Starry Night [SunHae Fic]


Title : Starry Night

Pairing : Donghae (SJ) & Sunye (WG)

Genre : Romance, Fluff

Summary : Satu-satunya cinta yang membuatku begini bahagia, hanya kamu yang bisa memberikannya padaku…

A/N : Songfic kedua gue tentang SunHae, dan lagi-lagi dari lagunya T-FleurS Davichi, hehe. Oiya, fic kali ini ditulis dari sudut pandang Sunye.

Warning : Kalo nggak suka pasangan satu ini jangan baca karena gue nggak suka ada yang ngebash disini! thanks.

Well, selamat membaca! (^__^)

——————–

 

A night filled with shining stars, with just you and me, let’s take a walk.

Aku selalu suka pemandangan malam di taman ini. Bintang-bintang terlihat jelas, salju di sekitarku juga membuat malam ini semakin cantik.

“Maaf aku terlambat!”

Aku tersenyum mendengar suara yang kukenal dengan baik itu, suara Donghae-oppa. Napasnya memburu dan wajahnya merah karena berlari.

“Kamu tidak perlu terburu-buru oppa, bisa melihatmu saja aku sudah sangat senang.”

Donghae-oppa lalu tersenyum padaku. Senyum yang membuatku semakin mencintainya. Senyum yang membuatku melupakan sejenak fakta bahwa kami sebenarnya tidak boleh ada di taman ini.

Ya, seharusnya kami tidak boleh bertemu berdua saja, mengingat kami berdua adalah idola. Kami tidak boleh menjalin hubungan yang lebih daripada hubungan pekerjaan. Seharusnya memang begitu. Tapi apa daya… melihat lelaki ini, lelaki yang sangat luar biasa di hadapanku ini, bagaimana mungkin aku bisa menahan diriku untuk tidak jatuh cinta kepadanya?

“Tanganmu dingin sekali, Sunye-ah… maaf ya, berapa lama kamu menungguku disini?” 

Aku tersadar dari lamunanku begitu mendengar suaranya. Entah sejak kapan Donghae-oppa menggenggam tanganku dan memakaikan sebelah sarung tangannya padaku. Dia lalu tersenyum padaku, membuatku tersenyum juga. “Karena aku cuma bawa sepasang sarung tangan, jadi kita pake sebelah-sebelah aja ya, sisanya begini aja.”

Yang kutahu setelah itu adalah dia menuntun tangan kananku masuk ke dalam kantung jas-nya, sambil tetap menggenggam tanganku di dalamnya.  

Aku sebenarnya ingin tertawa, menertawakan tingkahnya yang sok romantis, aku yakin dia hanya menyontek adegan drama yang tidak sengaja dilihatnya. Tapi melihat wajahnya yang sedang tersenyum begitu tulus kepadaku, juga tatapan matanya, yang seakan meneriakkan betapa dia sangat mencintaiku, aku bahkan jadi tidak sampai hati untuk tertawa. Toh, kehangatan ini, kehangatan yang tak akan kutemukan di manapun, kehangatan dari seorang Lee Donghae, aku akan menyesal kalau tidak menikmatinya.

Along with the happy wind, my heart beats rapidly in unison. When we’re face to face, these words that come from my heart.

“Aku mencintaimu, Sunye-ah…”

Entah sudah berapa kali aku mendengarnya mengatakan itu padaku, tapi tetap saja aku masih malu mendengarnya. Kurasa sampai kapanpun aku tidak akan pernah merasa terbiasa.  

“Kenapa wajahmu merah? Kamu kedinginan ya?”

Perasaan ketika tangannya menyentuh pipiku, merasakan napasnya menyentuh kulitku, melihat wajahnya sedekat ini denganku… katakan padaku, bagaimana caranya aku mengendalikan perasaan ini? Bibirku seakan mempunyai pikiran sendiri karena aku tidak bisa menahannya untuk mengatakan, “Aku juga mencintaimu, oppa…”

“Aku akan terus mencintaimu, Sunye-ah. Jika keabadian itu sungguhan, maka cintaku padamu ini akan abadi selamanya…”

Aku mengangguk. Kata-katanya selalu membuatku tenggelam. Membuatku melupakan rasa dingin dan kenyataan bahwa kami sedang berdiri di tengah salju.  Tapi tentu saja, selama ada dia di sisiku, aku tidak butuh yang lain. 

“Hey, aku sangat lapar, bagaimana dengan ramyeon di kedai biasa?” tanya Donghae-oppa padaku. Dasar orang ini, matanya selalu bersinar setiap kali membicarakan makanan dan alien. Tapi itu salah satu alasanku tertarik padanya sih, haha.

“Boleh, tapi gendong aku kesana ya.” Candaku padanya. Aku benar-benar tidak serius memintanya menggendongku, tapi beberapa detik kemudian, aku sudah berada di punggungnya. Dia berjalan di tengah salju, sambil menggendongku di punggungnya. 

Sebenarnya punggung Donghae-oppa adalah salah satu tempat favoritku. Punggungnya begitu hangat dan menenangkan. Tempat favoritku yang lain adalah pelukannya. Setiap kali aku melalui masalah yang berat, dia selalu memelukku erat, pelukannya seakan mengingatkanku bahwa dia akan selalu ada di sisiku, apapun yang terjadi. 

Aku ingin selamanya ditemani kehangatan ini. Selamanya dipeluk olehmu, memilikimu hanya untukku. Seandainya keinginan egoisku itu bisa terwujud, alangkah bahagianya.

My love will also be with you whenever you fall or whenever you are suffering, so that it will always be a love that shines brightly for you.

Aku tahu kamu sedang menangis sekarang. Tolong jangan, aku sudah berusaha keras menahan air mataku agar tidak jatuh. Jangan membuat usahaku sia-sia oppa…

“Oppa, aku tidak apa-apa, toh mereka tidak tahu kenyataannya, kan? Jangan menangis, oppa.”

Aku tahu kamu menangis bukan karena hinaan yang kau terima dari penggemarpenggemarku, tetapi justru karena kamu tahu itu semua belum seberapa dibandingkan kata-kata kasar yang ditujukan padaku oleh penggemar-penggemarmu. Aku  cukup mengenalmu untuk tahu bahwa kau adalah orang yang sangat baik, yang akan menangisi kesalahan orang lain.

“Oppa, dengar… kita sudah sampai sejauh ini, twitter, cyworld, atau apapun tidak akan bisa menghancurkan kita, kan?”

Sebenarnya aku sendiri pun ragu dengan pertanyaanku, rasanya seperti sedang meyakinkan diriku sendiri sekarang.

“Lagipula tidak semua orang menentang hubungan kita, ada banyak orang yang senang jika kita benar-benar berhubungan, oppa… kau tahu kan? Jadi berhentilah menangis dan kembali pada pekerjaanmu. Aku merindukanmu, oppa.”

Malam ketika akun twitter-ku di serang kala itu, hatiku benar-benar sakit. Aku sedih melihat kata-kata kasar yang dilontarkan padaku oleh orang yang tidak mengenalku. Tapi aku menahan diriku, mungkin aku akan melakukan hal yang sama jika aku berada di pihaknya. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri saat aku memulai hubungan ini, kalau apapun resikonya, aku harus bisa bertahan.

Even if the world deceives me, you always take my side like the nice person you are.

“Unnie…”

Aku tidak tahan lagi. Kali ini mereka benar-benar keterlaluan. Kenapa harus nenekku? Satu-satunya keluarga yang kucintai, kenapa harus mereka libatkan juga?

“Tidak apa-apa jika hanya aku yang terluka… aku mohon, jangan nenekku…”

Entah berapa lama sudah aku menangis setelah membaca tulisan buruk di internet mengenai nenekku. Aku takut memikirkan bagaimana perasaannya jika dia membaca tulisan-tulisan kasar itu, dia pasti akan sangat terluka. Kenapa orang sebaik itu, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan semua ini harus menjadi korban juga?!

“Kenapa?! Kenapa harus nenekku…?!”

“Unnie, tenanglah…”

Aku tidak bisa berhenti menangis. Sekarang bahkan semua member pun telah ikut menangis bersamaku. Maaf…  karena aku mengajak kalian dalah penderitaanku, aku menarik kalian dalam masalahku…  “Maaf…” Dan begitulah, tangisanku makin menjadi.

“Kamu tidak perlu minta maaf, berterima kasihlah.”

Aku menengadahkan kepalaku. Meskipun pandanganku kabur tertutup air mata, aku masih mengenal wajah tampan di hadapanku ini dengan sangat jelas. “Donghae-oppa…”

Donghae-oppa langsung memelukku erat, membuat air mataku membasahi pakaiannya. “Kamu harus berterima kasih karena mereka tidak pernah meninggalkanmu, minta maaf tidak akan membuat mereka senang.”

“Aku akan selalu mencintaimu, selamanya. Ingat itu Sunye-ah…”

Aku mengangguk, sambil terus menangis dalam pelukannya. Kehangatan ini, satu-satunya cinta yang membuatku merasa tenang dan begini bahagia.  Malam itu, aku tidak tahu berapa lama aku menangis, aku bahkan merasa aku menangis untuk satu tahun ke depan. Sambil menangis, aku terus menerus memanggil nama lelaki yang paling kucintai di seluruh dunia. Lelaki yang memperlakukanku seperti harta karunnya yang paling berharga. Satu-satunya orang yang memiliki senyum paling indah di seluruh dunia, Lee Donghae.

 I promise to love you forever and ever…

__FIN__

Well, fic ini adalah request dari my new dongsaeng AA (ini termasuk angst nggak sih? haha) dan gue persembahkan ini untuk semua temen-temen gue yang berhasil lulus SNMPTN Undangan! (^__^)b

Okay, selamat membaca! 

_Saeriminnie_ 

4 Komentar (+add yours?)

  1. Aini chul
    Mei 17, 2011 @ 15:24:56

    awwwww thank you saerim baby. love this so much!!!!

    Balas

  2. ananda
    Jun 06, 2011 @ 15:48:30

    hello author… donghae romentis bgt siih

    Balas

  3. ananda
    Jun 06, 2011 @ 15:48:59

    hello author… donghae romantis bgt siih..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: