Love Poem [SunHae Fic]


Title : Love Poem 

Pairing : Donghae (SJ) & Sunye (WG)

Genre : AU, Fluff, Romance

Rating : PG

Summary : The love to you is alive in me…

A/N : Songfic SunHae yag lain, kali ini terlahir dari lagu band favorit gue yang terkeren sepanjang masa, L’arc-en-ciel!!! Lagu ini judul aslinya Jujoushi, bener-bener lagu yang very very romantic and cool!!! Enjoy people! ^^ 

Warning : Kalo nggak suka pasangan ini jangan baca. Stop bashing if you’re smart people! Thx.

—————————–

The words we play are a comforting melody
Just as long as you’re next to me
If it’s so I won’t lose those smiling eyes
Even for the nights when we can’t see the twinkling of the stars

“Kamu… menyukaiku?”

Donghae mengangguk menatap wanita yang paling dicintainya di hadapannya itu, ekspresi wajahnya benar-benar menunjukkan rasa kaget luar biasa. “Iya Sunye-ah, aku menyukaimu, ah tidak, aku mencintaimu.”

Sunye menangis. Entah berapa lama sudah dia menantikan datangnya hari ini. Hari dimana lelaki yang telah dicintainya seumur hidupnya membalas perasaan cintanya. 

Lee Donghae dan Min Sunye adalah teman sejak kecil. Mereka sudah bertetangga bahkan sejak mereka belum bisa berjalan. Sunye mengenal Donghae dengan baik, sangat baik sampai dia bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Donghae tanpa harus diberitahu terlebih dahulu, begitu pula sebaliknya.

Mereka telah menghabiskan 17 tahun hidup mereka hidup saling bergantung satu sama lain. Tapi, tak pernah sekalipun terucap kata ‘cinta’ diantara mereka. Tak pernah sekalipun. Walaupun tatapan mata mereka meneriakkan cinta, walaupun genggaman tangan mereka mengisyaratkan cinta, kata ‘cinta’ tak pernah terdengar keluar dari bibir Sunye dan Donghae, sampai hari ini.  

“Jangan menangis Sunye-ah… walaupun air matamu adalah bukti kebahagiaanmu, aku tetap tidak ingin melihatmu menangis. Tersenyumlah, matamu terlihat paling indah saat kamu tersenyum.” kata Donghae, jari-jari kedua tangannya menghapus butiran-butiran air mata yang jatuh di pipi Sunye dengan lembut. 

Sunye tersenyum, menggenggam tangan Donghae yang masih berada di pipinya. “Kalau itu maumu, setiap hari aku akan tersenyum.” ucapnya pelan kepada Donghae. Karena aku ingin selalu terlihat indah di matamu, Hae-ah…

I’ll wrap you up like the sunlight that pours in through the trees
This is my unchanging oath
If it’s a dream, if the dream is like this then I won’t care
We’ll face towards the loving light that shines brightly in tomorrow
Because even the happiness is real

“Apa yang kamu lakukan tadi pagi di rumah Saerim?”

Donghae tertawa mendengar pertanyaan Sunye, dia jadi teringat kejadian tadi pagi. “Siapa yang memberitahumu aku kesana tadi pagi?” tanyanya, sambil mengisyaratkan pada kekasihnya itu untuk duduk di sebelahnya.

Mereka sekarang sedang berada di taman di kompleks perumahan mereka. Mengunjungi taman ini setiap sore hari sudah menjadi kebiasaan mereka sejak kecil, dan kebiasaan itu tidak berubah walaupun sekarang mereka sudah tidak kecil lagi. Taman ini menyimpan terlalu banyak kenangan indah untuk mereka lupakan.

“Saerim mengirimiku SMS, dan kamu jangan hanya tertawa saja. Ceritakan padaku, kamu membuatku penasaran, Hae.”

Donghae malah tertawa semakin semangat, dia sangat suka melihat wajah Sunye ketika sedang menginginkan sesuatu. Jarang sekali melihat ekspresinya yang penuh rasa ingin tahu mengingat Sunye adalah seseorang yang amat dewasa dan selalu mengalah demi orang lain. Dan sisi dirinya yang begini, hanya beberapa orang istimewalah yang berkesempatan melihatnya, tentu saja Donghae bangga menjadi salah satu dari beberapa orang istimewa tersebut.

“Kamu ingat kalau ayah Saerim memelihara ikan entah apa yang harganya sangat mahal itu, kan?”

Sunye mengangguk pada Donghae. “Tadi pagi ikannya itu bertelur, ayahnya sangat bingung dan panik. Saerim lalu menghubungiku untuk meminta tolong. Dan begitulah ceritanya, haha.” Donghae memang seorang pemuda yang sangat mencintai ikan, dia terkenal sebagai pangeran duyung di kompleks mereka, karena dia mengetahui begitu banyak tentang ikan-ikan.

Sunye tertawa mendengarnya, suara tertawa yang terdengar seperti musik di telinga Donghae. Donghae lalu meletakkan tangan kirinya di pundak Sunye, membuat Sunye menyandarkan kepalanya di bahunya. 

“Ikan itu sekalinya bertelur anaknya bisa sangat banyak, ya.” kata Donghae tiba-tiba. Sunye tertawa lagi. “Apa maksudmu, Oppa? Kamu mau bertelur juga?” katanya bergurau.

“Iya kalau bisa. Seandainya manusia bisa seperti ikan, pasti bahagia mempunyai banyak anak, kan?”

Kali ini Sunye tidak tertawa, dia menatap Donghae, tersenyum. “Pasti bahagia…” jawabnya, tangannya menggenggam tangan kanan Donghae erat.

“Apa kamu mau melahirkan anakku suatu hari nanti, Sunye-ah?” tanya Donghae, angin sepoi-sepoi sore hari menerbangkan rambut pirangnya. Tetapi tatapan matanya lurus dan begitu dalam ketika menanyakan pertanyaan yang seharusnya memalukan itu. Pertanyaan yang seharusnya tidak ditanyakan oleh anak berusia belasan tahun seperti dirinya. Tetapi Sunye tahu betul, dialah yang paling tahu kalau Donghae tidak sedang bercanda. Dia mencurahkan seluruh perasaannya ke dalam kalimat tersebut, dan alangkah baiknya jika dia menjawabnya dengan tulus juga.

“Tentu saja aku mau. Seberapa banyak pun akan kulahirkan jika itu anakmu, anak kita.” jawab Sunye, setetes air mata jatuh mengalir dari mata indahnya.

“Tidak perlu banyak, aku tidak mau menyakitimu, cukup satu saja. Aku ingin anak laki-laki!”

Sunye tertawa, kekasihnya ini telah kembali lagi ke sisi kekanakannya yang biasa. “Bagaimana kalau dua saja? Anak laki-laki untukmu, dan anak perempuan untukku. Aku butuh seseorang yang bisa membantuku mengurus kalian, kan. Haha.” kata Sunye, masih tertawa melihat Donghae yang sekarang sibuk memikirkan nama pemain bola mana yang akan dipakainya untuk menamai anak mereka nanti.

“Dua? Hmm…. baiklah terserah kamu saja. Tapi tentunya enak kalau kita bisa menjadi seperti ikan ya? Aku sebenarnya ingin punya banyak anak…” 

Sunye hanya tertawa, kekasihnya ini benar-benar orang yang sangat menarik. Tadi bilang tidak ingin menyakiti, sekarang ingin punya banyak anak. “Sebenarnya apa yang kamu inginkan, sih?” tanyanya pada Donghae, masih tertawa kecil.

Donghae lalu menatapnya, senyum nakal tersirat di wajahnya. “Yang kuinginkan hanya… KAMU!” dan dengan itu, Donghae memeluknya sangat erat, membuat Sunye sedikit berteriak, yang akhirnya membuat mereka diomeli oleh Ibu-ibu sekitar dengan alasan bermesraan di depan umum.

How you gently alleviate
Even the remaining sad memories
Blown by that soft, familiar wind, like it’s playing games
It gets out of the way as the radiant you takes me away

Donghae terus memeluknya dengan erat. Meskipun banyak orang yang datang dan pergi, mengucapkan selamat tinggal dan sampai nanti, tak satupun dari mereka peduli. Sunye baru saja kehilangan satu lagi orang yang amat-amat dicintainya. Ayahnya tidak bisa bertahan dari penyakit liver yang dideritanya.

Walaupun Sunye merasa lebih baik seperti itu, agar ayahnya berhenti menderita. Dia pasti akan lebih bahagia disana, bertemu lagi dengan istri yang sangat dicintainya di surga. Walaupun itu yang selalu dikatakannya, Donghae tahu betul seberapa terpukul Sunye ketika mengetahui ayahnya telah tiada. 

“Bolehkah aku menangis..?”

Donghae menatap Sunye bingung, “Apa maksud pertanyaanmu?”

Sunye menatapnya balik, matanya berkaca-kaca, terlihat jelas dia sedang berusaha keras menahan air matanya agar tidak keluar. Donghae menyentuh pipi Sunye perlahan, karena dia taku sentuhannya bisa menghancurkan wanita di hadapannya ini. Sunye terlihat sangat rapuh, sakit sekali melihatnya seperti ini. 

“Rasanya sakit sekali… aku sudah tidak bisa menahannya lagi… aku ingin menangis, tapi bolehkah aku melakukannya?” Sunye bertanya lagi, suaranya bergetar hebat.

“Tentu saja kamu boleh menangis, keluarkan saja semuanya… kenapa kamu bertanya padaku boleh atau tidak?”

Sunye lalu menangis, menangis sejadi-jadinya. Dia tidak peduli Donghae melupakan kata-katanya saat itu, yang penting dia boleh menangis. Kali ini saja, dia membiarkan dirinya tidak terlihat indah di mata Donghae. Kali ini saja, aku akan menangis, mengeluarkan semua air mataku. Kali ini saja…

“Menangislah sebanyak yang kamu mau kalau itu membuatmu merasa lebih baik… Aku akan selalu di sampingmu, aku tak akan pernah meninggalkanmu.”

Kata-kata Donghae itulah yang benar-benar membuat Sunye merasa jauh lebih baik. Melupakan kenyataan bahwa ayahnya baru saja meninggal dan sekarang dia resmi menjadi seorang yatim piatu. Dia merasa sangat lega memiliki Donghae.

“Terima kasih Hae… aku mencintaimu…”

Donghae tersenyum, memeluk Sunye erat, pelukan ini selamanya tak akan pernah ia lepaskan. “Aku juga mencintaimu, sangat…”

How you gently alleviate
Even the remaining sad memories
Blown by that soft, familiar wind, like it’s playing games
It gets out of the way as the radiant you takes me away

Semua kata-kata cinta yang terucap diantara mereka terasa seperti baru saja kemarin terjadi. Pertama kali kata cinta terdengar, mengingat kembali dua orang anak berumur belasan tahun yang menyatakan perasaan mereka dengan suara bergetar dan wajah bersemu merah, semua itu adalah kenangan yang begitu indah.

Setiap hari adalah hari terindah bagi dua orang yang saling mencintai. Setiap hari selalu berakhir dengan kenangan manis baru untuk mereka kenang di hari esok. Setiap detik adalah waktu yang sangat berharga, karena mereka menjalaninya dengan saling mencintai satu sama lain. Itulah yang selalu dirasakan Sunye dan Donghae.

Sekarang, meskipun rambut mereka sudah berubah putih, kaki mereka terasa begitu berat untuk dibawa melangkah, tidak sedikitpun, perasaan cinta mereka berkurang. Justru, perasaan cinta ini terus tumbuh. Setiap hari, setiap detik, setiap waktu, cinta mereka terus mekar, semakin besar semakin hari.

Walaupun mata Sunye kini kelihatannya tidak seindah dulu karena dihiasi keriput disana-sini, wajah Donghae yang pernah sangat dibanggakannya ketika memenangkan polling lelaki tertampan satu sekolah kini tidak lagi setampan dulu termakan usia, bagi mereka, orang yang mereka cintai, selamanya tetaplah mahkluk Tuhanyang terindah yang pernah ada.

“Sunye-ah…”

“Iya Hae, aku disini…”

“Sekarang waktuku sudah tiba… aku tidak pernah menyesali sedikitpun kehidupanku bersamamu, aku sudah puas dengan hidupku, jadi biarkan aku beristirahat ya.”

Sunye tersenyum menatap lelaki yang sudah menjadi pendamping hidupnya selama puluhan tahun tersebut. Lelaki yang dulu selalu aktif dan bersemangat itu kini terbaring lemah di tempat tidur, tak berdaya melakukan apapun. Dia tahu sudah saatnya membiarkannya pergi.

“Sunye-ah… aku mencintaimu…”

Dan dengan itu, Donghae menghembuskan napas terakhirnya. Sunye tidak menangis, walaupun anak dan cucu-cucunya menangis dengan keras, dia tetap tenang. Dia tersenyum melihat kepergian cinta dalam hidupnya itu. Dia tersenyum, karena dia yakin kalau waktunya pun akan segera tiba tak lama lagi. 

“Aku juga mencintaimu, sangat…”

The love to you is alive in me…
You are aside of me …

_FIN_ 

—————————– 

Kali ini gue berusaha membuat mereka hidup bahagia… tapi maaf ya, gue sangat mencintai genre Angst jadi gue masih tetap memunculkan nuansa tragedi di fanfic ini… Gue nggak akan bosan-bosan mengucapkan terima kasih pada kalian yang udah sudi mampir, baca, ngomen, pokoknya makasih!!! ^^ MANY MANY KAMSAH!!!

Semoga SunHae yang kali ini beda nuansa ama yang sebelum-sebelumnya ya, hehe. Maaf kalo banyak typo dan sejenisnya, maklum rocker juga manusia hehe.

_Saeriminnie_ 

19 Komentar (+add yours?)

  1. ananda
    Jun 24, 2011 @ 07:50:45

    w yg pertama yg nyampah. so sweet bgt sis.

    Balas

  2. Aini _chullie
    Jun 24, 2011 @ 13:21:30

    ah fanfic ini sangat menohok sis. seriusss hikssss
    bahagiaaaaa banget liat mereka bersatuuu sis walaupun akhrnya donghae pergi dluan.
    hmmm good sis, menyentuh perasaan gw 😦
    good job sweety 😀

    Balas

  3. Aini _chullie
    Jun 24, 2011 @ 13:31:34

    iya sis entah kenapa hati gw jadi resah ahhhh shit man!!!!
    okay sis transfer ya upah baca gw 😀

    Balas

  4. Trackback: Solusi Mengatasi Pesan Teks YM Tidak Muncul « Blog Personal
  5. puchaaby
    Jun 26, 2011 @ 04:01:14

    annyeeeooongggggggg author…!!!!
    saya kembali datang comment di ff sunhae hehehehe *maklum shipper wkwkwk

    huaaaaaaaaaaaaaaaa ni author bener2 yah,,walo happy ending tapi tetep ajah bikin mewek TT____TT
    author lama2 saya nobatkan sebagai the master of angst nieh hehehhe…..*peace ^_^v

    semoga kisah cinta mereka di realita bener2 terjadi dan awet sampe maut memisahkan *amin..!!! #dziiiingggggggggg di tendang sama bini2nya ikan makpo wkwkwkwk 😀 😀

    di tunggu yah cerita yg lainnya
    gomawo
    _bow_

    Balas

    • saeriminnie
      Jun 26, 2011 @ 08:45:53

      annyeong juga!!!
      makasih udah sering mampir kesini!!! \(^o^)/
      aduh seneng banget nih wkwkwk

      iya amin! mereka emang serasi banget! pokoknya kalo nggak sama unyuk, donghae cuma boleh sama sunye wkwkwk 😀

      makasih lagi yaaaaa! *bow*

      Balas

  6. Trackback: Domain Premium Gratis [Com,Net,Org] « Blog Personal
  7. rawr
    Jul 03, 2011 @ 09:39:41

    daeeebaaakk!!
    Ini ff sunhae favoritku onn xD

    daebaaak \^o^/

    Balas

    • saeriminnie
      Jul 03, 2011 @ 12:57:41

      hah? aku onnie favoritmu? hmm duh jadi malu dibilang daebak~ *gaknyambung*
      wkwk makasih cantik, atas perhatiannya saya persilahkan naik ke atas panggung(?)

      Balas

  8. Trackback: Ketika Anak Band Bicara Narkoba « BIMZnews.com
  9. Trackback: Aku Hamil Lagi Ketika Aku Sedang Hamil « BIMZnews.com
  10. epynation
    Jul 28, 2011 @ 13:59:35

    Good job….tp kok g di ceritain anak mereka banyak kayak ikan gak?

    Balas

  11. Trackback: Coelacanth (Ikan Raja Laut) | PESONA MANADO BLOG
  12. wonderful tya
    Des 23, 2011 @ 04:16:39

    annyeong author,,, aku pmbaca baru nih, plus sunhae shipper bgttttttttt, xixi
    adeeuuhhhh so sweet bgt ff nya, palagi yg pas ngomongin soal anak, itu hae pngen punya anak byk dr sunye,,,, haha lucu..
    god jobbbbbbbbbbb

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: