My Wonder Sister [Ch.1]


Title : My Wonder Sister Chapter 1

Pairing :  Sungmin-Sohee(sibling), Kyuhyun-Sungmin(bromance), Taemin-Sohee(friendship)

Genre : AU, Comedy, Drama, Fluff

Rating : PG 

Summary : Kenapa aku harus selalu ada dalam perlindunganmu? Kali ini aku harus bisa melindungi diriku sendiri! Giliranku melindungimu dan menunjukkan kejantananku! (sumpah geje banget nih kalimat)

Warning : Kalo nggak suka jangan baca, kalo niat kalian baca mau ngebash juga mendingan tolong tutup aja ya site ini. Thanks.^^

——————–

Chapter 1 “Bibit Peperangan?!”

——————–

Alkisah, di salah satu Rumah Sakit di Seoul, lahirlah seekor seorang bayi perempuan cantik. Karena wajahnya SOk walaupun masih bayi, dan suara gumamannya yang seakan terdengar berbunyi ‘HEEhihi’, orang tuanya pun menamakan bayi perempuan itu, Sohee. (apaan sih nih Author, garing banget)

Sohee tumbuh menjadi seorang anak perempuan yang perkasa. Dia belum pernah menangis sekalipun sejak dilahirkan. Ditambah lagi, karena dia terlahir di keluarga pecinta beladiri, membuatnya semakin cocok mendapat predikat wanita perkasa.

Sifatnya yang senang memerintah dan pintar memonopoli orang-orang di sekitarnya pun membuatnya semakin disegani oleh teman-temannya. Dia bahkan memiliki pasukan pembela Sohee yang menamakan diri mereka ‘Sohee Effect’. Selain semua itu, wajahnya yang unik pun membuatnya semakin tersohor di kalangan pecinta barang antik(?). Karena itu, sejak kecil Sohee selalu hidup makmur.

Tetapi…  lain Sohee, lain lagi Sungmin. Meskipun bersaudara, nasib kakak beradik ini sangat berbeda. Jika Sohee selalu hidup makmur sejak kecil, Sungmin merasakan kebalikannya. Dia tidak pernah hidup makmur sejak kecil.

Kakak laki-laki Sohee ini selalu menjadi target penindasan teman-temannya. Setiap hari, Sungmin pasti selalu menangis ketika pulang dari sekolah. Sungmin memang ahli beladiri karena sejak kecil orang tuanya mendidiknya untuk dapat mempertahankan diri dan selalu siaga di medan manapun dia berada. Tapi Sungmin tidak bisa membela dirinya dari serangan kata-kata kasar yang dilemparkan oleh teman-teman sekolahnya yang liar, binal, dan nakal kepadanya.

Wajah Sungmin yang seperti perempuanlah yang menjadi alasan utama dari penindasan yang diterimanya. Sungmin tidak pernah punya teman karena anak laki-laki di kelasnya selalu mengejeknya, sedangkan anak perempuan menjauhinya karena mereka merasa terancam akan kecantikannya(?!).

Untunglah ada Kyuhyun yang selalu bersamanya dan melindungi Sungmin. Kyuhyun adalah adik kelas Sungmin yang tinggal di sebelah rumah mereka. Walaupun lebih muda, Kyuhyun jauh lebih tangguh daripada Sungmin (dalam hal ngadu bacot). Jadi setiap kali Sungmin dilecehkan (aih bahasa gue) oleh teman-temannya (baca: dikata-katain), Kyuhyunlah yang selalu membelanya dengan cara ngatain mereka balik dengan kata-kata yang jauh lebih nista. Pendek kata, Kyuhyun adalah pangeran berkuda putihnya Sungmin.

Tapi, kedekatan dan ketergantungan Sungmin kepada Kyuhyun tersebut ternyata menimbulkan kecemburuan sosial pada hati seseorang,  yang tak lain dan tak bukan adalah Sohee. Sohee tidak suka pada Kyuhyun, karena dia merasa Sungmin lebih menyayangi Kyuhyun ketimbang dirinya (padahal aslinya Sungmin lebih menyayangi gue sih).

Alhasil, Sohee dan Kyuhyun pun berlomba-lomba untuk bisa melindungi Sungmin. Kedua bocah yang benci kalah ini bahkan sampe membayar teman (baca: bawahan) mereka agar mengganggu Sungmin dan membuat mereka bisa menolongnya. Dan sayang sekali rencana picik itu gagal karena Sohee dan Kyuhyun meminta tolong kepada anak yang sama, yaitu Taemin. Taemin yang imut-imut tanpa dosa terang saja tidak bisa berlagak seperti penjahat, ditambah lagi pada akhirnya jutru Sungmin yang melindungi mereka dari serbuan para tetangga yang keberisikan mendengar bacotan dua bocah babo itu.

Begitulah keseharian mereka setiap harinya. Tapi yang menjadi topik utama di cerita ini bukanlah mengenai perang antara Sohee dan Kyuhyun, tetapi adalah kisah Sohee yang berusaha keras membuat Sungmin agar bisa menjadi lelaki yang jantan yang bermental kuat agar tidak perlu bantuan Kyuhyun!

Dan itulah awal dari cerita ini saudara-saudara! Mari kita lihat bagaimana perjuangan Sohee untuk menjauhkan Sungmin dari Kyuhyun! Dan sejauh manakah Sungmin berhasil menjadikan dirinya ‘pejantan tangguh’? Check it out~

——————–

Pagi yang cerah di rumah keluarga Ahn…

Seorang anak laki-laki berwajah imut sedang tidur dengan imut di atas kasur berwarna pink yang imut. Dia bergerak dengan imut dalam tidurnya ketika alarm-nya berbunyi. Tangan mungilnya yang imut itu pun dengan imut berusaha meraih jam di atas meja, lalu mematikannya. Setelah itu dia beranjak dari kasur dengan imut, untuk merapikannya. Setelah selesai merapikan kasur, mencuci muka, dan menggosok gigi, anak laki-laki yang imut itu pun segera keluar dari kamarnya, dengan imut pastinya. (yak, dengan berakhirnya paragraf ini, amatlah bodoh kalian jika belum bisa menebak siapa gerangan anak laki-laki IMUT yang berusaha gue gambarkan barusan)

Sungmin langsung menuruni tangga menuju ke bawah segera setelah keluar dari kamarnya. Dia langsung melesat ke dapur dan berkutat dengan perkakas-perkakas dapur untuk membuat sarapan pagi. Karena Umma dan Appa-nya sedang berlibur ke Alaska, jadi dialah yang bertugas menyiapkan makanan, juga mengurusi keperluan rumah tangga lainnya, karena adik perempuannya tidak bisa diandalkan.

Beberapa menit pun berlalu, dan sarapan sudah siap di atas meja. Sungmin tersenyum menatap hasil masakannya yang sudah siap disantap tersebut, “Yay, sekarang saatnya bangunin Soso!”

5 menit sebelum sarapan siap di kamar seseorang di rumah keluarga Ahn…

Seorang anak perempuan sedang tidur dengan angkuhnya. Alis matanya terangkat ketika dia mendengar jam wekernya berdendang. Anak perempuan itu lalu menggunakan kakinya untuk meraih jam tersebut, tapi hasilnya jam itu malah jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping. Paling tidak, sekarang aku bisa tidur dengan tenang lagi... batinnya.

Tapi ketika anak perempuan itu baru akan melanjutkan tidur nyenyaknya, pintu kamarnya terbuka lebar memperlihatkan seekor kelinci sedang tersenyum lebar. “Soso, bangun! Sudah pagi! Aku sudah menyiapkan sarapan nasi uduk kesukaanmu! Cepat bangun!” teriak kelinci tersebut.

Anak perempuan angkuh yang dipanggil Soso ini, yang aslinya bernama Sohee, yang awalnya berniat mengacuhkan saja kedatangan si kelinci, yang sebenarnya adalah Oppa-nya, langsung bangun begitu mendengar kata ‘sarapan’ dan ‘nasi uduk’ diletakkan bersamaan d0alam satu kalimat. “Untuk apa buang-buang waktu lagi, Minpa? Ayo cepat, jangan buat nasi udukku menunggu!” seru Sohee cepat, yang tahu-tahu sudah melesat keluar kamar.

Sungmin tersenyum melihat tingkah adiknya itu, lalu segera turun mengikuti Sohee untuk sarapan setelah membereskan kamar Sohee.

Kedua kakak beradik yang sangat bertolak belakang tapi sama-sama lucu ini pun menikmati sarapan dengan damai sejahtera, sampai mereka mendengar bel rumah mereka berbunyi. “Minpa, bukain tuh, aku lagi makan.” celetuk Sohee, sama sekali tidak tertarik meninggalkan nasi uduknya yang baru habis setengah jalan. Sungmin manyun mendengarnya, “Oppa kan juga lagi makan, Soso…” ucapnya, tapi akhirnya dia bangkit juga, berjalan menuju pintu rumah mereka sambil manyun.

Bel rumah mereka terus menerus berdendang tanpa lelah, “Iyaaaaa sebentaaaar, aku lagi jalan niiiih~” teriak Sungmin tidak sabar pada entah siapa yang sedang menunggu di depan pintu rumah mereka.

Dan begitu pintu dibuka! TARAAA~

“Kyunnie!” pekik Sungmin girang. Kyuhyun tersenyum pada hyungnya yang amat-amat imut itu. “Ada apa pagi-pagi begini kesini, Kyunnie?” tanyanya lagi, masih dengan nada segirang sebelumnya.

Kyuhyun mengambil sesuatu dari tasnya, lalu menunjukkannya kepada Sungmin. Mata Sungmin membesar melihat benda yang ada di tangan Kyuhyun itu, dia lalu menatap benda itu dan Kyuhyun bergantian, seakan memastikan apakah yang dilihatnya itu sungguhan. Melihat Kyuhyun mengangguk, Sungmin langsung memeluk Kyuhyun lalu melompat-lompat dan berteriak kegirangan. Kyuhyun hanya tersenyum melihat kelakuan Hyungnya yang super duper imut itu. Syukurlah, usahanya mengantri tiket konser Justice Bimbel nggak sia-sia. Kelelahannya menunggu berjam-jam terbayar melihat hyungnya sesenang itu.

Namun tiba-tiba…

“Apaan sih, berisik banget?!”

Sohee yang merasa nafsu makannya jadi hilang ketika mendengar suara kelinci teriak-teriak memutuskan untuk mendatangi TKP. Dan betapa kaget dia ketika melihat si jangkung ceking pucat yang cuma bisa nge-game (baca: Kyuhyun) lagi menatap kelinci piaraannya (baca: Sungmin) dengan muka mupeng.

“Heh, ngapain lo kesini, hah?” tanya Sohee dengan nada sinis, ngapain juga dia baik sama orang yang memang nggak dia sukai ini. Kyuhyun, yang memang juga nggak suka sama si cewek muka alien penghalang cintanya (baca: Sohee) ini pun langsung memandang Sohee meremehkan, “Suka-suka gue dong, lo sendiri ngapain sih nunjukin muka alien lo yang bikin mules itu ke gue? Cih, pagi-pagi udah ada penampakan.”

Sungmin, yang tadinya asyik lolompatan akhirnya menyadari kehadiran Sohee dan suasana di sekitarnya yang mendadak menegang. “Kenapa nih? Kalian kenapa sih nggak pernah bisa akrab?”

“Bocah ini duluan yang sok, Minpa!”

“Lo tuh lebih bocah daripada gue, babo.”

“Lo lebih babo daripada gue!”

“Urusin dulu nilai rapor lo yang merah semua sebelum menghina gue, babo.”

Sungmin bingung. Selama 17 tahun hidupnya di dunia, dia sama sekali tidak berbakat menjadi orang ketiga, apalagi menjadi penengah antara dua manusia babo nan licik yang lagi ngadu bacot. Pada akhirnya, yang bisa dilakukannya hanyalah menangis. Sadar kalo Sungmin lagi mewek, Kyuhyun dan Sohee langsung mendekatinya.

“Gara-gara lo nih Minpa jadi nangis kan! Tampang lo yang kayak mayat hidup nakutin dia tahu! Makanya jangan ganggu rumah tangga kami lagi deh!” celetuk Sohee pada Kyuhyun. Jari telunjuk tangan kirinya menunjuk-nunjuk ke Kyuhyun (harap jangan diikuti, nunjuk-nunjuk orang itu nggak sopan ya^^), sementara tangan kanannya mengusap-usap punggung Sungmin.

“Duh, yang nakutin Minnie tuh justru muka alien lo itu kali.” sahut Kyuhyun tak mau kalah. Mendengar itu Sungmin menangis makin keras. “Kalo kalian selalu berantem karena aku… mending aku pergi aja! Pulangkan saja aku pada Ibumu atau Ayahmu!” seru Sungmin di tengah tangisannya. Dia lalu membebaskan dirinya dari cengkraman Kyuhyun dan Sohee dan berlari meninggalkan rumahnya.

Sohee dan Kyuhyun yang terlalu shock akan kata-kata Sungmin barusan hanya cengo memandang kepergian orang yang mereka cintai itu. Tapi untunglah, begitu Sungmin keluar dari pintu, dia langsung menabrak seseorang dan terjatuh.

“Awww!” (aw aw ih ih ih!)

Kyuhyun dan Sohee pun serta merta menghampiri Sungmin.

“Minpa, kamu nggak papa, kan?” dan “Minnie Hyungie!” kata mereka secara bersamaan.

Sungmin menggaruk pantatnya yang agak pusing(?) akibat jatuh barusan, setelah itu dia menatap sumber yang membuatnya gagal kabur dari rumah di hadapannya. “Taeminnie?” tanyanya ragu.

Anak lelaki ceking yang bertabrakan dengan Sungmin tersebut pun melihat ke arah Sungmin begitu mendengar namanya disebut. Taemin tersenyum gugup pada Sungmin. “Ah… Noon- ah maksudku, Hyung… maaf aku menabrakmu…” katanya, hampir tidak terdengar karena suaranya begitu pelan.

Sohee yang baru sadar kalau Taeminlah penyebab Sungmin terjatuh langsung  membantunya berdiri, lalu menariknya masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya. Meninggalkan Sungmin yang cengo dan Kyuhyun menyeringai melihatnya. ‘Akhirnya aku bisa ngobrol berdua dengan My Minnie’, batin Kyuhyun.

Sementara itu di kamar Sohee, lokasi rapat dadakan….

“Pokoknya lo harus bantuin gue, Tae!” tukas Sohee penuh semangat. Taemin, yang duduk di hadapannya hanya menatapnya bingung, tidak menangkap maksud dari kata ‘membantu’ yang dikatakan Sohee.

“Jangan diem aja, dong! Jawab! Lo mau kan bantuin gue!” seru Sohee lagi, kali ini dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya, kalo sebelumnya suaranya do=C, kali ini do=dol. Matanya yang sebelumnya sudah sipit pun menyipit dengan harapan agar Taemin merasa tersudut.

“Aku mau sih… tapi aku harus bantu apa, Soso?” tanya Taemin, setengah bingung setengah takut. Bukannya dia nggak mau bantuin Sohee, secara mereka udah sahabatan lama banget, bahkan lebih lama dari umur cicak piaraan tetangga sebelah, tapi biasanya bentuk permintaan tolong dari Sohee itu selalu ekstrim. Terakhir kali setuju bantuin dia, Taemin dipaksa daftar les bahasa binatang karena Sohee naksir sama dokter hewan. Kali ini apalagi?

“Jadi gini, Tae-“

“Cukup! Aku nggak akan bisa ngelakuin itu!”

Sohee menatap Taemin dengan pandangan jijik. “Heh, belom juga gue kasih tahu rencananya udah main cukup-cukup aja, lo!” serunya nggak sabaran, Taemin hanya senyum malu-malu.

“Jadi gini… lo tahu kan kalo gue sebel Minpa deket-deket sama si mahkluk yang mukanya mati segan idup gelisah itu?” Melihat Taemin mengangguk, Sohee lalu melanjutkan. “Gue sebenernya udah mikirin ini lama, Tae. Gue pengen, Minpa tuh jadi lelaki jantan! Lelaki sejati yang nggak perlu perlindungan siapapun!” ujar Sohee menggebu-gebu.

Taemin menatapnya takjub, matanya berkaca-kaca seakan-akan kata-kata Sohee barusan lebih spektakuler daripada hadist-hadist Al-Qur’an. Sambil manggut-manggut semangat dia bertanya, “Terus gimana caranya kita bisa bikin Min Hyung jadi lelaki sejati? Apa kita perlu panggil Ade Rai buat jadi guru privat-nya?”

Sohee langsung melotot, “WHAT?! NO! IDIH JIJAY BAJAY AMIT-AMIT JABANG TOYIB DEH OPPA GUE PUNYA BADAN KELEWAT SUBUR KAYAK GITU!” teriak Sohee brutal, membuat Taemin menjauhkan diri darinya.

“Te-terus… gimana…?”

Sohee lalu menggunakan tangannya untuk mengisyaratkan Taemin agar mendekat kepadanya. Kedua bocah SMP ini pun berbisik-bisik tetangga membicarakan rencana untuk masa depan mereka. Taemin manggut-manggut mendengar kata-kata Sohee tanda mengerti.

“Gimana?” tanya Sohee setelah selesai bisik-bisik.

Taemin menatapnya bingung. “Apanya yang gimana? Wong daritadi kamu cuma nyanyi di kupingku.” jawabnya polos.

“Oh iya ya? Mian mian, soalnya gue lagi suka banget dengerin lagu Tokek Belang, hehe. Jadi rencana gue yang pertama adalah… kita harus cariin pacar buat Minpa! Gimana menurut lo?”

Lagi-lagi Taemin manggut-manggut. “Aku sih terserah kamu, tapi gimana caranya kita cariin dia pacar? Bukannya cewek-cewek benci sama dia?”

Sohee melotot pada Taemin ketika mendengar kata ‘cewek-cewek’ dan ‘benci’, dia tidak suka mendengar perkataan yang buruk tentang Oppa terimutnya itu. Tapi mengingat yang mengatakannya adalah Taemin, sahabatnya yang selalu membantunya saat dia sedang kesusahan, juga saat sedang tidak kesusahan, ya sudahlah, kali ini dia akan membiarkan Taemin bebas.

“Ya justru itu makanya gue butuh bantuan lo, Tae!”

“Maksudmu?”

“Gue butuh bantuan lo untuk menyelidiki alasan kenapa cewek-cewek sirik sama Minpa! Juga untuk cari tahu cara cowok-cowok pdkt sama cewek yang mereka taksir!”

“Hah?” Taemin makin bingung. Tapi perasaan bingungnya yang kali ini ditambahi dengan firasat buruk, naluri keibuannya mengatakan badai besar akan menghantam masa remajanya yang cerah ceria.

Sohee tersenyum menatap Taemin, senyum yang selalu dikeluarkannya jika ada ide ekstrim baru yang muncul di otak liciknya, senyum yang membuat orang yang melihatnya merinding. “Soso…? Sebenarnya bantuan macam apa yang kamu butuhkan, sih?”

Tapi Sohee hanya menatap Taemin dalam diam, senyum liciknya masih menempel di wajahnya, membuat perut Taemin mengaum ketakutan. Eh? Perut?

“Lo belom makan ya?” Tanya Sohee dengan tatapan plis-deh-ngerusak-suasana-banget-sih. Sementara Taemin yang emang belom sarapan hanya garuk-garuk kepala dengan wajah bersemu merah. “Iya belom, hehe.”

“Cih. Jangan hehe hehe, deh. Yaudah ayo turun, abis lo makan baru kita omongin lagi projek kita tadi!” kata Sohee, dengan nada nge-boss-nya yang biasa. Taemin pun mengikuti Sohee keluar kamar menuju ke bawah, ke ruang makan untuk meredakan hasrat ingin makannya.

Sementara itu, Sungmin dan Kyuhyun setelah ditinggal Sohee dan Taemin pergi ke kamar Sohee tadi…

“Soso kenapa, ya?”

Kyuhyun membantu Sungmin berdiri dan menuntunnya ke ruang tamu untuk duduk. “Bagian tubuhmu apa ada yang terasa sakit, Hyung?” tanyanya lembut, nadanya berbeda 360 derajat dengan saat dia ngadu bacot sama Sohee tadi.

Sungmin tersenyum lalu menggeleng pada Kyuhyun, “Nggak papa, kok Kyunnie. Aku kan cowok kuat, masa luka gara-gara jatuh begitu doang, sih! Hehe.” Kyuhyun pun ikut tersenyum, pengaruh keimutan  Sungmin.

“Oh iya, ngomong-ngomong, makasih banyak ya Kyunnie, berkat kamu, aku sama Hyukkie bisa nonton konsernya Justice Bimbel deh! Padahal tiketnya kan susah banget didapet, tapi kamu malah ngasih dua tiket ke aku, kamu emang bravo! Wonderful! Super awesome! Hehe.” seru Sungmin panjang lebar dengan mata yang bersinar terang, seterang lampu senter yang baru diisi baterai. Tapi tunggu, wait, tadi dia bilang apa?! Dia bisa nonton konser sama siapa?!…

“Sama Hyukkie…?” tanya Kyuhyun terbata-bata, berharap tadi telinganya salah dengar.

“Iya! Sama Hyukkie!”

Owh shitttt man…

Kyuhyun langsung lemas. Bagaimana mungkin Sungmin bisa berpikir kalo dua tiket konser yang Kyuhyun berikan padanya, hasil dari usahanya mengantri berjam-jam bagaikan rakyat kecil mengemis sembako adalah agar dia bisa menikmatinya bersama dengan orang lain?! Helloooooo~ orang normal pasti akan langsung sadar kalo Kyuhyun mengajaknya pergi dengannya! Bukannya menyuruhnya bersenang-senang dengan orang lain! Mungkinkah… mungkinkah karena Sungmin terlalu imut, keimutannya yang luar biasa itu membuat jalan pikirannya jadi kacau?

“Kyunnie?”

Kyuhyun lalu menatap Sungmin dengan tatapan terimut yang bisa dikeluarkannya, walaupun tetap kalah jauh sama tatapan imut milik Sungmin. “Ya, Hyung…?”

Mendengar suara Kyuhyun yang mendadak berubah, dan tatapan matanya yang tiba-tiba seakan lagi nahan boker, Sungmin pun khawatir. “Kamu nggak papa?” tanyanya.

Kyuhyun menghela napas lemas. “Nggak papa kok, Hyung…” jawabnya lirih. Saat ini yang ada di otaknya adalah, bagaimana caranya mengancam Eunhyuk agar dia menolak ajakan Sungmin untuk pergi nonton konser si Juctice Bimbel.

“Beneran kamu nggak papa? Tapi mukamu keliatan pucat lho, Kyu… Coba aku periksa, jangan-jangan kamu demam?”

Sungmin pun mendekatkan wajahnya kearah Kyuhyun, tetapi, sekitar lima senti ketika keningnya akan mengenai kening Kyuhyun, terdengar teriakan setinggi sepuluh oktaf menggelegar mengguncang dunia.

“TIDAAAAAAAAAAAAAK!!! MINPA HENTIKAN! JANGAN BERADEGAN SENONOH DENGAN MAHKLUK ITU!!!!!!!!”

Di sudut tangga, berdirilah si pemilik dari suara cempreng nan merdu barusan, siapa lagi kalo bukan Sohee. Sohee dan Kyuhyun langsung memelototi satu sama lain.

Pokoknya gue harus berhasil ngejauhin Minpa dari cowok siakek ini!  Batin Sohee dalam hati.

——————–

To Be Continue…

——————–

Akhirnya terbit juga Chapter 1 dari fic geje ini. Huah! Walaupun gue ngepost fic ini, bukan berarti gue akan berhenti dari hiatus ya… gue baru resmi selesai hiatus pada bulan September nanti. Hehe. Thanks banget yang udah baca, apalagi yang sudi cuap-cuap di blog ini, kata-kata dari kalian semua adalah penyemangat buat gue wkwkwk. Udahlah segini aja. Thanks again, love yah! Mwah! ♥

_Saeriminnie_

9 Komentar (+add yours?)

  1. Aini Bestari
    Jun 17, 2011 @ 09:28:13

    HAHA you know what? i am super duper curious for the next chapter!!! Seru, lucu, penggembaran karakter yang perfect, dan pemilihan kata nya sangat sangat tepat wkwkwk. gw ada saran: gimana kalau tambahin bbrapa foto utk memperkuat suasana dan imajinasi pembaca? oke2 good luck fo the next chpter beb!

    Balas

  2. haruharu
    Jun 20, 2011 @ 00:52:53

    akhirnyaaaa akhirnya!
    whoa sru bgt y tnyta klo 2 org ni jd sdara!!!
    sungmin oppa sangat luchuuu!!!
    sohee sm kyuhyun oppa sangat evil, tp cocok sie… 😀

    wow good job ye thor, HWAITING!
    part 2-nya cepet ya thor! 😀

    Balas

  3. ananda
    Jun 20, 2011 @ 14:51:53

    waaahh sis, ceritanya bgus, lucu, kocak, bikin w ngakak.
    pertahankan prestasimu sis. ditunggu loh ch brikutnya!

    Balas

  4. nizaura ELF
    Jun 24, 2011 @ 15:31:11

    Nyahaha cinta kyumin tak direstui sama sohee :O #Seneng
    aku bersedia jd pacar ming oppa..Aku akan menerima ming oppa apa adanya kok :3
    *sohee : trus? Gw : #pundung*

    Balas

  5. mikyungmii
    Sep 15, 2012 @ 17:38:49

    Haha… Lucu lucu 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: