This BeautyFool [HyukMi Fic] Ch. 1


Title : This BeautyFool [Chapter 1]

Pairing : Lee Hyukjae/Eunhyuk (SJ) & Lee Sunmi (WG)

Genre : Comedy, Fluff, Romance

Summary : Orang bilang jatuh cinta membuat anak perempuan jadi cantik, tapi kenapa saat jatuh cinta aku justru jadi tambah bodoh?!

A/N : Yak! Fic HyukMin pertama gue! Kekeke semoga memuaskan! Entah kenapa gue sangat ingin dua mahkluk imut ini jadi pasangan, jadi inilah cerita yang lahir dari hasrat terpendam gue tersebut! XD

Warning : Kalo nggak suka pasangan satu ini jangan baca karena gue nggak suka ada yang ngebash disini! thanks.

Well, selamat membaca! (^__^)

———————-

Pagi yang cerah. Matahari bersinar terang, seolah tersenyum senang. Daun-daun bergerak riang, seakan mengundang para tante girang(?!). Diantara ke-normal-an yang terjadi di sepangjang jalan, ada dua orang anak perempuan berseragam rapi sedang berjongkok di balik semak-semak.

“Aaaaah! Itu dia! Itu dia! Dia sedang berjalan kesini, Soso!”

Sohee menyipitkan matanya, mencoba mencari seseorang yang dimaksud oleh sahabatnya yang berisik itu. “Mana sih? Aku nggak ngeliat dia, tuh.” seru Sohee, dengan nada datarnya yang biasa.

Sunmi menatapnya tak percaya, matanya melebar seakan Sohee baru saja mengatakan hal paling tabu sedunia.

“Kamu ini babo atau apa, sih?! Masa kamu nggak bisa ngeliat cowok seputih dan selembut dia?!” seru Sunmi.

Sohee memutar matanya mendengar pernyataan Sunmi barusan. “Apaan tuh, dia manusia atau selimut sih? Putih, lembut… Lagian kamu ini orang atau apa? Dia masih satu kilo di depan kita udah keliatan aja…”

“Ahh udah! Ssst, jangan bersuara lagi! Aku mau mengintai dia dengan tenang!”

Sohee hanya menghela napas melihat tingkah laku sahabat sekaligus teman sebangkunya di kelas itu, yang sekarang sedang asyik dengan teropongnya, melakukan sesuatu yang disebutnya sebagai ‘pengintaian sehat yang wajar’, terserahlah apapun namanya.

Pengintaian ini sekarang sudah menjadi rutinitas mereka sehari-hari, tepatnya rutinitas Sunmi, karena Sohee hanya dipaksa menemani.

 “Soso! Soso! Lihat itu! Hyuk-oppa hari ini keren banget! Lihat tuh baju sama rambutnya, ya ampuuuun imutnya~~~”

Sohee tersadar dari lamunannya karena guncangan paksa dari Sunmi, dia lalu melihat ke arah yang ditunjuk oleh Sunmi.

“Kayaknya sama aja deh kayak biasanya, nggak ada yang berubah…” celetuk Sohee, membuat Sunmi melotot dan mendengus mendengarnya. “Ahh Soso babo! Super Junior babo!”

“Dia udah lewat gerbang tuh…”

Sunmi langsung balik badan, mendekatkan teropong ke matanya, dan menghela napas lemas begitu melihat pujaan hatinya lenyap ditelan gerbang sekolah, walaupun dia melihatnya menggunakan teropong, Eunhyuk hanya terlihat seperti titik bergerak saja.

Sunmi lalu kembali menatap Sohee, yang kaget karena tiba-tiba Sunmi memelototinya begitu, walaupun tampang kaget sama tidaknya tidak ada bedanya, sih. “Ini semua gara-gara kamu ngajakin aku ngobrol terus, Soso! Aku jadi kecolongan kan!” gerutunya sebal, memonyongkan bibirnya.

Sohee hanya memutar matanya, lalu berdiri, berjalan dari balik semak-semak menuju ke sekolah mereka. Sunmi lalu mengikuti di belakangnya, masih dengan bibirnya yang monyong seperti ikan mas koki.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“…mi…”

Haaahh… pelajaran sejaran benar-benar membosankan… wajah Miss Jung yang seperti kodok juga tidak membantu, malah membuatku semakin ngantuk!

“Lee Sunmi.”

Suaranya yang seperti bebek tenggelam itu juga membuatku tidak bisa konsentrasi! Kekeke~

“LEE SUNMI!”

Heg?

Sunmi mengangkat kepalanya. Miss Jung Juri guru sejarahnya, sedang melotot menatapnya, sambil berkacak pinggang, membuat Sunmi benar-benar ingin tertawa karena dia benar-benar terlihat seperti kodok murka sekarang. Tapi ekspresinya menunjukkan dia jelas-jelas sedang marah padanya, jadi terpaksa dia menyimpan tawanya untuk lain waktu. Lagipula sejak kapan guru sejarahnya ini berdiri di depan mejanya?

“Iya?”

“Berani sekali kamu melamun di tengah pelajaranku!” seru Miss Jung tiba-tiba, dia bahkan sama sekali tidak berusaha untuk menahan suaranya, membuat Sunmi kaget setengah mati.

“Aku tidak melamun kok, aku hanya sedang berpikir…” jawab Sunmi, bergumam pelan, tanpa sadar memonyongkan bibirnya, kebiasaannya kalo dia mulai merasa bete.

“Kau,”

Sunmi menelan ludah, gumamannya barusan sepertinya membuat si kodok, eh Miss Jung semakin murka.

“KELUAR DARI KELASKU SEKARANG JUGA!” teriak Miss Jung, dia melotot pada Sunmi. sampai-sampai rasanya bola matanya akan keluar saking lebarnya dia melotot.  Sunmi pun tidak membuang-buang waktu, dia langsung berdiri dari bangkunya dan melesat keluar kelas, tentu saja tidak tanpa handphone dan teropongnya.

Sohee hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku sahabatnya itu, entahlah dia harus merasa lega karena akhirnya dia bisa belajar dengan tenang tanpa ada Sunmi yang selalu berbisik di sampingnya, atau dia harus mengutuki kesialannya karena saat istirahat siang nanti Sunmi pasti akan membanjirinya dengan cerita ‘pengintaian sehat yang wajar’, yang baru saja dilakukannya, segera setelah dia diusir dari kelas.

“Haaaaaahh…”

Helaan napas Sohee barusan tanpa sadar menarik perhatian Miss kodok, “Ada masalah Ahn Sohee?” tanya si kodok, matanya menyipit, membuat wajahnya terlihat makin seperti kodok.

Sohee menggeleng malas, lalu menjawab dengan suara datar dan pelannya seperti biasa. “Tidak…”

Begitulah, seisi kelas pun melanjutkan pelajaran. Semua, kecuali satu orang. Seorang Sunmi yang baru saja diusir keluar dari kelas, yang sekarang sedang berjongkok di balik semak-semak dan berkutat dengan teropongnya, melakukan tugas terpenting dalam hidupnya, yang dia sebut dengan ‘pengintaian wajar yang sehat’.

Di lapangan tepat di depan semak-semak tempat Sunmi bersantai(?!), sekelompok anak laki-laki berpakaian olahraga sedang asyik bermain bola. Tertawa sambil berlarian kesana-kemari mengejar bola, panas terik matahari tampaknya sama sekali tidak menjadi masalah bagi mereka. Dan diantara sekelompok anak laki-laki tersebut, termasuklah Lee Hyukjae, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Eunhyuk, dia adalah salah satu personil boyband terkenal yang bernama Super Junior, ‘pangeran yang ditakdirkan untukku’, setidaknya begitulah menurut Sunmi.

Eunhyuk adalah senior yang lebih tua setahun darinya. Dia tampan, putih, atletis, dan tampan, putih, atletis…? Yah intinya Eunhyuk itu adalah orang yang sangat tampan, berkulit putih, dan bertubuh atletis.

Tapi bukan hanya itu yang membuat Sunmi tergila-gila padanya sehingga memutuskan untuk mengintainya.  Alasan utama Sunmi sangat mengilai seniornya ini adalah karena… Eunhyuk sangat imut! Hmm bo’ong ding, sebenernya adalah karena Eunhyuk itu adalah pangeran yang ditakdirkan untuknya!

Gimana ceritanya Sunmi bisa sangat yakin kalo Eunhyuk adalah pangeran yang ditakdirkan untuknya? Semua ini berawal tiga minggu yang lalu.

flashback…

“Soso, tungguin dong!”

“Aku nggak mau tambah telat gara-gara nungguin kamu yang larinya kayak siput!”

Sunmi cemberut, memonyongkan bibirnya. Sahabatnya yang nggak suka pake poni satu ini kadang-kadang tega banget sama dia, paling nggak kan dia bisa menolak dengan kalimat yang lebih halus dan enak didengar, batinnya gondok. Memang sih mereka jadi terlambat begini karena kesalahannya, yang semalaman main game dan akhirnya jadi kesiangan. Tapi tetap saja kan!

Akhirnya Sunmi pun tertinggal jauh di belakang Sohee, dan melihat Sohee meninggalkannya, entah kenapa semangatnya untuk belajar pun ikut-ikutan meninggalkannya. Dan Sunmi pun memutuskan untuk cabut kelas pagi untuk pertama kali dalam hidupnya. Dan menurutnya duduk-duduk di samping lapangan adalah hal yang paling tepat dilakukan untuk menghabiskan waktu, mungkin sebelumnya dia harus beli makanan dan minuman dulu di kantin.

“Haaahh… inilah surgaaa… hehehe…”

Sunmi sedang tidur-tiduran di balik semak-semak di samping lapangan sekolahnya, dengan mata tertutup, menikmati terik matahari pagi yang baik untuk tulang, dan angin sepoi-sepoi yang berhembuh tenang. Dia baru saja akan meneguk susu stroberi yang tadi dibelinya di kantin, ketika tiba-tiba, sesuatu melesat ke arahnya, dia terlalu kaget untuk menghindar, dan ‘bukk!’

“Awh!” pekiknya kesakitan.

Terdengar suara langkah kaki mendekat, dan sesaat kemudian, Sunmi bertatapan dengan lelaki paling tampan yang pernah dia lihat selama 16 tahun kehidupannya.

“Kamu nggak apa-apa, kan?”

Sunmi terpaku, bahkan suaranya pun seindah wajahnya. Dia lupa kalau kepalanya baru saja dihantan dengan keras oleh entah apa, dia lupa kenyataan bahwa dia sedang jatuh telentang di atas rumput, dengan mulut menganga lebar membentuk huruf  ‘O’ sempurna. Pangeran yang ditakdirkan untuknya itu lalu membantunya bangkit, Sunmi pasrah saja, pikirannya sudah melayang entah kemana.

Mereka saling menatap selama sekitar 5 detik, sebelum si pangeran buang muka, timbul warna merah di pipi putihnya. Sunmi masih mempertahankan tampang cengo-nya, dalam hati dia berteriak-teriak menyesal karena hari ini dia tidak membawa kamera untuk mengabadikan wajah tampan nan elok di hadapannya ini.

Sementara Sunmi masih sibuk dengan khayalan tingkat tingginya, sang ‘pangeran’ menyadari kalau berkat bola nyasar-nya yang barusan, selain membuat Sunmi jatuh telentang, juga berhasil menumpahkan susu stroberinya, yang sekarang benar-benar sudah tidak layak minum. Dia pun menghela napas.

“Hyukkie! Hyukkie, bolanya ketemu?”

Si pangeran yang dipanggil Hyukkie barusan langsung menengok ke asal suara,  “Sebentar, Hae!” serunya, sambil melambai kepada salah seorang temannya di lapangan, yang dia panggil Hae.

Sunmi memperhatika seluruh kejadian itu dalam diam, toh dia masih tenggelam dalam pesona pangeran Hyukkie-nya ini juga.

“Hey…” tiba-tiba pangerannya buka suara, menatapnya dengan tatapan gelisah. Sunmi mengedipkan matanya layaknya orang idiot, tapi masih tidak berkata apa-apa.

“Hey, kamu nggak bisu, kan? Aku minta maaf ya, aku benar-benar nggak sengaja nendang bola ke arahmu, suer deh! Aku juga minta maaf bikin susu stroberimu tumpah, padahal susu stroberi kan enak banget! Ugh!”

Mendengar pangerannya nyerocos begitu, tanpa sadar bibir Sunmi membentuk seulas senyum, ‘orang ini orang baik’ batinnya.

“Helooo?” tanya pangerannya tiba-tiba, membuat Sunmi kembali ke daratan. “Hee?” serunya bingung.

Pangerannya lalu tertawa. Dan… OMG! Ini pertama kalinya Sunmi melihat orang tertawa sampai gusinya terlihat seperti itu! Benar-benar manis! (>///<)

“Mukamu lucu banget sih kalo lagi bengong gitu, mirip banget sama Choco! Kekeke~” kata pangerannya lagi.

Hee? Choco? Siapa tuh? Artis Hollywood?

“Kalo gitu sampai nanti ya, sekali lagi maaf ya! Aku benar-benar tidak sengaja ngg… siapa namamu?”

Sunmi menunjuk dirinya, tatapannya bertanya apakah benar dirinya yang dimaksud. Dan melihat pangerannya itu menganggukkan kepalanya, Sunmi pun malu-malu menjawab, “A-aku… S-sunmi, Lee Sunmi…”

“Namaku Eunhyuk. Senang bertemu denganmu, Sunmi-ssi!” Dengan itu, Eunhyuk pergi membawa bolanya. Dia dan teman-temannya pun melanjutkan permainan sepak bola mereka yang tertunda.

Sementara Sunmi sedang asyik menikmati momen berharga terpenting dalam hidupnya, dia merasa peristiwa barusan adalah ‘pertemuan yang ditakdirkan’, dan menganggap kalau Eunhyuk adalah pangeran yang ditakdirkan untuknya.

Dia yakin dia kesiangan bangun pastilah menyimpan makna tersendiri (aslinya sih emang karna dia tidur kemaleman), dan benar saja! Seandainya saja dia tidak kesiangan dan cabut kelas pagi, dia tidak akan pernah bertemu dengan pangerannya (ah kebetulan aja ya, readers)!

“Kyaaaaah!!!” Pekik Sunmi girang, benar-benar tidak sabar untuk segera menceritakan detil kejadian yang baru dialaminya kepada sahabatnya, Sohee.

end of flashback.

“Soso, kamu dengerin aku nggak sih?”

Sohee mengalihkan pandangannya dari tamagochi di tangannya menghadap Sunmi yang lagi-lagi sedang memonyongkan mulutnya seperti ikan mas koki. “Denger, kok.” sahutnya malas.

Bibir Sunmi makin monyong mendengar sahabatnya yang jelas-jelas mengacuhkannya tersebut, padahal dia sudah berbaik hati menceritakan kisah cinta paling romantis sepanjang masa, kisah pertemuannya dengan pangeran Eunhyuk tentunya! Fufufu~

“Ah kamu bohong! Denger apanya, jelas-jelas lagi mainan tamagochi gitu, jugak!” celetuk Sunmi, memukul lengan Sohee ringan. Mereka berdua sekarang sedang duduk di salah satu meja yang ada di kantin sekolah mereka, menghabiskan sisa-sisa waktu istirahat siang dengan mengobrol, obrolan sepihak tepatnya karena sejak tadi hanya Sunmi seorang yang bicara.

“Mimi asal kamu tahu, saking seringnya kamu ceritakan kisah norak itu padaku aku sampai hapal di luar kepala! Sekarang tutup mulutmu itu atau kupaksa kamu menelan tamagochi ini!”

Sunmi dengan sigap mengunci mulutnya, dia cukup dekat dengan Sohee untuk tahu sahabatnya itu tidak akan capek-capek buang-buang suaranya yang berharga hanya untuk ancaman kosong.

“Lagipula apa yang perlu dibanggakan sih dari kisahmu yang nggak ada kemajuan itu? Kamu bahkan dibilang mirip anjingnya! Lagipula sebenarnya kamu ini tahu atau tidak sih perbedaan antara ngefans sama cinta? Kalau tahu, kamu harusnya mulai mengambil tindakan, aku nggak mau menghiburmu kalo nanti dia keburu punya pacar duluan!”

Sekarang Sunmi mulai merajuk lagi, meskipun dalam hati. Soso jahat! Harusnya diantara semua orang, dia yang palng tahu kalau aku ini penakut! Lagipula Choco (nama anjingnya Eunhyuk) itu imut kok! batinnya gondok.

“Jangan mulai berpikir kalau aku ini jahat, kamu saja yang terlalu penakut.” kata Sohee, tanpa menatap Sunmi. Membuat Sunmi semakin gondok.

Dasar muka alien satu ini! Benar-benar tidak berhati! Lagipula sejak kapan dia bisa membaca pikiran orang! batin Sunmi lagi, mengangkat alisnya sambil cemberut menatap Sohee yang kembali asyik dengan tamagochi-nya.

“Aku tidak bisa membaca pikiran, kamu tuh terlalu transparan, babo. Sudah jangan merajuk lagi, lebih baik kamu reuni sama susu stroberi favoritmu sana.”

“Aaaah Soso babooo!!” tapi meskipun begitu, pada akhirnya Sunmi mengikuti instruksi sahabat babo-nya itu dan bangkit untuk membeli susu stroberi.

Dasar Soso super babo! Babonya nggak ketulungan! Harusnya dia bantu aku bukannya malah melepasku ke jurang! Huh!

“Lho? Choco-ssi?”

Suara ini…

Sunmi buru-buru membalikkan badannya membelakangi mesin penjual minuman (guys, ceritanya ini di Korea ya, bukan di Indo, disini mana ada mesin begituan, mesin jahit kali). 

“Eunhyuk-sunbae!” pekik Sunmi bersemangat, kelewat semangat malah soalnya seisi kantin sampe tutup kuping denger teriakannya barusan. 

Eunhyuk tersenyum pada Sunmi. “Yooo, Choco-ssi! Apa kabar?” tanya Eunhyuk pada Sunmi, sambil mengambil langkah mendekati mesin penjual minuman. Tapi sebelum Sunmi sempat menjawab, tiba-tiba Eunhyuk berteriak pelan. “Omo! Susu stroberinya abis!”

 Sunmi lalu melirik susu stroberi yang baru dibelinya, da memandang susu stroberi di tangannya dan Eunhyuk bergantian. “Eng… sunbae,”

Eunhyuk lalu membalikkan badannya dengan lemas, lalu menatap Sunmi penuh tanya. Sunmi pun menyodorkan susu stroberi di tangannya ke muka Eunhyuk. “Kalau kamu mau ini boleh untukmu saja, sunbae…” seru Sunmi dengan suara sedikit bergetar.

Mata Eunhyuk membesar mendengar kata-katanya barusan, tatapan matanya seakan meneriakkan ‘KAMU SERIUS?!’ kepada Sunmi. 

Melihat pangerannya berwajah imut dan makin mirip monyet begitu, Sunmi pun terkikik geli, tapi mengangguk juga akhirnya. Dan dia jadi makin geli ketika Eunhyuk menyambar susu stroberi di tangannya, lalu melompat-lompat, bagaikan monyet reuni sama pisang pisang. “Yahoooo~ gomawo Choco-ssi!” seru Eunhyuk, sambil terus melompat-lompat. 

“Anggap aja ini balasan dariku karena sunbae mentraktirku di hari pertama kita bertemu.” kata Sunmi, tersenyum. Eunhyuk pun balas tersenyum kepadanya, dan mereka jadi senyum-senyuman deh (apa sih geje). Tapi senyum di wajah Sunmi langsung lenyap ketika Eunhyuk mendaratkan sebuah ciuman di pipinya, membuat wajahnya mendadak menjadi panas dan dia panik luar biasa.

“Choco selalu seneng kalo kucium pipinya, karena kamu mirip Choco, jadi kupikir berterima kasih dengan cara yang biasa kulakukan padanya nggak masalah, kan? Hehe. Sampai nanti ya, Choco-ssi! Makasih susunya!”

Eunhyuk pun pergi, tetapi Sunmi masih terdiam kaku di tempat yang sama sejak Eunhyuk mencium pipinya tadi. 

“Aku…” gumamnya pelan, jantungnya justru berdebar semakin keras sekarang, dibanding saat bersama Eunhyuk tadi. 

… Lagipula sebenarnya kamu ini tahu atau tidak sih perbedaan antara ngefans sama cinta?…

“Soso, aku tahu…”

Wajah Eunhyuk yang sedang tersenyum, melihatnya ketika pertama kali bertemu, dan ketika dia menciumnya tadi, benar-benar terlihat berbeda. Senyumnya yang hari ini jauh lebih bersinar, jauh lebih… membuatnya berdebar-debar. Mungkin Sohee benar, aku memang hanya ngefans sama Eunhyuk-sunbae. Tapi sekarang, melihat senyumnya hari ini aku yakin kalau aku…  “Aku jatuh cinta padanya…” 

—————– 

TBC

Well, sebenernya gue berencana bikin ff ini cuma oneshot, tapi ternyata nulis tentang dua orang ini asik juga dan akhirnya malah jadi jauh lebih panjang dari plot awalnya. Tapi nggak papalah. Yah gue cuma berharap satu hal, tolong dibaca dan dinantikan lanjutannya ya, wkwkwk maksa. Bagi yang baca, alangkah indahnya kalo kalian sekalian ngomen wkwkwk maksa lagi. Oke sekian ajalah, thx yang udah sudi mampir+baca, gue akan mendoakan kebaikan kalian sampe akhir hayat.

_Saeriminnie_ 

5 Komentar (+add yours?)

  1. ananda
    Jun 06, 2011 @ 17:04:24

    hello author… aaahhh bagus bgt. w tunggu lanjutannya GPL.

    Balas

  2. epynation
    Jul 28, 2011 @ 09:20:05

    Ngakak habis dech gue choco ssi……lol…saerimie faighting

    Balas

  3. i+L.S=4eva!!
    Okt 13, 2011 @ 05:52:49

    hello author!!!
    can you translate it in English?? i really couldn’t understand it… but i think its good…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: