You Are So Gorgeous [Ch.2]


Title : You Are So Gorgeous

Casts : Choi Siwon, Choi Sooyoung, Choi Minho, Lee Sungmin, Jessica Jung, Cho Kyuhyun, Kim Jonghyun, Lee Donghae, Lee Eunja/Eunhyuk

Genre : AU, Drama

Rating : PG-15

Summary : Menjadi keluarga yang kata orang memiliki segalanya bukan alasan bagi tiga bersaudara ini untuk bahagia menjalani hidup.

Warning : Kalo nggak suka jangan baca! Kalo baca karena cuma mau ngebash juga so thank you so much I’m sorry goodbye ya. Thanks.

—————-

Chapter 2 “Sooyoung’s Lunch”   

—————-

“The scientific name for an animal that doesn’t run from or fight its enemies in lunch” – Michael Friedman


“Aku pergi.”

Sooyoung mengangguk kepada Siwon. Sejak Minho pergi tadi, tidak ada lagi pembicaraan yang berlanjut diantara mereka.

“Malam ini aku tidak pulang, Sooyoung-ah. Kamu dan Minho jaga diri baik-baik, kalau ada apa-apa segera hubungi aku.” lanjut Siwon lagi. Kali ini dia sudah berdiri, siap berangkat dengan tasnya dan kunci mobil di tangan.

“Neh, Oppa. Oppa hati-hati, jangan lupa makan.” jawab Sooyoung, tersenyum. Siwon pun pergi meninggalkan Sooyoung setelah membalas senyumnya.

Sooyoung mengamati dua kursi kosong yang tadinya diisi oleh kedua saudara laki-lakinya itu. Dia lalu tersenyum pahit. Walaupun dua kursi itu terisi, tetap saja dia merasakan perasaan hampa di dalam hatinya, tetap saja ada sesuatu yang hilang. Sejak orang tua mereka semakin sukses dalam dunia bisnis, posisi mereka dalam prioritas orang tua mereka pun dengan segera tersingkir menjadi nomor dua, atau mungkin nomor ke sekian, setelah bisnis, uang, harga diri, dan entah apalagi.

Meskipun mereka bertiga adalah tipikal anak mandiri yang tidak banyak haus untuk dimanjakan orang tua, tetap saja sedikit banyak mereka memerlukan bimbingan dan kasih sayang. Terutama Minho, Sooyoung sangat menyayangkan sifat adiknya itu yang sekarang menjadi sangat pasif. Minho terkesan seperti anak yang anti-sosial. Tidak heran juga mengingat dulu Umma merekalah yang selalu memperkenalkan Minho kepada hal-hal baru dan membantunya beradaptasi. Tapi sekarang, saat Umma mereka terlalu sibuk mengurusi dirinya sendiri, tentu saja Minho merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan kemampuannya sendiri. Sooyoung tahu dia mencoba, untuk membuka dirinya pada orang lain, tetapi tetap saja, tanpa Umma yang selalu menahannya agar tidak jatuh, Minho akhirnya menyerah.

Siwon juga tidak jauh berbeda. Meskipun Oppa-nya itu tidak banyak terdengar mengeluhkan apapun tentang kehidupannya, Sooyoung tahu kalau Siwon juga merasa sangat kecewa dengan keadaan keluarga mereka, yang entah apakah masih pantas disebut ‘keluarga’. Kalau sudah begini, Sooyoung pun tidak mengerti siapa yang harus disalahkan. Ingin rasanya membenci orang tua mereka karena menelantarkan anak-anaknya, tetapi orang tua mereka tidak sepenuhnya melupakan mereka. Meskipun tidak pernah di rumah, mereka memenuhi kebutuhan anak-anaknya tanpa kurang sedikitpun, secara materi tentunya. Mereka juga sering mengirim e-mail, atau kadang menelepon menanyakan kabar mereka. Sooyounglah yang selalu menjawab telepon Ummanya, karena Minho blang dia tidak ingin berbicara dengan benda mati, dan Siwon selalu hilang tiba-tiba jika orang tua mereka menelepon.

“Seandainya saja ada yang bisa kulakukan…” celetuknya lemas. Dia baru saja akan menyantap roti bakarnya yang keenam ketika matanya menangkap jam dinding yang tergantung di hadapannya. “Sial! Aku akan terlambat!” dan Sooyoung pun memulai rutinitasnya sebagai pelajar, menyambut hari baru.

—————-

Segera setelah Sooyoung keluar dari Lamborghini Diablo berwarna violet miliknya, beberapa hoobae langsung dengan semangat menyapanya.

“Sooyoung-sunbae, annyeonghaseyo!”

Sooyoung tersenyum kepada mereka, “Annyeonghaseyo, apa kalian tahu dimana Minnie atau Sica?” tanyanya kalem. Dua orang juniornya yang masih tidak percaya kalau salah satu senior paling terkenal seantero sekolah sedang berbicara dengan mereka diam sejenak sebelum akhirnya menjawab, “Jessica-sunbae sepertinya belum datang, sedangkan Minnie-sunbae sedang ada di lapangan bersama pacarnya…” kata salah satu dari mereka dengan pipi bersemu merah. Entah mengapa walaupun mereka perempuan, berdekatan dengan Sooyoung membuat mereka salah tingkah, apa daya soalnya Sooyoung terlalu cantik dan mempesona.

Sooyoung lalu tersenyum lagi kepada dua hoobae-nya itu, sebelum mulai melangkah menuju ke lapangan untuk menyusul sahabatnya. Tetapi belum berapa jauh dia berjalan, seseorang memanggil namanya. “Sooyoungie!” teriak orang itu.

Sooyoung membalikkan badannya, “Sica!”

Jessica, sahabat Sooyoung yang berambut pirang, melambai kepadanya dan berlari mendekatinya. “Mana Minnie?” tanya Jessica.

“Dia bersama Kyuhyun, aku baru saja akan menculiknya sekarang. Ayo.” dan Jessica mengangguk.

—————-

“Sedang apa kamu tadi di lapangan, Minnie?”

Sungmin tersenyum menatap Sooyoung dan Jessica, “Aku sedang menonton adikmu latihan.” jawabnya riang.

Jessica mengangkat alisnya, “Adikku latihan? Sejak kapan klub senam berlatih di lapangan? Aula yang biasanya mereka pakai memangnya rusak? Lagipula tadi aku tidak melihat adikku, malah banyak anggota klub sepak bola…” serunya bingung, mengingat adik perempuannya Krystal yang anggota klub senam lantai di sekolah mereka.

Sooyoung dan Sungmin saling menatap sejenak, sebelum akhirnya sepakat untuk mengacuhkan Jessica dan melanjutkan pembicaraan, “Untuk apa kamu menonton Minho?” tanya Sooyoung pada Sungmin.

“Minho? Kenapa jadi Minho? Memangnya adikmu sekarang anggota klub senam ,Sooyoungie?” lagi-lagi pertanyaan bodoh Jessica diacuhkan oleh kedua sahabatnya. yang bertingkah seolah-olah Jessica tidak ada. Sungmin dengan santainya menimpali, “Soalnya aku dan Kyunnie tidak ada kerjaan pagi-pagi tadi, daripada bosan~”

“Kamu pagi ini dijemput Kyuhyun lagi, ya?” Melihat Sungmin mengangguk, Sooyoung langsung menghela napas dengan berat. “Aahhh… aku iri… aku ingin punya pacaaar!” serunya, membuat Sungmin tertawa mendengarnya. “Minnie, boleh tidak kuambil Kyuhyun?” kali ini, pertanyaan Sooyoung tidak membuat Sungmin tertawa, justru dia jadi cemberut.

“Kamu… meskipun Kyunnie itu terlalu kurus, terlihat pucat, sering nyuekin aku karena terlalu banyak main game, songong, sok, dan arogan, aku tetep sayang banget sama dia…. pokoknya aku nggak akan membiarkan siapapun mengambilnya dariku!”

Sekarang giliran Sooyoung yang tertawa mendengar perkataan Sungmin barusan. “Aku bercanda kok, Minnie… kamu tuh katanya sayang tapi menghina… Hahaha.”

Sungmin langsung memonyongkan bibirnya, kebiasaannya kalo lagi bete. “Sooyoungie, kamu jahat…” ucap Sungmin, wajah dan suaranya seakan terluka. Tapi Sooyoung tahu betul, sahabatnya yang imut satu ini sangat pintar berakting dan sangat senang menipu orang, jadi dia tak akan tertipu oleh jebakannya.

“Sudah, sudah, ayo kita ke kelas sekarang!” kata Sooyoung kemudian sembari berjalan menuju kelas mereka, Sungmin dan Jessica mengikuti di belakangnya.

Dalam perjalanan menuju ke kelasnya, Sooyoung memikirkan kata-katanya pada Sungmin tadi. Sebenarnya dia memang ingin punya pacar. Paling tidak kalau dia punya pacar, dia tidak akan merasa terlalu kesepian dan bosan dengan hidupnya. Dan dia sedikit serius ketika membahas Kyuhyun tadi. Menurutnya Kyuhyun itu cukup oke untuk dijadikan pacar, tapi lalu dia ingat kalimat Sungmin, Kyuhyun sangat banyak kekurangan, mereka tidak akan cocok. Lagipula Kyuhyun dan Sungmin sangat serasi, mereka pasangan lucu yang norak, sayang kalo dipisah, hiburan berkurang satu haha.

—————-

“Akhirnya istirahat juga! Haaaah… aku sangat lapar!” pekik Jessica, suaranya yang memang sudah cempreng dari sananya jadi terdengar semakin cempreng.

“Ayo kita ke kantin! Aku juga lapar, sekarang memang waktunya makan siang!” sahutnya bersemangat, langsung diangguki Jessica yang tidak kalah semangat.

Tapi Sooyoung tetap tidak bergerak dari kursinya, dia juga tidak mengatakan apapun. Sungmin dan Jessica saling pandang, mereka sudah sangat mengenal momen-momen seperti ini.

“Kamu ingin kami bawakan apa hari ini?” tanya Sungmin, menepuk pundak Sooyoung yang sedang menyenderkan kepalanya di atas meja. Sooyoung lalu mendongakkan kepalanya, tersenyum, “Aku mau roti melon dan jus jeruk.” jawabnya pelan. Dan dengan itu, Sungmin dan Jessica pun pergi ke kantin meninggalkan Sooyoung di kelas.

Sooyoung memang tidak pernah mau pergi ke kantin. Bukan karena dia membenci makanan-makanan yang dijual disana, tetapi dia membenci suasananya. Dia benci karena kantin begitu ramai, dia benci melihat orang-orang lain begitu bahagia dengan kehidupan mereka. Dia iri, dia mengiginkan semua itu. Dia benci melihat orang-orang mengobrol dengan sangat bahagia, melihat mereka saling bercanda seakan tidak memiliki sedikitpun masalah dalam hidup. Dia benci karena dia tidak seperti orang-orang itu, dia tidak bisa merasa bahagia. Dia bahkan sudah lupa seperti apa itu rasanya bahagia.

Jauh lebih baik jika dia sarapan di rumah karena dia hanya melihat kedua saudaranya, yang hidupnya sama kacaunya dengannya. Atau juga ketika makan malan, dia justru senang, karena dia selalu makan malam di rumah Sungmin atau Jessica, soalnya masakan Umma mereka selalu enak. Yah sebenarnya masakan enak itu hanya alasan untuk menutupi perasaannya yang ingin merasakan makan malam bersama keluarga.

Sooyoung lalu menatap ke jendela ruang kelasnya. Dia menemukan adiknya, Minho, sedang tertawa bersama teman-teman klubnya, mereka lagi-lagi bermain bola. Melihat wajah Minho yang terlihat sangat bahagia seperti itu, tanpa sadar Sooyoung tersenyum. Seandainya aku bisa tersenyum sepertimu juga, Minho-ya… seandainya kita bisa makan siang bersama seperti dulu… batin Sooyoung pedih.

—————-

Maaf… chapter ini memang membosankan… (>,<) Chapter berikutnya akan berlanjut dengan “Siwon’s Dinner”. Makasih banyak yang udah baca, apalagi ngomen, MANY MANY KAMSAH! sampai jumpa di chapter berikutnya! 😀

_Saeriminnie_

6 Komentar (+add yours?)

  1. kyusoowon
    Jun 27, 2011 @ 02:58:11

    annyeong chingu aku mau tinggalin jejak dulu coz aku belum baca seneng deh ada part 2’a trus part 3’a jangan lama2 key hehehe..aku nyuci dulu nanti baru baca trus coment deh…annyeong

    Balas

    • saeriminnie
      Jun 27, 2011 @ 03:24:18

      aduh makasih banyak udah rela nyuci dulu(?) hehe
      iya lagi semangat bikin ff kok^^
      oke semangat ya nyucinya, ff-nya nggak bakalan kemana-mana kok^^
      annyeong!

      Balas

  2. kyusoowon
    Jun 27, 2011 @ 14:46:33

    mudah2’an kyuhyun suka sama sooyoung coz kasihan sooyoung gak ada pasangan’a…ayo chingu cariin sooyoung pasangannya….

    Balas

  3. SooRhanty
    Jun 29, 2011 @ 14:12:59

    ahh kasian choi family, malang sekali nasib mereka. Problem2 ny ak suka, g cm cinta, tp kluarga jg ada. i like it *sokRianti ohya, kira2 siapa nih couple nya soo eonnie, key oppa dong~ heheh

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: