You Are So Gorgeous [Ch.1]


Title : You Are So Gorgeous

Casts : Choi Siwon, Choi Sooyoung, Choi Minho, Lee Sungmin, Jessica Jung, Cho Kyuhyun, Kim Jonghyun, Lee Donghae, Lee Eunja

Genre : AU, Drama

Rating : PG-15

Summary : Menjadi keluarga yang kata orang memiliki segalanya bukan alasan bagi tiga bersaudara ini untuk bahagia menjalani hidup.

Warning : Kalo nggak suka jangan baca! Kalo baca karena cuma mau ngebash juga so thank you so much I’m sorry goodbye ya. Thanks.

—————-

Chapter 1 “Minho’s Breakfast”   

—————-

“And Big Night, I think by the end the brothers find that balance, when they touch each other on the shoulder over breakfast and it’s understood that what should never have driven them apart almost drove them apart. I think that’s a true moment.”  – Tony Shalhoub

“Tuan Muda Minho.”

Minho perlahan-lahan membuka matanya, terima kasih kepada sinar matahari pagi yang menerobos masuk kamarnya, juga suara pelayan rumahnya yang setia.

“Tuan Muda Minho, kalau anda tidak bangun sekarang, anda akan terlambat mengikuti kegiatan klub.”

Kali ini Minho benar-benar membuka matanya. “Iya iya aku bangun, kamu boleh keluar sekarang.” serunya lirih.

Minho bangkit dari tempat tidurnya menuju ke balkon kecil di kamarnya, yang berada di lantai dua rumahnya, yang sebenarnya bisa disebut mansion karena luasnya yang tidak biasa.

Minho menerawangkan pandangannya, melihat orang-orang yang bergerak di kejauhan, begitu sibuk di pagi hari. Beberapa dari mereka berseragam rapi dan berjalan terburu-buru, ada juga yang jogging dengan santainya, juga beberapa anak sekolahan yang mengobrol dengan teman-teman mereka sambil menuju ke sekolah.

Seandainya saja aku juga bisa menjadi bagian dari orang-orang itu, sepertinya dilema kehidupan mereka tidak serumit diriku…

Dia pun memasuki kamar mandi di kamarnya, bersiap-siap menyambut pagi yang lain dalam lembar hidupnya.

—————-

“Pagi Hyung, Noona.”

Sooyoung tersenyum pada Minho yang baru bergabung dengan dia dan Siwon di meja makan. “Pagi Minnie.” sapanya.

“Noona… sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu, aku tidak suka.”

Sooyoung tertawa melihat adiknya ngambek begitu, “Kenapa sih? Padahal dulu kamu menyebut dirimu dengan ‘Minnie’… Dulu kamu sangat imut. Iya kan, Oppa?”

Siwon mengangguk saja mengikuti pembicaraan dua adiknya yang ramai ini. “Iya.”

“Itu kan dulu… sekarang aku tidak punya rasa percaya diri untuk bertingkah seperti itu.” seru Minho, dingin.

Sooyoung dan Siwon saling pandang mendengar perkataannya. “Minho-ya…”

“Aku selesai, aku berangkat duluan Noona, Hyung. Sampai nanti.” Siwon dan Sooyoung memandangi adik mereka itu pergi menjauh dengan hati gundah.

“Aku juga sebenarnya tidak punya kepercayaan diri lagi untuk berpura-pura bahwa semuanya akan baik-baik saja…” bisik Siwon lirih.

“Oppa, semuanya pasti akan baik-baik saja. Suatu hari nanti, keluarga kita pasti akan berkumpul seperti dulu lagi.” Siwon mengangguk menatap adiknya itu, “Kuharap begitu.” katanya.

—————-

Menjadi anak bungsu dengan  orang tua dan kakak-kakak yang begitu luar biasa tidak selamanya membanggakan. Semua yang dilakukannya sudah pernah dicapai oleh Hyung dan Noona-nya yang begitu hebat. Keistimewaannya sebagai manusia adalah bahwa dia terlahir sebagai seorang ‘Choi’.

Memang kenapa kalau dia tampan? Siwon juga tampan, mereka mewarisi wajah tampan ayah mereka. Memang kenapa kalau dia pandai berolahraga? Semua orang dalam silsilah keluarganya memang atlet. Memang kenapa kalau dia terlihat begitu sempurna? Wajar sajalah, namanya juga Choi Minho.

Semua usahanya, latihan selama siang dan malam dalam olahraga, hanya ditimpali dengan kata-kata seenteng, “wajarlah” dan “namanya juga Choi”. Bukannya Minho minta dielu-elukan, paling tidak hargailah dia sebagai individu, jangan selalu menilai dia sebagai seorang Choi. Memangnya kalian pikir keluarga Choi itu Tuhan?

Dan semua kekecewaannya itu akhirnya membuatnya menjadi bersifat seperti sekarang. Seseorang yang setiap hari membuat keluarganya bersedih.

“Mianhae Noona, Hyung… tapi aku benar-benar benci waktu sarapan…” bisiknya lirih.

Ya, Minho sangat benci waktu sarapan. Karena itu mengingatkannya akan kekosongan keluarganya. Karena itu membuatnya semakin membenci orang tua mereka yang menelantarkan mereka demi urusan mereka sendiri, demi uang yang tidak akan pernah mengembalikan senyum di wajahnya seperti saat mereka sekeluarga selalu melewati sarapan pagi bersama. Sambil membicarakan rencana mereka untuk hari itu.

Walaupun sebentar, dulu Minho pernah sangat menanti-nantikan waktu sarapan pagi. Karena hanya di satu waktu itulah, keluarganya berkumpul menjadi satu. Karena hanya di satu waktu itulah, kedua orang tuanya punya waktu untuk memanjakan dirinya. Tapi sudah beberapa tahun terakhir ini orang tua mereka tidak pernah lagi punya waktu. Dan hal itu membuat Minho sangat membenci waktu sarapan pagi. Hatinya selalu sakit karena dia pasti akan mengingat semua peristiwa yang terjadi di ruangan itu pada pagi-pagi  yang dahulu.

—————-

“Minho-ya!”

Minho, yang baru saja memarkir Lamborghini Murcielago berwarna metallic black miliknya di area parkir  SMA -nya membalikkan badan menghadap si pemilik suara. Dan entah kenapa dia sama sekali tidak terkejut melihat Kyuhyun dan pacarnya, Sungmin sedang berjalan ke arahnya. Satu lagi, yang memanggilnya barusan tentu saja Sungmin, secara Kyuhyun tidak akan sudi capek-capek mengeluarkan suaranya hanya untuk memanggil Minho pagi-pagi buta.

“Pagi, Noona. Hey, Kyu.”

Kyuhyun hanya mengangguk kepadanya, tapi tidak mengatakan apapun. Melihat lingkaran hitam di bawah matanya, Minho tahu betul Kyuhyun pastilah begadang lagi untuk bermain game.

“Ne Minho-ya, apa Noona-mu datang bersamamu?” tanya Sungmin.

Minho menggeleng kepadanya, “Tidak Noona, aku pergi duluan karena ada latihan pagi.” jawabnya kalem. Sungmin pun manggut-manggut mendengarnya.

“Hmm… kalau begitu, aku dan Kyunnie melihat latihat pagimu saja, ya? Toh tidak ada hal lain yang sepertinya bisa kami lakukan.” kata Sungmin lagi, menatap penuh harap pada Minho. Minho pun mengangguk, sebenarnya diam-diam dia juga senang jika ada yang menemaninya.

“Tapi Minnie, aku kan mau main game…”

“Aish kamu ini, pagi siang malam selalu saja game yang kamu pikirkan! Istirahatkanlah game-mu sekali-sekali! Kasihan mereka lelah setiap hari kamu permainkan!”

“Justru mereka akan senang kalau kupermainkan, mereka kan memang terlahir untuk dipermainkan, Minnie…”

“Mana ada yang senang kalau dipermainkan, hah? Babo!”

“Minnie…”

Minho tertawa saja mendengar perdebatan dua temannya itu, mereka memang pasangan yang tidak pernah gagal membuat orang lain terhibur.

—————-

“Minho-yaaaaaaaaaa~ Hwaiting!!!”

Minho tersenyum dan melambai pada Sungmin dan Kyuhyun, dua orang itu membuat mood-nya baik di pagi hari. Seandainya saja yang duduk di bangku penonton adalah Siwon dan Sooyoung, mood-nya pastilah akan menjadi jauh lebih baik.

“Beruntung sekali kamu, Minho, disemangati cewek seimut Sungmin.”

Minho menggeleng mendengar kata-kata rekan satu timnya, Junho, barusan. “Kamu bilang saja padanya kalau minta disemangati juga, sana.”

Junho langsung memandang Minho dengan tatapan horror. Matanya yang sipit makin menyipit, “Aku mana berani! Lagipula siapa aku minta disemangati olehnya? Yang ada nanti aku dikutuk sama Cho Kyuhyun!” katanya ngeri.

Anggota tim sepak bola pun ngakak mendengar kalimat Junho, ada-ada saja memang striker mereka yang bermata pelit ini.

“Latihan pagi hari ini selesai! Ingat nanti sore kalian harus kembali berlatih, mulai hari ini kita latihan setiap hari karena turnamen sudah dekat! Yang bolos akan langsung disingkirkan dari barisan pemain inti! Mengerti?”

“Mengerti!!!”

Setelah pelatih Shin pergi, anggota klub sepak bola pun langsung merebahkan tubuh mereka yang kelelahan di atas rumput. Beberapa anak yang punya pacar langsung didatangi pacarnya yang memberikan handuk serta sarapan pagi untuk mereka.

Tetapi Minho istimewa, meskipun dia tidak punya pacar, banyak sekali anak-anak perempuan di sekolahnya yang mau repot-repot mengaku pacarnya dan membawakannya handuk serta sarapan setiap hari, yang tentu saja tidak pernah digubris olehnya.

“Sunbae, ini handuk dan sarapan pagi untukmu.”

“Sunbae, terima yang dariku saja, punyaku pasti jauh lebih ena daripada miliknya.”

“Tidak Sunbae, ambil punyaku saja.”

“Punyaku!”

“Aku!”

Selalu saja seperti ini setiap hari. Kenapa mereka tidak pernah belajar dari pengalaman sih?

“Yo, Minho.”

Minho tersenyum pada Kyuhyun, teman baiknya yang satu ini memang jenius karena dia selalu muncul di waktu yang tepat. “Dengar ya, aku tidak akan pernah menerima apapun dari kalian, lagipula Kyuhyun juga sudah membawakan handuk dan sarapan untukku.” katanya dingin, lalu pergi meninggalkan ruangan klub sepak bolanya tanpa menunggu cewek-cewek reseh itu membalas kata-katanya.

“Sejak kapan aku membawakan handuk dan sarapan untukmu? Kenapa aku tidak ingat pernah melakukan itu?” tanya Kyuhyun kemudian, ketika mereka sudah berada jauh dari ruang klub sepak bola. Minho hanya mengangkat bahu menjawab pertanyaannya, “Semua pangeran itu perlu kambing hitam, kan?” katanya bercanda.

Kyuhyun mengangkat alisnya menatap Minho, “Paling tidak jadikanlah aku singa atau harimau, jangan kambing..”

“Kalau singa hitam jadinya malah tidak bermakna, babo! Hahaha.” kata Minho, memukul pundak Kyuhyun pelan. “Yang penting kedengarannya keren.” Kyuhyun menimpali, membuat Minho tertaa terbahak-bahak.

“Oh iya, Noona kemana?” Minho baru ingat kaau tadi Kyuhyun bersama Sungmin menontonnya latihan tetapi sekarang tinggal Kyuhyun sendirian.

“Minnie tadi diculik Noonamu dan Sica-noona, katanya ada hal penting yang harus mereka bicarakan, menyangkut popularitas mereka sebagai genk terbeken seantero sekolah.” jawab Kyuhyun santai, tetapi mood Minho langsung rusak mendengarnya. Noonanya datang, tapi bahkan menyapa dia pun tidak. Keluarga macam apa sih sebenarnya yang kumiliki?

“Minho-ya? Aku tanya kamu sudah sarapan atau belum? Malah bengong…”

“Heeh? Eh?”

Kyuhyun menggeleng melihat tingkah sahabatnya yang satu ini, tampang oke, urusan olahraga ahli, diajak ngomong nggak nyambung. “Jangan malah ‘heh’, ‘eh’, kamu udah sarapan?”

Melihat Minho menggeleng, Kyuhyun pun menariknya ke kantin tanpa pikir panjang.

Sesampainya di kantin, Minho melihat Kyuhyun mengeluarkan kotak bekal berukuran mungil berwarna pink dari tasnya. “Kamu sudah membawa bekal kenapa masih mengajakku ke kantin, hah?

Mendengar kalimat itu, Kyuhyun memandang Minho seakan-akan Minho adalah orang paling bodoh sedunia. “Mana mungkin aku kenyang memakan porsi kucing begitu? Lagipula aku sudah tahu kamu pasti tidak akan sarapan di rumah, jadi sekarang jangan banyak cingcong dan makan!”

Minho pun akhirnya ikut sarapan bersama Kyuhyun, yah aslinya dia memang sangat lapar setelah melewati latihan barbar di klub tadi. Tapi lagi-lagi dia merasa iri melihat orang-orang di sekitarnya. Jangan jauh-jauh, sebenarnya dia juga merasa sedikit iri pada Kyuhyun.

Kyuhyun sangat beruntung karena ada orang ang mau repot-repot membuatkannya bekal, memakan makanan yang dibuat sambil memikirkan kita pasti rasanya enak sekali. Sermur hidup belum pernah ada yang membuatkannya bento, karena orang tuanya selalu menanamkan budaya mengkonsumsi. “Kamu beli saja makanan apapun yang kamu suka di kantin sekolahmu ya, Umma tidak ada waktu untuk membuatkanmu bekal.” itulah yang selalu Ummanya katakan.

Teman-teman sekolahnya yang sedang makan di kantin ini juga, mereka makan dengan begitu bahagia. Seandainya aku bisa menikmati sarapan seperti mereka, betapa bahagianya.

—————-

To Be Continue… to chapter 2

—————-

Chapter 2-nya akan berlanjut dengan “Sooyoung’s Lunch”, tetapi gue masih belom tahu kapan update-nya hehe. Maaf kalo banyak salah ketik dan kalimat rancu disana-sini. Thanks banget yang sudi ngintip, baca, apalagi ngomen. MANY MANY KAMSAH!

Oh iya, boleh minta tolong nggak? Tolong kasih masukan mengenai pasangan Sooyoung di fanfic ini ya, syaratnya adalah cowok selain Siwon dan Kyuhyun tentunya, soalnya biarpun udah punya calon, gue masih sangat bimbang nih. Segitu aja deh thanks again! Mwah!

_Saeriminnie_

8 Komentar (+add yours?)

  1. kyusoowon
    Jun 20, 2011 @ 13:36:12

    lanjut thor tp kalo bukan kyuhyun nanti yang jd pasangannya siapa padahal aku mau kyuhyun…tp gak apa2 kalo boleh aku minta changmin aja yang jd pasangannya sooyoung…HWAITIIING……..

    Balas

    • saeriminnie
      Jun 20, 2011 @ 14:16:32

      mian ya chingu, soalnya aku lagi ketagihan fic genderswitch kyumin hehehe
      changminnie? hmm idemu bagus sekali! baiklah akan saya tampung! ^^
      makasih udah baca, ngomen, many many kamsah! 😀

      Balas

  2. ananda
    Jun 20, 2011 @ 15:16:49

    good job sis. ditunggu ch brikutnya!

    Balas

  3. Aini _chullie
    Jun 22, 2011 @ 02:28:43

    huaha okay, karena banak ff lo yg gw baca dr kemarin, gw jd gundah seperti nyokap gw yg lagi gundah menunggu episode berikutnya dr sinteron box opiss putri yang sengaja ditukar….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: