Sad Promise [SunHae Fic]


Title : Sad Promise

Pairing : Donghae (SJ) & Sunye (WG)

Genre : Angst, Romance

Rating : PG

Summary : Bagaimana caranya aku berhenti jika aku tidak sanggup membayangkan hidupku tanpa dirimu..? 

A/N : Fic ini idenya gue dapet dari lagunya T-FleurS Davichi yang berjudul sama, jadi pendek kata ini songfic hehe. Maaf jelek ya, ini fanfic sunhae pertama gue :p. Oh iya, fic ini ditulis berdasarkan sudut pandang Donghae.

Warning: Kalo nggak suka pasangan satu ini jangan baca karena gue nggak suka ada yang ngebash disini! thanks.

– – – – – – – –

– – – – – – – –

If anyone comes to talk to me, I will ignore them.

“Donghae-oppa, aku punya dua tiket nonton, temani aku ya?”

Kutatap Yoona yang sedang berdiri di hadapanku. Meskipun wajahnya menunduk, aku sangat yakin wajahnya sedang bersemu merah karena malu. Tangannya gemetar menyodorkan dua buah tiket kepadaku. 

Aku tahu Yoona gadis yang baik, juga sangat cantik, tapi aku hanya bisa tersenyum lemah kepadanya.

“Maaf Yoona-ssi, aku tidak bisa pergi denganmu.” 

Dia lalu menatapku. Tatapan matanya yang benar-benar terluka dan berusaha keras menahan air matanya agar tidak jatuh membuat hatiku sakit. Aku benar-benar minta maaf karena membuat gadis secantik dan sebaik dia berwajah seperti ini.

“O-oh… begitu ya? Haha… ka-kalau b-begitu aku pergi dulu ya, oppa. M-maaf menyita waktumu oppa… sampai nanti!”

Aku mengangguk padanya meskipun dia tidak akan melihatnya karena dia langsung lari meninggalkanku segera setelah dia mengucapkan kalimat terakhirnya. 

Maaf…

If they keep on coming, trying to seduce me, I will stay cold.

“Oppa! Hari ini aku melihat pertandinganmu! Kamu sangat keren oppa!” 

Aku menghela napas. Kali ini Jessica, juniornya yang sangat keras kepala. Entah sudah berapa kali aku menegaskan kepadanya kalau aku sama sekali tidak tertarik padanya, tapi cewek ini benar-benar sudah membuatku habis kesabaran. 

“Bagaimana kalau setelah ini kita karaoke untuk merayakan kemenanganmu oppa?” kata Jessica lagi, kali ini sambil menggelayut di lenganku. Aku pun segera menangkis tangannya, hal ini jelas membuatnya kaget karena wajahnya benar-benar shock akan tingkahku barusan.

“Jangan pernah dekati aku lagi.” seruku dingin, mataku menatap tajam kepadanya. Bahkan beberapa teman klub-ku yang sedang mengobrol pun jadi terdiam mendengar kata-kataku barusan.

“Aku mencintaimu, oppa… kamu tidak akan pernah mengerti kenapa aku tidak pernah berhenti mendekatimu! Aku sangat mencintaimu, oppa! Apa yang kurang dariku sehingga sikapmu padaku seperti ini?! Katakan!”

Ini pertama kalinya aku membuat Jessica menangis… mungkinkah kali ini aku sudah keterlaluan? Biasanya dia akan tersenyum padaku dan mengatakan kalau dia akan menggangguku lagi lain waktu, tapi dia yang marah dan menangis seperti ini… juga wajahnya, wajah penuh rasa sakit yang sama seperti Yoona…

Tapi aku tetap tidak mengatakan apapun. Aku tidak boleh mengatakan apapun. Karena sekali aku membuka mulutku, hatiku akan mengambil alih, dan semua usahaku selama ini akan sia-sia.

Maaf… 

Even if they confess their hearts, I will show no emotion.

“Donghae-sunbae… a-aku menyukaimu! Maukah kamu jadi pacarku?!”

Aku menatap iba kepada hoobae di hadapanku ini, dia akan menjadi korban-ku yang ke sekian. Aku tersenyum pahit menatapnya yang jelas-jelas mengumpulkan seluruh keberaniannya menyatakan perasaannya kepadaku, dan yang akan kulakukan justru menghancurkan perasaannya berkeping-keping, membuat semua keberaniannya sia-sia. 

“Apa kamu sudah selesai bicara?” tanyaku, dengan nada dinginku yang biasa. Gadis ini lalu menatapku kaget. “Eh?”

“Kalau kamu sudah selesai, aku akan pergi.”

Dan itulah. Sebenarnya aku tidak sanggup melihatnya menangis di depanku. Aku yakin aku pasti akan memeluknya. Aku yakin dia sedang menangis, karena aku mendengar suara sesengukan. Maaf. Maafkan aku. Seandainya saja aku bisa melanggar janjiku. Tapi aku tidak bisa… 

Maaf…

So that I will no longer be taken so easily, I will fully protect myself.

“Kali ini siapa lagi yang ditolak sama Pangeran Es itu?”

“Juniorku bilang, temen sekelasnya pulang ke rumah sambil menangis kemarin, padahal kemarin hujan deras tapi anak itu tidak memakai payung, dia bahkan jatuh sakit hari ini.”

“Omo! Kasian banget sih! Dasar tuh Pangeran Es! Samapai kapan sih dia puas bikin cewek-cewek nangis?!”

“Tauk deh! Harusnya dia berhenti aja deh tebar-tebar pesona!”

“Iya!”

Dadaku sakit. Aku bukan Pangeran Es. Aku juga merasa sakit mendengar orang lain mengatakan hal-hal buruk tentang diriku. Aku juga manusia. 

“Hae!”

“Hae-oppa!”

Aku tersenyum. Untunglah diantara begitu banyak orang-orang yang berkata buruk tentangku itu, masih ada sahabat-sahabat yang menyayangiku.

“Hyukkie, Saerim. Kalian sudah makan?”

Eunhyuk dan Saerim menggelengkan kepala mereka. “Kami menunggumu, babo.” jawab Eunhyuk sambil menyentil kepalaku.

Saerim mengangguk sebelum menimpali. “Iya, oppa kemana aja sih? Tumben telat ke kantin.” serunya.

Aku hanya tersenyum pada dua teman sejak kecilku itu, tapi tampaknya senyumku menjawab semua pertanyaan mereka.

“Hae, kamu abis bikin cewek nangis lagi ya?” 

Aku diam, membuat seolah-olah diriku sibuk dengan makanan yang bahkan belum kupesan.

“Oppa, sampai kapan kamu mau begini terus? Aku nggak mau orang terus-terusan ngomong sesuatu yang buruk tentang kamu, oppa…”

Aku tetap diam, kali ini sambil menundukkan kepalaku. Entah sejak kapan air mataku mulai menetes, asal kalian tahu, Pangeran Es ini sebenarnya adalah lelaki yang sangat cengeng.

Aku tidak boleh lemah begini. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Aku sudah berjanji kalau aku akan berhenti membuka hatiku pada siapapun. Aku akan berhenti mencintai siapapun, kecuali keluarga dan sahabatku. Aku sudah berjanji kalau aku tidak mau lagi merasakan sakitnya kehilangan orang yang kucintai. Aku tidak akan membuat janjiku ini kuingkari.

But even though I promise this to myself again and again, I know it will be useless.

Lagi-lagi aku menangis. Aku selalu menangis setiap malam. Entahalah… aku sendiri tidak mengerti darimana datangnya persediaan air mataku yang seakan tak ada habisnya ini.

Malam ini, sama seperti malam-malamku sebelumnya, fotomulah yang menemaniku menangis. Aku akan terus menangis dan menangis sampai tubuhku lelah dan tertidur dengan sendirinya.

If you call me I’m sure, I’m quite sure, I’ll want to be held by you again.

Aku ingin kembali ke saat-saat dimana aku bisa tertawa sambil tertidur dalam pelukanmu. Mendengarmu menyanyikan lagu untukku. Membuatmu tertawa dengan leluconku yang sama sekali tidak lucu. Kamu selalu mengatakan, “Ekspresimu sangat lucu, oppa.” dan aku akan cemberut mendengarnya. Tapi wajah cemberutku tidak pernah berangsung lama karena kamu akan selalu menciumku dan memelukku erat. Membanjiriku dengan kata-kata penuh kasih sayang.

I will never have just this love again.

Hanya ada satu kamu di dunia ini. Walau kucari kemanapun, tak akan pernah kutemukan cinta yang seperti dirimu. Tak akan ada lagi orang yang memiliki wajah dan hati seindah milikmu. Hanya kamulah yang bisa memberiku kebahagiaan. Ya, kamulah satu-satunya…

I spent all my nights erasing you, this depressing love, this tiring love, but I wait for you again.

“Oppa, Sunye-unnie nggak akan bahagia melihatmu seperti ini…”

Aku hanya menggeleng pada Saerim. Semoga dia bisa mendengar permintaan maafku karena membuatnya menangis, juga rasa protesku dari hatiku yang terdalam. Hari ini aku drop untuk yang ke 13 kali sejak kamu pergi. Dokter selalu bilang aku kurang tidur, makan tidak teratur, dan lain-lain. Tapi tak satupun dari itu yang kupedulikan. Aku benar-benar ingin minta maaf kepada orang tua dan sahabatku, karena mereka justru lebih mempedulikanku daripada diriku sendiri. Padahal mereka tidak perlu repot-repot mengkhawatirkanku, karena toh akan lebih baik kalau aku bisa lebih parah dan secepatnya bertemu Sunye, kan?

“Kamulah yang benar-benar mengerti isi hatimu yang sebenarnya, oppa. Bukan aku, bukan orang lain, tapi kamu.” 

Sunye pernah berkata begitu padaku. Saat itu aku masih tidak begitu mengerti apa maksudnya, tapi sekarang aku tahu. Disaat otakku tidak lagi bisa berpikir jernih, hatikulah yang selalu tanpa lelah mengingatkanku, bahwa aku masih hidup. Ya, aku hidup. Hidup, hanya ditemani sisa-sisa kebahagiaan yang Sunye tinggalkan untukku. 

If I love again, I will then only receive love. So that I will not be hurt if cast aside, I will never give my heart.

“Hae, kudengar kamu sudah putus dengan Hara?”

Aku menatap Eunhyuk sejenak sebelum mengangguk. Kudengar Eunhyuk menghela napas. “Dia menamparmu juga, ya katanya?”

Dan aku hanya mengangguk lagi menjawabnya, kali ini tanpa menatapnya, menyibukkan diri dengan makan siangku. 

“Aku senang sih kamu tidak lagi menolak semua cewek yang datang padamu, tapi bukan begini caranya, Hae. Kalau kamu menerima mereka tanpa mempunya perasaan sedikit pun, itu justru akan lebih melukai mereka.” kata Eunhyuk lagi, membuatku dan Saerim berhenti makan dan menatapnya takjub.

“Wow, Hyuk-oppa, tumben kamu bisa mengatakan sesuatu yang bagus. Ngutip darimana?” celetuk Saerim, yang membuatnya mendapat hadiah jitakan dari Eunhyuk. Kami pun tertawa bersama. Jujur saja aku lega topik itu akhirnya terlupakan karena aku sendiri tidak tahu jawaban atas pertanyannya.

Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku menyambut perasaan cewek-cewek itu. Kupikir dengan begitu mereka akan senang? Mereka memintaku jadi pacarnya kan? Tapi kenapa ketika hal itu sudah terwujud, mereka malah selalu mencampakkanku dan menangis? 

I will never give my heart. But even though I promise this to myself again and again, I know it will be useless.

Sunye-ah…

Hari ini genap tiga tahun kamu meninggalkanku, meninggalkan kita semua. Apa kabar? Aku membawa bunga tulip putih kesukaanmu, aku tahu kamu pasti senang. Banyak yang terjadi selama tiga tahun ini, banyak sekali yang berubah, yang datang dan pergi, tapi cintaku padamu tak akan pernah hilang, percayalah. Oh iya, Hyukkie dan Sunmi akhirnya pacaran juga, kejadiannya tiga minggu yang lalu. Sudah kubilang mereka sangat serasi kan? Haha. Saerim juga punya pacar, namanya Jaebum. Mereka berdua sangat aneh sih, tapi cocok. Seandainya kamu ada disini, Sunye-ah…

Aku terus bercerita kepadanya, sambil menebar kelopak demi kelopak tulip putih yang kubawa. Kuletakkan juga buket bunga tulip putih diatas makamnya. 

Sunye-ah… memang banyak yang berubah. Tapi boleh kan jika aku tetap mencintaimu? Aku tidak ingin berubah, karena aku tidak ingin melupakanmu. Karena aku tahu semua usahaku akan sia-sia, lagipula bagaimana caranya aku berhenti jika aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa dirimu…?

Aku telah berjanji pada diriku sendiri, kalau aku tidak akan mencintai orang lain selain kamu.  Sekalipun ada cinta yang mendatangiku, aku tidak akan memberikan hatiku, agar aku tidak merasakan lagi sakitnya kehilangan. Karena itu, janji yang menyakitkan ini, janjiku padamu, pada diriku sendiri, pada hatiku, tak akan pernah kuingkari.

_FIN_

————

Akhirnya selesai juga! Setelah 2 jam nulis fanfic ini! huaaaaah maaf ya kalo mengecewakan! Terutama buat my dear sister Aini Bestari (wakaka sebut merek)

Makasih banyak yang mau capek-capek baca! Apalagi yang sempetin ngomen! I Love You! Hahaha

Kay, sampai jumpa di fanfic gue selanjutnya! (^_^) 

13 Komentar (+add yours?)

  1. Aini chul
    Mei 17, 2011 @ 15:12:28

    Short, simple, but soooo deeeep!!!
    like this, perfect couple and perfect love. harus berlanjut di alam baka nih kisah cinta nya 😦

    Balas

  2. nahae ^^V
    Mei 22, 2011 @ 13:20:00

    aku kira ceritanya bakal kaya gimana, wkwkwkwk
    bagus ger .. 😀

    Balas

  3. snowfalling
    Mei 27, 2011 @ 13:09:49

    annyeooongggg author…….
    new reader here… 😀 😀
    wuaaaaaaaa so sad…..!!
    aish si fishy emang setia banget yah orangnya
    suka sama couple ini…
    sama2 sederhana jd cocok *mian buat fans fishy

    ceritanya simple tapi daleeeemmmmm bgt,,,

    Balas

  4. dararero
    Jun 05, 2011 @ 01:16:08

    hallo author…hmm ak pembaca baru disini hehe btw ff km bagus 😀 ak pikir sunye nya ngga mati hehe oya bikin ff sunhae lagi dong sis. ak sunhae shipper soalnya 😀

    Balas

  5. ananda
    Jun 06, 2011 @ 15:12:27

    hallo author…
    hhhmmm… mau komen apa yaa?? (mikir dulu ya)

    Balas

  6. ananda
    Jun 06, 2011 @ 15:14:05

    hallo author…
    ceritanya daleeeem bgt.. donghae setia bgt.

    Balas

  7. epynation
    Jul 28, 2011 @ 15:05:57

    Ane tak tau mau komen apa…..ane takut dgan kematian dan sumpah janji,but realy nice saerim…..faighting

    Balas

  8. sweet haehyuk
    Jul 12, 2012 @ 13:45:37

    author, saya baru jd sunhae shipper, blom hard sih, tapi ini ff bikin saya jatuh cinta sama couple satu ini. Dan plg gk suka ada lgu Y di 5jib, meskipun lagunya bagus. Tapi, lbih seneng dgr lgu 5jib yg sunflower haha *ini apadeh curcol* keep writing ya thor XD

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: