasil menduduki posisi pertama di hati, jiwa, raga, dan pikiran Eunhyuk, kepopulerannya dalam otak monkey satu ini bahkan mengalahkan kecintaan dan obsesi Eunhyuk pada Yadong. Dilema ini, setelah pusing seharian memikirkan perasaan gundah gulana dalam hatinya ini, Eunhyuk pun menyadari bahwa perasaan yang tengah membuatnya resah itu adalah… cinta. Omaygatt harusnya judul fanfic ini cinta monyet aja, kan tokohnya monyet yang lagi jatuh cinta?! #abaikan

end of flashback.

Sejak hari itu, Eunhyuk pun resmi jadi penggemar rahasia Sunmi.  Apalagi setelah dia tahu bahwa ternyata mereka satu sekolah! Dia mencari tahu segala sesuatu tentang Sunmi, bahkan sampai hal terkecil seperti merek celana dalam favoritnya (Eunhyuk: heh ini bukannya mesum ya! Hal ini penting untuk bekal ketika kami sudah berkeluarga nanti! Author: udalah #abaikan).

Hanya sohib karibnya saja yang tahu rahasia indahnya ini, siapa lagi kalo bukan Donghae. Dan rahasianya ini tanpa sadar sudah berlalu selama berabad-abad berminggu-minggu. Seorang cowok imut nan tampan macam Eunhyuk yang tenarnya nggak ketulungan pun merasa putus asa. Hubungannya dengan Choco-ssi sama sekali nggak ada kemajuan, tetep datar bagaikan majikan dan peliharaan.

Dan di tengah-tengah keputus-asaannya ini, tiba-tiba datanglah Yoona menghampirinya. Lho kok Yoona? Ya emang si Yoona lagi menghampiri Eunhyuk, ada urusan ceritanya.

“Oppa, kamu mau kan membantuku? Kalau bukan padamu aku tidak tahu lagi siapa yang bisa kumintai tolong…”

Eunhyuk langsung cemberut. Menejer klub sepak bolanya yang ayu tenan ini emang akhir-akhir ini sering banget ngintilin dia. Tapi sialnya, si Yoona ngedeketin dia bukan karena terpesona sama ketampanan dan pesona luar biasanya, melainkan karena kesengsem sama pesona sahabatnya yang manusia ikan itu. Yaps, tepat sekali tebakan kalian saudara-saudara! Si Yoona ini lagi naksir Donghae, dan minta tolong Eunhyuk untuk nyomblangin mereka!

“Ehm… gimana ya, Yoon, kenapa nggak kamu aja sih yang langsung deketin dia? Kenapa harus lewat aku dulu, sih?” Jujur, Eunhyuk males juga ngelakuinnya. Bukannya dia kejam, tapi males banget nggak sih?! Apa kata dunia kalo nanti si Donghae punya pacar dan dia jomlo?! That’ll never happen!!!

“Yah oppa… plis banget dong, aku kan butuh perantara, surat aja butuh tukang pos, plis ya? Oppa baik deh, ganteng pula, pokoknya nimero uno deh!” kata Yoona sambil kedip-kedipin matanya sebelah-sebelah, jangan-jangan nih cewek bintitan? batin Eunhyuk ngeri.

“Err… oke deh, sip, serahkan padaku! Tapi jangan pernah tatap mataku lagi ya! Bye!” Dan itulah awal dari terbentuknya skandal antara Eunhyuk dan Yoona. Temen sekelas Yoona yang agak sengaja menguping pembicaraan mereka malah menganggap Eunhyuk terlalu suka sama Yoona sampe-sampe dia gugup menatap matanya.

“Kamu jadian sama Yoona ya, Hyukkie?”

Eunhyuk yang lagi bubuan di tanah sampe terbang denger pertanyaan Donghae barusan. Mereka sekarang lagi istirahat di tengah-tengah latihan rutin klub sepak bola. Donghae dan Eunhyuk seperti biasa, langsung mojok duduaan di pinggiran begitu sang pelatih meneriakkan kata-kata surganya (kata-kata surga: kalian boleh istirahat).

“Mworago?! Apaan coba?!” sahut Eunhyuk sambil memandang sohibnya itu jijay. Donghae mengangkat alisnya, dia masih santai bubuan di tanah. “Semua orang bilang begitu, lagipula kalian sering terlihat bersama.” kata Donghae acuh tak acuh.

Itu semua karena kamu, babo! Ingin rasanya Eunhyuk meneriakkan itu kepada Donghae, tapi sebagai seorang penolong yang bijak, dia tak akan melanggar janjinya membantu Yoona. Akhirnya dia hanya bisa menghela napas dengan berat, frustasi bo’. Masalah cintanya belum selesai, muncul lagi skandal yang tak pernah diinginkannya ini… Oh Tuhan, apakah kehidupanku ini sinetron? Aku hanya ingin hidup bahagia selamanya dengan Sunmi, happily ever after kayak di cerita-cerita dongeng… apakah permintaan itu terlalu susah untuk dikabulkan? (Tuhan: Baru sadar..?)

“Hyukkie! Hae! Ini minuman dan handuk kalian!”

Eunhyuk tarik napas lagi. Speak of the devil… batinnya keki melihat Yoona yang riang tanpa dosa mendatangi kedamaian mereka.

Eunhyuk, Donghae, dan Yoona pun akhirnya ngobrol bertiga dengan asyik. Eunhyuk sedang di tengah-tengah meneguk minuman pemberian Yoona ketika dia mencium aroma yang sangat dikenalnya. Perpaduan antara wangi melati dan vanilla yang khas ini… Eunhyuk dengan cepat menolehkan kepalanya, dan… eng ing eng~ ada bidadarinya sedang berjalan menjauh!

Dan sebelum Eunhyuk sempat berpikir, tanpa sadar dia sudah bangkit dari tempatnya bubuan menghampiri bidadari kecilnya. “Choco-ssi?” serunya ketika sudah berada di belakang Sunmi.

Sunmi membalikkan badannya, terlihat begitu kaget. Apakah dia tidak senang melihatku? batin Eunhyuk sedih. “Sedang apa kamu disini, Choco-ssi? Mencari seseorang?” tanya Eunhyuk, berusaha keras agar terdengar biasa.

Sunmi terlihat gelisah, membuat Eunhyuk semakin penasaran. Eunhyuk baru akan membuka mulutnya lagi ketika tiba-tiba Sunmi memekik, “Ah! Jaebum Oppa! Oppaaaaaa!”

Eunhyuk melihat Jaebum berjalan mendekati mereka. Jaebum itu teman klub yang seangkatan dengannya. Orangnya asik sih, tapi semuanya jadi nggak asik nih roman-romannye kalo ternyata si Jaebum punya hubungan khusus sama bidadari kecilnya.

“Orang yang kucari sudah ketemu, aku duluan ya, Oppa. Permisi.” Dan dengan itu, Sunmi pun pergi menarik Jaebum meninggalkannya. Dua orang itu terlihat sangat mesra. Dan- WHAT?! APA-APAAN ITU MEREKA PAKE ACARA PELUK-PELUKAN SEGALA?! WOY TELETUBBIES UDAH TAMAT WOY!

Eunhyuk pun hanya bisa menelan ludah, sepertinya cinta pertamanya tidak akan berakhir baik. Mungkin sudah saatnya dia harus menyerah…?

Tapi sialnya, disaat Eunhyuk berniat melupakan kisah kasih di sekolahnya dengan Sunmi, tiba-tiba Sunmi malah jadi muncul dimana-mana! Kalian nggak akan tahu seberapa kaget pangeran kita yang satu ini begitu meihat ada bidadari di depan ruang kelasnya.

Dan betapa oh betapa bahagia eh bahagia rasa hati Eunhyuk ketika bidadari kecilnya ngasih dia bekal makanan buatannya sendiri? Eunhyuk dengan mata berbinar-binar pun mengulurkan tangannya yang mulus untuk meraih kotak makanan tersebut, dan begitu diterima… kok… ini apa nggak kelewat ringan? Eunhyuk lalu membuka kotak makanan itu dengan hati dag dig dug derr daiya, berharap menemukan pisang disana. Tapi ternyata isinya adalah… jeng jeng jeng… nihil. Alias kosong. Alias tidak berisi. Nggak ada isinya.

“Kotak ini memang kosong, atau…?”

Sunmi mendelik kaget, lalu dengan sigap dia menyambar kotak makanan dari tangan Eunhyuk dan melesat ke luar planet dengan kecepatan cahaya. Eunhyuk hanya bisa cengo, sementara Donghae yang sejak tadi diam menyaksikan sibuk ketawa terbahak-bahak.

“Siakek kamu, Hae! Temen lagi dilema gini malah dijadiin bahan ketawaan!” gerutu Eunhyuk sebal. Donghae malah makin ngakak mendengarnya. “Justru itu, jarang-jarang kan monyet bisa dilema, hal langka ini patut ditertawakan, Hyukkie~” Eunhyuk makin mingkem mendengarnya.

Setelah kejadian itu, Eunhyuk tidak pernah melihat Sunmi lagi. Mungkinkah bidadari kecilnya itu mudik ke khayangan? But hey, ini kan belum libur lebaran, masa udah mudik aja? Huft.

Sampai akhirnya di suatu hari yang cerah, pertemuan yang ditakdirkan itu terulang. Eunhyuk sedang dalam perjalanan menuju ke perpustakaan (baca: tempat tidur siangnya) ketika dia melihat bidadari kecilnya di kantin. Sunmi kelihatan sedih dari raut wajahnya, walaupun tetap sangat imut, batin Eunhyuk. Dia pun tanpa ragu berjalan mendekati bidadari kecilnya.

Ketika jaraknya dengan Sunmi hanya tersisa beberapa langkah, Eunhyuk sangat shock ketika mendengar Sunmi berseru, “Haaaaah… tapi aku tidak menyesal kok memilih dia sebagai cinta pertamaku…”

Dan sebelum dia sempat menahan diri, Eunhyuk berseru, “Siapa cinta pertamamu?” tanyanya geram.

Sunmi langsung menatap ke arahnya, wajahnya sangat terkejut. “Eunhyuk-sunbae…” katanya gelisah.

Tapi ekspresi wajah Eunhyuk tetap geram, dia bertanya lagi, “Siapa cinta pertamamu, Choco-ssi? Apakah orang itu aku?” tanyanya, saking kesalnya.

Sunmi hanya menatapnya dengan resah kali ini, wajahnya kelihatan bingung dan terkesan kesal?Tapi Eunhyuk tidak peduli lagi, dia tidak akan menyerahkan Sunmi kepada siapapun, dialah yang menyukai Sunmi duluan, bukan orang lain!

“Kamu diam berarti benar atau salah? Tapi aku tidak peduli, toh siapapun cinta pertamamu, aku akan merebutmu darinya!” kata Eunhyuk dengan sangat percaya diri. Tetapi rasa percaya dirinya hilang ketika Sunmi tiba-tiba ambruk, pingsan, mungkinkah wajahnya saat mengatakan kalimat barusan terlalu tampan dan bersinar sehingga Sunmi tidak kuat menahan pesonanya? Ah entahlah, aku harus membawanya ke ruang kesehatan!

———————-

“Kamu! Kamu apakan sahabatku, hah?!”teriak Sohee, membuat semua orang di ruang kesehatan menoleh kepadanya.

Sohee benar-benar kaget ketika salah seorang teman sekelasnya mengatakan Sunmi dibawa ke ruang kesehatan karena pingsan. Sahabatnya yang satu itu walaupun ceking dan terkesan sakit-sakitan, sebenarnya adalah anak yang sangat menjunjung tinggi empat sehat lima sempurna, jadi dia benar-benar khawatir dengan keadaan Sunmi sampai dia bisa pingsan begitu. Tapi yang membuat Sohee paling terkejut adalah saat dia masuk ke ruang kesehatan dan menemukan si pangeran monyet, eh si Eunhyuk sedang duduk di samping Sunmi.

Eunhyuk, yang sedang memandangi Sunmi dan mendoakan agar bidadari kecilnya ini cepat sadar, sampai terlompat dari kursinya mendengar suara melengking nan cempreng yang tiba-tiba menggelegar di ruang kesehatan.

“S-so..hee..?” serunya takut-takut.

Sohee masih melotot memandangi Eunhyuk dan Sunmi bergantian. “Jelaskan kenapa Mimi bisa sampai pingsan. Kalo kamu tidak memberi penjelasan yang memuaskan, jangan harap kamu bisa keluar dari ruangan ini hidup-hidup.” kata Sohee, dengan nada yang menjanjikan penderitaan luar biasa. Eunhyuk makin takut saja mendengarnya, tapi akhirnya dia mulai membuka mulutnya, menceritakan segalanya dari a sampai z, dari sabang sampai merauke.

“Jadi kamu juga suka sama, Mimi?” tanya Sohee, begitu Eunhyuk selesai berceramah. Eunhyuk manggut-manggut. “Iya, aku juga su- apa? Juga? Jadi kamu juga suka sama dia?! Kamu lesbian?!”

Sohee langsung memandang Eunhyuk dengan tatapan jijik dan memukul pundaknya dengan keras. “Adaaaw!” pekik Eunhyuk kesakitan.

“Heh babo, maksudku bukan begitu! Si Mimi juga menyukaimu, bukan aku menyukai Mimi juga! Kamu ini senior tapi babo begini, gimana caramu naik kelas sih?” celetuk Sohee panjang lebar, tatapan jijik masih tidak meninggalkan wajahnya.

Eunhyuk langsung nyengir malu mendengarnya. “Oh gitu, hehehe kirain… :D”

Sohee baru akan menjitak kepala Eunhyuk ketika mereka mendengar suara sesengukan. Sohee langsung melepaskan cengkeraman tangannya di baju Eunhyuk dan menghadap ke Sunmi yang entah sejak kapan tersadar dan kini tengah menangis bahkan sampe sesengukan segala.

“Mimi, kamu udah sadar?” tanya Sohee khawatir kepada Sunmi.

“Yaiyalah udah, gimana sih?” seru Eunhyuk menimpali, membuatnya menerima pelototan Sohee. Eunhyuk langsung mingkem.

“Mimi, kenapa kamu nangis?” tanya Sohee lagi, tapi Sunmi hanya terus menangis, bahkan makin detik semakin deras air matanya bercucuran.

“Choco-ssi… kamu kenapa? Kalo kamu nangis terus aku ikutan nangis nih…” kata Eunhyuk tiba-tiba, membuat Sunmi menengok ke arahnya.

“Sunbae… asal kamu tahu aku denger semua kata-katamu tadi…” kata Sunmi, Eunhyuk dan Sohee saling pandang gugup mendengarnya. Sebenernya Eunhyuk doang yang gugup, Sohee cuma tambahan biar rame.

“Aku nangis karena seneng waktu denger pengakuanmu tadi…”

“Kamu nggak seneng ya aku suka sama kamu?”

Sunmi menggeleng. “Bukan, aku seneng! Tapi yang bikin aku nangis itu…”

Eunhyuk menunggu kelanjutan kalimat Sunmi dengan gugup, begitu juga Sohee. Sohee penasaran sama intensi sahabatnya ini, Sunmi kan cara pandangnya agak terlalu idealis, jadi pasti alasannya kali ini juga nggak masuk akal.

“Karena tadi kamu sebut aku bidadari kecil… aku kan maunya jadi putri… kamu kan pangeran… kalo pangeran sama putri kan cocok, tapi kalo pangeran sama bidadari… mereka berasal dari dua dunia yang berbeda, nggak mungkin bisa bersatu…” Sunmi pun mewek makin heboh setelah ngoceh panjang lebar. Eunhyuk bengong mendengar alasannya. Sementara Sohee, yang memang sudah mengenal seluk-beluk otak Sunmi hanya menyeringai. Donghae yang entah sejak kapan ada disitu sibuk tertawa.

“Choco-ssi, tidak peduli kamu bidadari ataupun putri, aku akan tetap menyukaimu, kok. Jadi jangan nangis ya? Kamu mau kan jadi pacar pangeran ini?”

Sunmi diam, menatap Eunhyuk sejenak. Dan dengan wajah bersemu merah, dia pun mengangguk, membuat Eunhyuk jingkrak-jingkrak kegirangan.

“Tapi….” seru Sunmi tiba-tiba, membuat Eunhyuk berhentk bersorak-sorai kegirangan.

“Tapi apa?” tanya Eunhyuk, resah dan gelisah, menungggu disini, di sudut sekolah, tempat yang kau janjikan, ingin jumpa denganmu walau mencuri waktu~ #abaikan

“Aku nggak mau jadi bidadari kecil, aku maunya jadi putri…”

Eunhyuk pun menarik napas lega mendengarnya. Dia lalu memeluk Sunmi erat dan berteriak, “Putriku, aku menyukaimu!!!! SARANGHAEYO!!!” Sunmi hanya terkikik dalam pelukannya, ternyata dia adalah orang yang sangat beruntung. Pangeran yang selalu diidam-idamkan olehnya membalas perasaannya.

“Haaah… mau jadi apa dunia ini kalo dua orang aneh jadi pasangan? Kalian jangan sampe punya anak ya, kasian nanti kalo anak kalian aneh juga.” celetuk Sohee di tengah suasana haru akan lahirnya pasangan baru itu. Eunhyuk langsung mengejarnya dan mereka pun akhirnya kejar-kejaran bikin rusuh di ruang kesehatan, bayangkan adegan di film bollywood, sementara Sunmi dan Donghae hanya tertawa.

_FIN_

———————-

Finally! Fiuhh… akhirnya kelar juga ini fanfic geje. Berakhir dengan ending yang tidak memuaskan, bukan? wkwkwk. Perlukah gue membuatkan sequel untuk fanfic ini? silahkan komen bagi yang mau membaca sequelnya. Makasih banget semua yang udah baca, komen, dan mendukung perjalanan fanfic geje ini dari awal sampe akhir. MANY MANY KAMSAH!!!

_Saeriminnie_

11 Komentar (+add yours?)

  1. ananda
    Jul 05, 2011 @ 15:20:39

    wkwkwkwk…. di wonder sister sohee vs kyuhyun di sini sohee vs eunhyuk.
    makasih ya sis udah menyelesaikan ff mu. semangat y sis untuk melanjutkan ff mu yg lainnya.

    Balas

  2. aini_CHUL
    Jul 07, 2011 @ 02:56:03

    Haha good job baby!!!! Happy ending.
    Aaaaaah bakala kangen banget sama pasangan yang satu iniiii.
    Buat lagi doooongsss 😀

    Balas

  3. Yoon Sae-Ra
    Jul 20, 2011 @ 05:32:09

    ternyata unyuk juga suka ama sunmi :O
    happy ending
    like it like it ^^~

    Balas

  4. epynation
    Jul 28, 2011 @ 10:13:10

    Jinja…. Nggak tau mi ngmong apa…..yg pasti the best….sarangheo saerim….

    Balas

  5. Yoon Sae-Ra
    Agu 01, 2011 @ 09:26:03

    ia jauh 😥
    padahal kan jarang tu bini umin ngumpul #apadeh
    ntar kalau jodoh pasti jumpa ~.~

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: